Kerja sama bank sentral RI-China perkuat stabilitas ekonomi bersama
- account_circle Rahman
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Kabaristana.com) – Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, menyatakan bahwa kemajuan kerja sama antara Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral China (PBOC) berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta stabilitas keuangan kedua negara.
“Kerja sama keuangan antara China dan Indonesia terus mengalami pendalaman dan telah membuahkan hasil yang signifikan. Kerja sama keuangan berkontribusi positif dalam mendorong kemakmuran ekonomi dan menjaga stabilitas keuangan,” kata Wang dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar China di Jakarta, Jumat (12/6).
Wang menjelaskan bahwa penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam Pertemuan Gubernur Bank Sentral Indonesia-China melalui Program Kerja Bersama (Joint Working Program/JWB) pada Kamis (11/6). Pertemuan itu menghasilkan empat kesepakatan penting.
Empat Kesepakatan Strategis
Kesepakatan pertama berupa nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang pembentukan Renminbi Clearing Arrangement.
Selain itu, PBOC, BI, dan Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) menandatangani MoU trilateral mengenai transaksi menggunakan mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT).
Kedua bank sentral juga menyepakati penerapan sistem pembayaran berbasis kode QR lintas batas antara Indonesia dan China. Implementasi sistem tersebut telah diluncurkan baru-baru ini.
Kerja sama lainnya mencakup keikutsertaan Bank Mandiri sebagai partisipan langsung dalam Cross-Border Interbank Payment System (CIPS). Sistem tersebut merupakan infrastruktur pembayaran internasional berbasis renminbi di bawah naungan PBOC.
Perdagangan dan Investasi Meningkat
Menurut Wang, penguatan kerja sama keuangan sejalan dengan tren positif hubungan ekonomi kedua negara.
Berdasarkan data pemerintah Indonesia, investasi langsung China ke Indonesia pada 2025 mencapai 7,5 miliar dolar Amerika Serikat.
Sementara itu, data pemerintah China menunjukkan nilai perdagangan bilateral pada 2025 mencapai 167,49 miliar dolar AS.
“Untuk pertama kalinya nilai perdagangan bilateral melampaui 150 miliar dolar AS,” ujar Wang.
Ia menambahkan bahwa China telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut.
China juga tercatat sebagai salah satu dari tiga sumber investasi asing terbesar di Indonesia selama 10 tahun terakhir.
Peluang Kerja Sama di Sektor Baru
Wang menilai pendalaman kerja sama keuangan akan memperkuat kemudahan perdagangan dan investasi bilateral.
“China dan Indonesia terus memperdalam kerja sama di bidang keuangan, yang akan semakin memperkuat kemudahan perdagangan dan investasi bilateral,” katanya.
Ia berharap perdagangan dan investasi kedua negara terus bertumbuh pada masa mendatang.
Wang juga menilai kerja sama dalam sistem rantai industri dan rantai pasok akan semakin kuat.
Lebih lanjut, ia optimistis hubungan Indonesia-China akan meluas ke berbagai sektor strategis. Sektor tersebut meliputi ekonomi digital, kecerdasan artifisial (AI), dan kendaraan listrik.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim Redaksi



Saat ini belum ada komentar