Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Tan Malaka: Pemikir Revolusioner yang Terlalu Maju untuk Zamannya

Tan Malaka: Pemikir Revolusioner yang Terlalu Maju untuk Zamannya

  • account_circle Retanto
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rahman

Kabaristana.com – Nama Tan Malaka selalu memunculkan perdebatan. Sebagian orang mengenalnya sebagai tokoh kiri, sementara sebagian lainnya memandangnya sebagai pejuang kemerdekaan yang jasanya kurang mendapat tempat dalam sejarah resmi Indonesia. Namun di balik berbagai label tersebut, satu hal yang sulit dibantah adalah bahwa Tan Malaka merupakan salah satu pemikir paling berpengaruh yang pernah dimiliki bangsa ini.

Tan Malaka bukan hanya seorang aktivis politik. Ia adalah guru, penulis, dan intelektual yang berusaha membangun kesadaran rakyat melalui pendidikan dan pemikiran rasional. Dalam berbagai karya yang ditulisnya, Tan Malaka mendorong masyarakat untuk berpikir kritis, menggunakan akal sehat, dan tidak menerima segala sesuatu tanpa pertimbangan logis.

Pemikirannya bahkan dapat dikatakan melampaui zamannya. Jauh sebelum Indonesia merdeka, Tan Malaka telah menggagas bentuk negara republik yang berdaulat. Melalui karyanya, Naar de Republiek Indonesia, ia menggambarkan Indonesia sebagai negara merdeka yang berdiri di atas kedaulatan rakyat. Gagasan tersebut lahir ketika kemerdekaan masih dianggap sebagai cita-cita yang sulit diwujudkan.

Meski demikian, perjalanan hidup Tan Malaka justru dipenuhi pengasingan, perburuan, dan pertentangan politik. Ia berhadapan dengan pemerintah kolonial Belanda, berbeda pandangan dengan sejumlah tokoh pergerakan, bahkan mengalami konflik politik pada masa awal kemerdekaan. Kondisi tersebut membuat namanya sempat tersisih dari narasi sejarah resmi selama bertahun-tahun.

Di era modern, pemikiran Tan Malaka kembali menemukan relevansinya. Ketika masyarakat menghadapi banjir informasi, polarisasi politik, dan menurunnya budaya literasi, gagasan mengenai pentingnya berpikir kritis menjadi semakin penting. Melalui buku Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika), Tan Malaka menekankan pentingnya ilmu pengetahuan, logika, dan rasionalitas dalam memahami persoalan sosial.

Kutipan yang sering dikaitkan dengan dirinya, “Mereka tidak takut rakyat miskin, mereka takut rakyat terlalu kritis dan cerdas,” memang belum dapat dipastikan berasal langsung dari tulisan Tan Malaka. Namun, kalimat tersebut menggambarkan semangat pemikirannya yang menempatkan pendidikan dan kesadaran sebagai kekuatan utama rakyat.

Tan Malaka mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan fisik. Kemerdekaan juga berarti terbebas dari kebodohan, ketakutan, dan ketidakmampuan berpikir secara mandiri. Ia meyakini bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang rakyatnya berani bertanya, berani berpikir, dan berani memperjuangkan kebenaran.

Di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi Indonesia saat ini, warisan pemikiran Tan Malaka tetap layak dipelajari. Ia mungkin hidup dalam pengasingan dan meninggal dalam kontroversi, tetapi gagasannya terus hidup dalam diskusi mengenai pendidikan, demokrasi, dan masa depan bangsa.

Tan Malaka bukan sekadar tokoh sejarah. Ia adalah pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk berpikir.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamendagri Papua Pegunungan Ribka Haluk saat menghadiri perdamaian konflik suku di Wamena

    Wamendagri Minta Konflik di Papua Pegunungan Diselesaikan Secara Damai

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Wamendagri Papua Pegunungan Ribka Haluk meminta masyarakat mengutamakan perdamaian dan menghentikan konflik perang suku demi menjaga keamanan daerah. Wakil Menteri Dalam Negeri RI Ribka Haluk mengajak masyarakat Papua Pegunungan menjaga persatuan dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Ia menyampaikan ajakan itu saat menghadiri prosesi perdamaian konflik suku di Wamena, Minggu. Menurut Ribka, masyarakat […]

  • kondisi Kali Konaweeha akibat penambangan pasir ilegal

    Ampuh Sultra Resmi Melaporkan Dugaan Penambangan Pasir Ilegal Di Kali Konaweeha, Desak Polisi Segera Bertindak.

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 120
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sultra melaporkan dugaan penambangan pasir ilegal di Kali Konaweeha, Desa Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe. Sejak awal, Ampuh Sultra mengumpulkan informasi dari lapangan. Kemudian, mereka menyampaikan laporan tersebut kepada aparat penegak hukum secara resmi. Enam Nama Terduga Mulai Terungkap Dalam laporannya, Ampuh Sultra menyebut enam orang yang […]

  • kasus tambang ilegal Sultra di kawasan hutan Sulawesi Tenggara

    Tak Berizin, Tetap Beroperasi! PT KNI Diduga Keruk IUP Orang dan Jual ke Proyek PSN

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 107
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Dugaan praktik pertambangan ilegal kembali memicu kemarahan publik. PT Kolaka Nikel Indonesia (KNI) diduga menambang batuan (Galian C) tanpa izin resmi di wilayah IUP milik PT Surya Lintas Gemilang (SLG). Karena itu, publik menilai KNI melanggar hukum. Perusahaan tersebut diduga menyerobot wilayah milik pihak lain dan mengabaikan aturan yang berlaku. Material Masuk […]

  • Perawat haji Indonesia melayani jamaah di Tanah Suci

    Pengabdian Perawat Indonesia Layani Jamaah Haji di Tanah Suci

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 78
    • 0Komentar

    MAKKAH, (Kabaristana.com) – Terik matahari dan kepadatan jamaah tidak menyurutkan semangat Fransiska Mainake (38) saat bertugas di Terminal Jabal Ka’bah, Makkah. Perawat asal Indonesia itu aktif menjaga kesehatan jamaah haji selama berada di Tanah Suci. Fransiska sehari-hari bekerja di RSPAD Gatot Soebroto. Saat musim haji tiba, ia bergabung sebagai petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama […]

  • Sekolah Rakyat Prabowo di Banjarbaru Kalimantan Selatan

    Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat, Mensos: 166 Titik Telah Beroperasi

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 382
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan program Sekolah Rakyat pada Senin (12/1/2026) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pemerintah memusatkan peluncuran nasional di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dijadwalkan hadir dalam acara tersebut. Selain itu, beberapa kepala daerah dari berbagai wilayah juga akan mengikuti peresmian. Informasi agenda ini disampaikan […]

  • Barang bukti sindikat narkoba Gang Langgar berupa plastik klip, uang tunai, dan alat transaksi yang diamankan polisi di Samarinda

    Transaksi Sabu Dijaga “Sniper”, Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Gang Langgar

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com)— Sindikat narkoba Gang Langgar di Samarinda, Kalimantan Timur, memakai sistem pengawasan berlapis untuk menjaga aktivitas transaksi sabu-sabu. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menemukan puluhan pengawas atau “sniper” yang memantau setiap pergerakan pembeli di kawasan tersebut. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan para sniper berjaga di sejumlah […]

expand_less