Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lifestyle » 10 Makanan Penurun Darah Tinggi, 65 Juta Warga RI Alami Hipertensi

10 Makanan Penurun Darah Tinggi, 65 Juta Warga RI Alami Hipertensi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 229
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Makanan penurun darah tinggi menjadi perhatian serius di tengah tingginya angka hipertensi di Indonesia. Pola makan tinggi garam dan rendah nutrisi membuat jutaan warga hidup dengan tekanan darah di atas normal tanpa menyadari risikonya. Akibatnya, banyak kasus baru terdeteksi setelah muncul komplikasi berat seperti stroke dan penyakit jantung.

Masalah ini kian mendesak karena jumlah penderitanya sangat besar. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 30 persen penduduk Indonesia atau setara 65 juta orang mengalami hipertensi. Dengan kata lain, hampir satu dari tiga orang dewasa menghadapi ancaman penyakit kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup dan produktivitas.

Konsumsi Garam Jadi Sorotan Utama

Kementerian Kesehatan menilai pola hidup tidak sehat masih mendominasi, terutama kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam. Makanan siap saji dan hidangan yang dibeli di luar rumah menjadi sumber utama asupan natrium berlebih. Kondisi ini mempercepat peningkatan tekanan darah, terutama pada kelompok usia produktif.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa konsumsi garam berlebih berperan besar dalam lonjakan kasus hipertensi. Ia menyampaikan hal tersebut dalam webinar Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026.

Menurut Nadia, masyarakat sering mengonsumsi garam secara berlebihan tanpa sadar. Seiring waktu, lidah beradaptasi dengan rasa asin yang kuat. Akibatnya, orang cenderung menambah garam agar makanan terasa lebih nikmat, meski tubuh sebenarnya tidak membutuhkannya.

Budaya Makan di Luar Perkuat Risiko

Di sisi lain, Nadia menyoroti kebiasaan restoran menyediakan garam tambahan di meja makan. Praktik ini menunjukkan bahwa banyak konsumen telah terbiasa dengan rasa asin tinggi. Alih-alih menyesuaikan standar rasa ke pola makan sehat, masyarakat justru memperkuat kebiasaan lama.

Sejumlah pemerhati kesehatan publik menilai edukasi soal batas aman konsumsi garam belum sebanding dengan masifnya budaya konsumsi makanan cepat saji. Informasi kesehatan juga belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.

Makanan Penurun Darah Tinggi Jadi Langkah Pencegahan

Namun demikian, perubahan pola makan memberi peluang besar untuk menekan risiko hipertensi. Edukasi tentang makanan penurun darah tinggi menjadi langkah pencegahan yang dapat dilakukan dari rumah.

Berikut makanan penurun darah tinggi yang mudah ditemukan dan dapat dikonsumsi secara rutin:

  1. Pisang

  2. Bayam

  3. Brokoli

  4. Oatmeal

  5. Ikan berlemak seperti salmon

  6. Kacang-kacangan

  7. Yogurt rendah lemak

  8. Alpukat

  9. Tomat

  10. Bawang putih

Kandungan kalium, serat, dan lemak sehat dalam makanan tersebut membantu menyeimbangkan tekanan darah dan menekan dampak natrium dalam tubuh.

Dampak Jangka Panjang bagi Masyarakat

Jika masyarakat tidak mengendalikan hipertensi sejak dini, risiko komplikasi berat akan terus meningkat. Pada saat yang sama, negara harus menanggung beban pembiayaan kesehatan yang lebih besar. Selain itu, produktivitas masyarakat usia kerja berpotensi menurun secara signifikan.

Data hipertensi ini merujuk pada laporan Kementerian Kesehatan RI dan sejalan dengan peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai bahaya tekanan darah tinggi sebagai penyakit tidak menular utama.
(Sumber eksternal: kemkes.go.id | who.int)

Oleh karena itu, pemerintah mendorong masyarakat untuk membatasi konsumsi garam dan memilih makanan segar yang lebih sehat. Perubahan sederhana di meja makan, jika dilakukan secara konsisten, dapat menjadi langkah awal menekan laju hipertensi yang kini mengancam puluhan juta warga Indonesia.

