Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Ketahanan Pangan Nasional Jadi Fokus BI, GPIPS dan Insentif KLM Diperkuat untuk Kendalikan Inflasi

Ketahanan Pangan Nasional Jadi Fokus BI, GPIPS dan Insentif KLM Diperkuat untuk Kendalikan Inflasi

  • account_circle Retanto
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 137
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Kabaristana.com) – Ketahanan pangan nasional menjadi salah satu fokus utama pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi. Bank Indonesia memperkuat Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) serta memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM). Langkah tersebut bertujuan menjaga pasokan pangan, menstabilkan harga, dan mengendalikan inflasi sesuai target.

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengatakan stabilitas pasokan dan harga pangan berperan penting dalam melindungi daya beli masyarakat. Menurutnya, inflasi yang terkendali akan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ketahanan pangan yang kuat menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas harga. Dengan demikian, daya beli masyarakat dapat terjaga dan aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik,” ujarnya dalam seminar bertema Ketahanan Pangan untuk Indonesia Emas di Jakarta, Rabu.

BI Optimalkan GPIPS untuk Menjaga Stabilitas Harga Pangan

Ricky menjelaskan bahwa BI terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pangan. BI juga memperlancar distribusi dan menjaga kestabilan harga melalui implementasi GPIPS.

Selain itu, BI mengarahkan insentif KLM untuk meningkatkan pembiayaan pada sektor pertanian, industri pengolahan, dan hilirisasi pangan.

Ricky menilai situasi global masih menjadi tantangan bagi ketahanan pangan nasional. Fluktuasi harga komoditas dunia, pembatasan ekspor, serta kenaikan biaya logistik dapat memengaruhi pasokan pangan dalam negeri.

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga meningkatkan biaya impor pangan dan sarana produksi pertanian. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat ketahanan pangan seiring dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi.

Inovasi Pertanian Jadi Kunci Hadapi Perubahan Iklim

Kepala BRIN Arif Satria menekankan pentingnya inovasi pertanian untuk menghadapi perubahan iklim. Menurutnya, komoditas volatile food sangat rentan terhadap perubahan cuaca dan musim.

BRIN telah mengembangkan sejumlah varietas padi unggul dengan produktivitas tinggi. Varietas tersebut mampu bertahan terhadap banjir, kekeringan, dan lahan berkadar garam tinggi. Inovasi ini diharapkan mendukung swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.

“Ketersediaan benih unggul yang adaptif terhadap cuaca ekstrem akan membantu menjaga stabilitas pasokan pangan dan meminimalkan risiko lonjakan harga,” kata Arif.

Bapanas dan Kadin Perkuat Sinergi Pasokan Pangan

Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas Yudhi Harsatriadi Sandyatma mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan BI melalui TPIP dan TPID. Kerja sama tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Hingga awal Juni 2026, Bapanas telah menggelar lebih dari 5.200 Gerakan Pangan Murah di 36 provinsi. Selain itu, Bapanas telah mengoperasikan 2.890 Kios Pangan di berbagai daerah.

Dunia usaha juga mendukung penguatan ketahanan pangan nasional. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia Mulyadi Jayabaya menegaskan komitmen pihaknya untuk memperkuat rantai pasok domestik.

Kadin juga mendorong harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di sektor pangan.

“Kami datang membawa solusi, investasi, dan kesiapan untuk bergerak bersama,” ujar Mulyadi.

Kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, lembaga riset, dan pelaku usaha menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  • Penulis: Retanto
  • Editor: Wilda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PP GPI Apresiasi Prabowo atas langkah evaluasi pimpinan Badan Gizi Nasional untuk memperkuat tata kelola dan pelayanan publik.

    Kabid Hukum dan HAM PP GPI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Subianto dalam Melakukan Evaluasi Pimpinan Badan Gizi Nasional

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Ketua Bidang Hukum dan HAM Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Midul Makati, SH., MH., mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengevaluasi kepemimpinan Badan Gizi Nasional. Midul menilai keputusan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas tata kelola lembaga negara. Selain itu, pemerintah ingin memastikan seluruh program strategis nasional berjalan efektif […]

  • MTQ Internasional Istiqlal di Masjid Istiqlal Jakarta

    Pemuda Masjid dari Tujuh Negara Ikuti MTQ Internasional di Istiqlal

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 213
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemuda masjid dari tujuh negara akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada 23–25 Mei 2026. Kegiatan itu melibatkan peserta dari 26 provinsi di Indonesia. Presiden Pemuda Masjid Dunia, Said Aldi Al Idrus, mengatakan agenda tersebut menjadi ajang mempererat persaudaraan umat Islam antarnegara. “Insyaallah pada 23 sampai 25 […]

  • Perkebunan kelapa sawit di Indonesia dengan potensi limbah sawit sebagai sumber energi terbarukan dan ekonomi hijau

    Limbah Sawit: Kunci Tersembunyi Transisi Ekonomi Hijau Indonesia

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 593
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Limbah sawit Indonesia kembali menjadi sorotan setelah banjir berulang di sejumlah wilayah Sumatra memicu perdebatan publik tentang dampak lingkungan industri kelapa sawit. Pembukaan lahan skala besar yang tidak diiringi pengelolaan limbah memadai memperbesar risiko kerusakan ekosistem. Akibat kondisi tersebut, masyarakat di sekitar perkebunan menghadapi banjir, penurunan kualitas air, dan rusaknya lahan produktif. […]

  • Ketua Kadin Sultra Anton Timbang saat memimpin Musyawarah Provinsi VIII Kadin Sulawesi Tenggara periode 2026–2031

    Kepemimpinan Anton Timbang di Kadin Sultra Dinilai Berhasil, Fokus Perkuat Ekonomi Daerah

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 150
    • 0Komentar

    KENDARI, (kabaristana.com) – Anton Timbang Kadin Sultra kembali mendapat kepercayaan memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara periode 2026–2031. Musyawarah Provinsi (Muprov) VIII menetapkannya sebagai Ketua Umum secara aklamasi. Keputusan tersebut menunjukkan kuatnya dukungan dari anggota Kadin di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Dengan demikian, dunia usaha kembali memberikan kepercayaan kepada kepemimpinan […]

  • dugaan pelanggaran morosi vdni di kawasan industri

    Sempat di Teror Dan Tolak Upaya Suap, PPI Ungkap Oknum Polisi Yang Terlibat Limbah di Kawasan Berikat Morosi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 279
    • 0Komentar

    KONAWE, (Kabaristana.com) – Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI) menyoroti dugaan pelanggaran aktivitas di Kawasan Berikat Morosi. Setelah menyampaikan kritik itu, Ketua Umum PPI Sulkarnain mengaku menerima teror dari orang tidak dikenal (OTK). Sulkarnain mengatakan beberapa orang menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp. “Mereka beberapa kali menelepon saya lewat WhatsApp. Ada juga yang mengirim pesan pribadi dengan nada mengintimidasi,” […]

  • Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sebagai opsi energi rendah emisi di Indonesia

    Banyak Negara Bidik Investasi PLTN di Indonesia, BKPM Seleksi Lokasi dan Mitra

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 269
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | PLTN di Indonesia kembali menarik perhatian publik setelah pemerintah mengungkap meningkatnya minat investor asing di sektor energi nuklir. Isu ini menyentuh kepentingan luas masyarakat karena berkaitan langsung dengan keselamatan, lingkungan hidup, dan arah kebijakan energi nasional. Kebutuhan listrik nasional terus meningkat seiring pertumbuhan industri dan kawasan perkotaan. Pada saat yang sama, pemerintah […]

expand_less