Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Krisis Utang Acak-Acak Negara, Presiden Pecat Perdana Menteri

Krisis Utang Acak-Acak Negara, Presiden Pecat Perdana Menteri

  • account_circle Rahman
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye memecat Perdana Menteri Ousmane Sonko akibat perbedaan pandangan dalam menangani krisis utang negara. Konflik politik tersebut muncul saat Senegal menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat.

Peneliti Tamu Program Afrika di Carnegie Endowment for International Peace, Lesley Anne Warner, menilai Senegal kini memiliki dua pusat kekuasaan yang saling bersaing. Kondisi itu berpotensi menghambat pengambilan kebijakan pemerintah.

“Rivalitas ini kemungkinan besar akan menghasilkan kombinasi antara stagnasi kebijakan dan volatilitas politik. Efek buruknya bahkan mengancam untuk merembet hingga ke luar perbatasan wilayah Senegal,” tulis Warner dalam laporannya yang dikutip Jumat (12/6/2026).

Krisis Utang Memperburuk Situasi

Skandal utang tersembunyi senilai US$7 miliar atau sekitar Rp125,3 triliun memperburuk kondisi ekonomi Senegal. Pemerintahan sebelumnya diduga tidak mencatat utang tersebut secara transparan.

Akibatnya, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) melonjak hingga 132 persen. Lembaga pemeringkat Moody’s dan S&P kemudian menurunkan peringkat utang Senegal karena meningkatnya risiko gagal bayar.

Presiden Faye memilih jalur negosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Ia berharap langkah itu dapat membantu memulihkan stabilitas fiskal negara.

Sebaliknya, Sonko menolak rencana restrukturisasi utang. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap kedaulatan Senegal.

Warner menjelaskan bahwa Sonko juga menentang usulan kenaikan harga bahan bakar. Pemerintah mengusulkan kebijakan itu untuk menutup kekurangan subsidi sekitar US$2 miliar atau Rp35,8 triliun.

Selain itu, Sonko mendorong negosiasi ulang kontrak minyak dan gas. Sikap tersebut memicu kekhawatiran di kalangan investor.

Sonko Perkuat Posisi Politik

Pemecatan dari jabatan perdana menteri tidak menghentikan pengaruh politik Sonko. Beberapa hari setelah meninggalkan kursi pemerintahan, ia terpilih sebagai Ketua Majelis Nasional.

Partai Pastef yang mendukung Sonko menguasai mayoritas kursi parlemen. Dukungan tersebut memperkuat posisi politiknya menjelang Pemilihan Presiden 2029.

Parlemen juga menyetujui amendemen undang-undang pemilu. Aturan baru itu menghapus hambatan hukum yang sebelumnya dapat menghalangi Sonko maju sebagai calon presiden.

Warner menilai Presiden Faye menghadapi dilema politik. Jika menandatangani amendemen tersebut, Sonko berpeluang maju dalam pilpres. Namun, jika menolaknya, Sonko dapat memanfaatkan situasi itu untuk memperkuat narasi politiknya.

Pemerintah Fokus pada Stabilitas Fiskal

Presiden Faye bergerak cepat mengisi posisi perdana menteri. Pada 25 Mei 2026, ia menunjuk Ahmadou Al Aminou Lo sebagai kepala pemerintahan yang baru.

Lo pernah menduduki jabatan penting di Bank Sentral Negara-Negara Afrika Barat. Penunjukan tersebut menunjukkan fokus pemerintah terhadap upaya stabilisasi fiskal.

Perseteruan politik antara Faye dan Sonko berpotensi melemahkan posisi Senegal di Afrika Barat. Selama ini, Senegal dikenal sebagai salah satu negara demokrasi paling stabil di kawasan tersebut.

Warner menilai pandangan Sonko yang kritis terhadap IMF lebih dekat dengan pendekatan politik di Mali, Burkina Faso, dan Niger. Ketiga negara itu saat ini dipimpin pemerintahan militer.

Pemerintah Senegal juga menghadapi ancaman kebuntuan legislatif. Presiden Faye tidak dapat membubarkan parlemen sebelum Desember 2026.