Redaksi

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anton Timbang Sultra dalam kegiatan seminar dan pengembangan generasi muda

    Opini: Anton Timbang dan Harapan Baru Dunia Usaha Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Dunia usaha memegang peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di Sulawesi Tenggara, Anton Timbang aktif mengembangkan sektor usaha melalui kepemimpinannya di Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Selama memimpin Kadin Sultra, Anton Timbang memperkuat hubungan antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Selain itu, ia juga aktif memperkenalkan potensi ekonomi Sulawesi Tenggara kepada […]

  • Iran tolak dialog dengan AS, Menlu Abbas Araghchi sampaikan sikap Teheran

    Iran Tegaskan Tak Berminat Dialog dengan Trump, Sebut Hubungan dengan AS Tak Pernah Berjalan Baik

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 215
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pemerintah Iran menegaskan tidak berminat membuka dialog dengan Amerika Serikat di tengah ketegangan hubungan kedua negara. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran tidak melihat alasan untuk melakukan pembicaraan dengan Washington. Dalam wawancara program Face The Nation di CBS yang dikutip AFP, Minggu (15/3/2026), Araghchi menilai Iran berada dalam kondisi stabil […]

  • stabilitas ekonomi Jatim saat Menteri PPN Rachmat Pambudy di Musrenbang Surabaya

    Jatim Tangguh Hadapi Tekanan Global, Menteri PPN Soroti Stabilitas Ekonomi dan Pangan

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 127
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai Jawa Timur berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di tengah tekanan global, terutama selama Ramadan hingga Lebaran 2026. Rachmat menyampaikan penilaian tersebut usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Surabaya, Selasa. Ia menegaskan bahwa Jawa Timur mampu melewati periode krusial tanpa […]

  • Turkiye kecam pendudukan Israel di Lebanon dan serukan penghentian konflik

    Turkiye Kecam Perluasan Pendudukan Israel di Lebanon, Peringatkan Ancaman Stabilitas Kawasan

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Pemerintah Turkiye mengecam perluasan pendudukan yang dilakukan Israel di Lebanon. Ankara menilai langkah itu mengancam stabilitas kawasan dan memperburuk krisis kemanusiaan. Kementerian Luar Negeri Turkiye menyampaikan kecaman tersebut dalam pernyataan resmi pada Senin. Ankara menilai kebijakan ekspansionis Israel menghambat upaya perdamaian di Timur Tengah. Turkiye juga menuding Israel menerapkan pola yang sama […]

  • Mengurai Simpul Kekuasaan di STAI Al Furqan: Ketika Pengawas, Pengelola, dan Pengambil Keputusan Berada dalam Lingkar yang Sama

    Mengurai Simpul Kekuasaan di STAI Al Furqan: Ketika Pengawas, Pengelola, dan Pengambil Keputusan Berada dalam Lingkar yang Sama

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Makassar, (kabaristana.com) – Polemik pemberhentian Dr. Ismail, S.H.I., S.Pd.I., M.A. dari jabatan Ketua STAI Al Furqan Makassar memunculkan perdebatan yang lebih luas. Persoalan ini tidak lagi sekadar menyangkut pergantian pimpinan kampus. Publik mulai menyoroti tata kelola Yayasan Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (YPIQ) Makassar. Perhatian masyarakat kini tertuju pada mekanisme pengambilan keputusan di lingkungan kampus. Banyak pihak […]

  • Raja gula dunia dari Indonesia Oei Tiong Ham pendiri Oei Tiong Ham Concern

    Raja Gula Dunia dari RI: Kerajaan Bisnis Runtuh dalam Semalam

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com – Raja gula dunia dari Indonesia pernah lahir dari Semarang sebelum runtuh hanya dalam satu malam. Kerajaan bisnis Oei Tiong Ham Concern (OTHC), yang sempat menguasai perdagangan gula lintas Asia hingga Eropa, lenyap akibat rangkaian kebijakan hukum dan politik negara pada awal 1960-an. Peristiwa ini meninggalkan jejak panjang soal kepastian hukum, nasionalisasi aset, […]

expand_less