Jakarta,(Kabaristana.com) – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan cadangan beras nasional aman hadapi kemarau dan fenomena El Nino pada 2026. Pemerintah memperkuat stok pangan melalui peningkatan produksi padi dan penyerapan gabah petani.
Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, Sudaryono mengatakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog sudah mencapai 5,37 juta ton. Angka itu menjadi stok beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Ia menilai kondisi tersebut membuktikan ketahanan pangan nasional semakin kuat di tengah ancaman perubahan iklim dan konflik global.
Cadangan Beras Nasional Aman Hadapi Kemarau
Pemerintah terus meningkatkan penyerapan hasil panen petani di berbagai sentra produksi pangan. Hingga 18 Mei 2026, Perum Bulog menyerap sekitar 2,8 juta ton beras atau 70 persen dari target nasional tahun ini.
Sudaryono menegaskan pemerintah fokus memperkuat kemandirian pangan melalui penyerapan gabah dan perlindungan harga petani.
“Kami menjaga kebutuhan pangan masyarakat agar tetap aman dalam kondisi apa pun,” kata Sudaryono.
Produksi Beras Nasional Terus Meningkat
Kementerian Pertanian mencatat produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton. Jumlah itu naik 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sudaryono menyebut dukungan pemerintah, DPR RI, dan kerja keras petani mendorong kenaikan produksi nasional.
Potensi panen juga masih tinggi dalam beberapa bulan mendatang. Pada Mei 2026, luas panen mencapai 929 ribu hektare dengan potensi produksi sekitar 2,75 juta ton beras.
Pada Juni 2026, petani diperkirakan memanen 841 ribu hektare lahan dengan potensi produksi sekitar 2,47 juta ton beras.
Pemerintah Antisipasi Dampak Musim Kemarau
Pemerintah tetap mengantisipasi dampak musim kemarau panjang tahun ini. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau mulai muncul sejak April di wilayah Nusa Tenggara dan mencapai puncak pada Agustus 2026.
Untuk menjaga stabilitas pasokan pangan, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang pengadaan dan pengelolaan gabah beras dalam negeri.
Melalui aturan tersebut, pemerintah menugaskan Perum Bulog menyerap gabah setara 4 juta ton beras. Pemerintah juga menetapkan harga pembelian gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani.
Saat ini, rata-rata harga gabah petani mencapai Rp6.815 per kilogram atau lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
DPR RI Minta Pemerintah Tetap Waspada
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi mengapresiasi langkah pemerintah dalam memperkuat cadangan pangan nasional.
Namun DPR RI tetap meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman krisis pangan global. Perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan perdagangan internasional masih berpotensi mempengaruhi ketahanan pangan dunia.
Saat ini belum ada komentar