Teheran, (kabaristana.com) – Iran menyampaikan tuntutan terbaru kepada Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik yang melibatkan kedua negara. Dalam proposal terbaru, Teheran meminta penghentian perang di seluruh lini, jaminan tidak ada lagi serangan terhadap Iran, serta pencabutan sanksi ekonomi dan blokade angkatan laut AS.
Kantor berita semiresmi Tasnim pada Minggu (10/5) melaporkan bahwa Iran memasukkan poin-poin tersebut dalam kerangka kesepakatan politik dengan AS. Sumber yang mengetahui proses negosiasi menyebut Iran ingin kedua negara segera mengakhiri perang dan mencegah konflik serupa terulang kembali.
Iran juga meminta AS mencabut sanksi penjualan minyak dalam waktu 30 hari setelah kedua pihak mencapai kesepakatan awal. Selain itu, Teheran mendesak Washington membebaskan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.
Konflik memanas setelah AS dan Israel menyerang Teheran serta sejumlah kota lain di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat senior dan warga sipil.
Iran kemudian meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel serta aset milik AS di Timur Tengah. Pemerintah Iran juga memperketat pengawasan di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia.
Kedua pihak mulai memberlakukan gencatan senjata pada 8 April. Iran dan AS lalu menggelar perundingan di Islamabad pada 11 hingga 12 April, tetapi pertemuan itu belum menghasilkan kesepakatan. Setelah perundingan berakhir, AS memberlakukan blokade angkatan laut di kawasan selat tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, Iran dan AS terus bertukar proposal penghentian konflik melalui mediasi Pakistan. Kantor berita resmi IRNA menyebut pemerintah Iran telah mengirim respons terbaru terhadap proposal AS pada Minggu.
Namun, Presiden AS Donald Trump menolak respons tersebut. Melalui platform Truth Social, Trump menyebut proposal Iran “sama sekali tidak dapat diterima.”
Saat ini belum ada komentar