Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik Global » Iran Desak AS Bayar Kompensasi dan Angkat Pasukan dari Teluk Persia

Iran Desak AS Bayar Kompensasi dan Angkat Pasukan dari Teluk Persia

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 196
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TEHERAN, (Kabaristana.com) | Iran menuntut Amerika Serikat membayar kompensasi atas kerusakan akibat serangan militer serta menarik seluruh pasukannya dari kawasan Teluk Persia sebagai syarat utama untuk menghentikan konflik yang terus meningkat.

Anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan tuntutan tersebut dalam wawancara dengan stasiun televisi Iran SNN pada Sabtu. Ia menegaskan Iran hanya akan mempertimbangkan penghentian konflik jika Washington memenuhi dua syarat utama yang dianggap penting bagi keamanan negara itu.

Rezaei menjelaskan bahwa Iran meminta kompensasi penuh atas kerusakan yang muncul akibat serangan militer Amerika Serikat. Selain itu, pemerintah Iran juga menuntut jaminan keamanan agar serangan serupa tidak kembali terjadi.

Menurutnya, jaminan keamanan tersebut hanya dapat tercapai jika Amerika Serikat menarik seluruh pasukan militernya dari kawasan Teluk Persia.

“Penghentian perang hanya bisa dipertimbangkan jika Iran menerima kompensasi atas seluruh kerusakan dan mendapatkan jaminan keamanan nyata. Hal itu hanya dapat terwujud jika Amerika Serikat menarik pasukannya dari Teluk Persia,” kata Rezaei.

Iran Minta Negara Timur Tengah Tutup Pangkalan AS

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, sebelumnya juga menyampaikan seruan kepada negara-negara Timur Tengah. Ia meminta negara-negara di kawasan itu menutup pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah mereka.

Dalam pernyataan pada Kamis (12/3), Mojtaba Khamenei menilai keberadaan pangkalan militer AS memperbesar ketegangan regional. Ia juga mendesak pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Iran agar membayar ganti rugi atas kerusakan yang terjadi.

Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran di satu sisi dan Amerika Serikat serta Israel di sisi lain.

Serangan Militer Picu Eskalasi Konflik

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Operasi tersebut menyasar beberapa fasilitas strategis, termasuk lokasi di ibu kota Teheran.

Serangan itu merusak sejumlah infrastruktur dan menimbulkan korban sipil. Pemerintah Iran mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai agresi yang melanggar hukum internasional.

Sebagai balasan, militer Iran meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran banyak pihak karena konflik berpotensi meluas di kawasan yang memiliki peran penting dalam jalur perdagangan energi global.

AS dan Israel Singgung Perubahan Kekuasaan Iran

Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan serangan militer itu sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman yang mereka kaitkan dengan program nuklir Iran.

Namun, sejumlah pernyataan pejabat kedua negara juga menyinggung kemungkinan perubahan kepemimpinan di Iran sebagai bagian dari tujuan strategis mereka.

Pemerintah Iran menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan untuk kepentingan sipil.

Iran Tetapkan Masa Berkabung Nasional

Konflik tersebut juga memicu perubahan besar dalam kepemimpinan Iran. Pada hari pertama operasi militer AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas.

Pemerintah Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk menghormati pemimpin yang telah lama memegang pengaruh besar dalam politik negara tersebut.

Di tengah masa berkabung dan situasi keamanan yang masih tegang, pemerintah Iran terus menyuarakan tuntutan agar Amerika Serikat bertanggung jawab atas dampak konflik.

Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan kompensasi maupun permintaan penarikan pasukan dari Teluk Persia.

