Iran Bantah Klaim Netanyahu, IRGC Tegaskan Produksi Rudal Tetap Berjalan di Tengah Konflik
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
- visibility 131
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Bendera Iran tampak berkibar di tiupan angin, memperlihatkan warna hijau, putih, dan merah dengan lambang khas di bagian tengah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) | Iran melalui Garda Revolusi atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa produksi rudal nasional tetap berlangsung normal, sekaligus membantah klaim Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyebut kemampuan tersebut telah melemah.
Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naeini, menyatakan industri rudal Iran tidak terdampak signifikan meski berada dalam situasi konflik. Pernyataan ini disampaikan dalam laporan media pemerintah Iran yang dirilis pada Jumat (20/3/2026).
Menurut Naeini, kapasitas produksi rudal Iran tetap berada pada level maksimal. Ia bahkan mengibaratkan performa industri tersebut dengan nilai sempurna dalam sistem pendidikan Iran.
“Kami tetap memproduksi rudal bahkan dalam kondisi perang. Tidak ada masalah dalam produksi maupun cadangan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons atas pernyataan Netanyahu sehari sebelumnya. Dalam konferensi pers, Netanyahu mengklaim Iran tidak lagi memiliki kemampuan memproduksi rudal balistik dan menyebut posisi Iran semakin melemah.
Namun, pihak IRGC menolak keras klaim tersebut. Naeini juga menegaskan bahwa konflik yang berlangsung belum menunjukkan tanda akan segera berakhir. Ia menyebut masyarakat Iran masih siap menghadapi situasi perang hingga ancaman benar-benar hilang.
“Perang ini akan berlanjut sampai musuh tidak lagi menjadi ancaman,” katanya.
Ketegangan antara Iran dan Israel dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat. Kedua negara terlibat dalam konflik terbuka maupun tidak langsung melalui pihak proksi di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini memicu kekhawatiran global terkait potensi eskalasi konflik yang lebih luas, terutama dengan keterlibatan kekuatan militer strategis seperti rudal balistik.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda



Saat ini belum ada komentar