Di sisi lain, ruang fiskal pemerintah semakin terbatas. Kondisi itu dapat memicu demonstrasi dari kelompok pemuda yang menolak kebijakan penghematan anggaran.

“Senegal kini menjadi uji coba langsung mengenai apakah sebuah pemerintah dapat mengelola persaingan politik dan restrukturisasi utang tanpa merusak institusi yang telah menopang reputasi demokratisnya,” pungkas Warner.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi bekuk pelaku tawuran saat Operasi Cipkon Jakarta Pusat

    Polisi Sikat Pelaku Tawuran dan Pemilik Sajam dalam Operasi Cipkon di Jakpus

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Polres Metro Jakarta Pusat menangkap 11 orang saat menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di sejumlah titik rawan kriminalitas, Minggu dini hari. Polisi menemukan senjata tajam, obat keras, dan kendaraan tanpa dokumen resmi. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan operasi berlangsung sejak pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB. Sebanyak […]

  • Ganda putri Indonesia Rachel Febi Orleans Masters 2026

    Rachel/Febi Tembus Perempat Final Orleans Masters 2026, Bidik Gelar Juara

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 122
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum melaju ke perempat final Orleans Masters 2026. Mereka mengalahkan pasangan Taiwan Chen Su Yu/Lee Yu-Hsuan dalam tiga gim. Rachel/Febi menang dengan skor 14-21, 21-6, 21-13. Pertandingan berlangsung di Palais des Sports, Orleans, Prancis, Kamis. Febi menegaskan target mereka adalah meraih gelar juara. Namun, ia tetap […]

  • petugas memantau banjir Jalan Taman Mini

    Banjir di Pinang Ranti Jakarta Timur, Lalu Lintas Tersendat Akibat Hujan Sejak Pagi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Senin pagi (12/1/2026) menyebabkan Jalan Taman Mini 1, Pinang Ranti, Jakarta Timur, tergenang banjir. Kondisi ini menghambat arus lalu lintas di kawasan tersebut. Genangan air menutup sebagian badan jalan. Pengendara mobil dan sepeda motor melaju perlahan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas. Petugas berseragam oranye berjaga di […]

  • pemeriksaan tekanan darah oleh dokter terkait makanan penurun darah tinggi

    10 Makanan Penurun Darah Tinggi, 65 Juta Warga RI Alami Hipertensi

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Makanan penurun darah tinggi menjadi perhatian serius di tengah tingginya angka hipertensi di Indonesia. Pola makan tinggi garam dan rendah nutrisi membuat jutaan warga hidup dengan tekanan darah di atas normal tanpa menyadari risikonya. Akibatnya, banyak kasus baru terdeteksi setelah muncul komplikasi berat seperti stroke dan penyakit jantung. Masalah ini kian mendesak […]

  • Tambang Pasir Konawe diduga dibekingi oknum polisi

    Kasat Intel Polres Konawe Diduga Back-Up Tambang Pasir Beberapa Titik, HIMA-PPHI Desak Kapolda Sultra Evaluasi Kapolres Konawe

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 271
    • 0Komentar

    KONAWE, (Kabaristana.com) | Dugaan keterlibatan Kepala Satuan Intelkam (Kasat Intel) Polres Konawe berinisial “H” dalam aktivitas tambang pasir di Kabupaten Konawe memicu sorotan mahasiswa. Mahasiswa menilai aparat kepolisian harus menjaga integritas. Karena itu, mereka meminta pimpinan kepolisian segera menelusuri informasi yang beredar di masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti dugaan pertemuan oknum perwira tersebut dengan Sekretaris […]

  • Potret Mojtaba Khamenei Iran dalam acara keagamaan

    Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Profil dan Jaringan Kekuasaannya

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 143
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com)| Majelis Ahli Iran menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan pada akhir Februari 2026. Majelis Ahli mengambil keputusan itu melalui pemungutan suara dalam rapat tertutup pada Minggu (08/03/2026). Keputusan tersebut mencatat sejarah baru bagi Iran. Untuk pertama kalinya sejak Revolusi Iran 1979, […]

expand_less