Komentar (1)

  • Hacklink

    En uygun fiyatlı hacklink paketleri ile tanışın. Web sitenizin arama motoru sıralamalarını hızlıca yükseltecek backlink çözümleri. 4030

    Balas15 Maret 2026 8:55 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jenderal M Yusuf Hasanuddin dan Sejarah Kodam XIV Hasanuddin

    Jenderal M Yusuf Hasanuddin dan Sejarah Kodam XIV Hasanuddin

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Jenderal M. Yusuf Hasanuddin memegang peran penting dalam sejarah pertahanan Indonesia Timur karena ia menggagas lahirnya Kodam XIV Hasanuddin sebagai pilar strategis keamanan di Sulawesi Selatan dan kawasan sekitarnya. Sejak awal pengabdiannya, ia menunjukkan kepemimpinan yang sederhana, tegas, dan berpihak pada kepentingan bangsa. Selain itu, ia memahami bahwa kekuatan pertahanan tidak hanya […]

  • Trofi Piala Dunia 2026 di Jakarta, Dipamerkan di JICC

    Trofi Piala Dunia 2026 di Jakarta, Dipamerkan di JICC

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 319
    • 0Komentar

      Jakarta, kabaristana.com -Trofi Piala Dunia 2026 di Jakarta menarik perhatian besar pecinta sepak bola nasional sejak hari pertama pameran. Panitia menampilkan trofi paling prestisius di dunia sepak bola tersebut di Jakarta International Convention Centre (JICC). Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk menyaksikan langsung ikon kejayaan sepak bola dunia. (22/01/2026). Kehadiran trofi […]

  • Agus Harimurti Yudhoyono menghadiri rapat Tanggul Laut Pantura di JakartaAgus Harimurti Yudhoyono menghadiri rapat Tanggul Laut Pantura di Jakarta

    Tanggul Laut Pantura Jadi Prioritas, Pemerintah Jaga Pangan dan Lindungi 50 Juta Warga

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 170
    • 1Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah mempercepat pembangunan tanggul laut di Pantai Utara (Pantura) Jawa. Langkah ini bertujuan menjaga kawasan pangan dan menghadapi kenaikan muka air laut. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan arah kebijakan tersebut. Ia menyatakan pemerintah tidak hanya melindungi kawasan industri. Selain itu, pemerintah juga menjaga lahan pertanian dari […]

  • Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Keadilan Kolaka Utara Dorong Evaluasi Tata Kelola Pertambangan PT Riota Jaya Lestari

    Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Keadilan Kolaka Utara Dorong Evaluasi Tata Kelola Pertambangan PT Riota Jaya Lestari

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 337
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Keadilan Kolaka Utara menggelar aksi demonstrasi pada Senin, 3 Agustus 2026. Aliansi juga melayangkan laporan resmi kepada Kementerian ESDM RI, Kementerian ATR/BPN RI, dan Kementerian Kehutanan RI. Mereka meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret terkait berbagai persoalan yang berkembang di sekitar aktivitas pertambangan PT Riota Jaya […]

  • operasi militer AS di Venezuela pada Januari 2026

    Venezuela: Serangan Militer AS Tewaskan 83 Orang, Termasuk 32 Warga Kuba

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 389
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Pemerintah Venezuela melaporkan 83 orang tewas dan sedikitnya 112 lainnya terluka akibat operasi militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2026. Operasi tersebut, menurut Caracas, memicu krisis politik serta meningkatkan ketegangan internasional setelah pasukan AS menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López menyampaikan data korban pada Jumat […]

  • krisis integritas hukum dalam sistem peradilan

    Ketika Hukum Menumpuk, Keadilan Justru Menghilang

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 367
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Pernyataan sejarawan Romawi Publius Cornelius Tacitus bahwa “semakin korup sebuah negara, semakin banyak aturan hukumnya” kembali terasa relevan dalam realitas hukum hari ini. Kutipan ini bukan sekadar refleksi filosofis, melainkan kritik keras terhadap kekuasaan yang menjadikan hukum sebagai tameng, bukan alat keadilan. Negara kerap mempresentasikan penumpukan regulasi sebagai bukti keseriusan menata kehidupan […]

expand_less