Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Transportasi » Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang Jadi Acuan Pemugaran Cagar Budaya KAI

Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang Jadi Acuan Pemugaran Cagar Budaya KAI

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
  • visibility 183
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEMARANG, (kabaristana.com) — PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang sebagai acuan baru dalam pemugaran bangunan cagar budaya di Indonesia. Perusahaan menyelesaikan proyek tersebut dalam waktu 330 hari dan meresmikan kembali stasiun berusia 112 tahun itu sebagai fasilitas transportasi yang tetap aktif melayani masyarakat.

KAI kini mengelola lebih dari 600 bangunan cagar budaya. Perusahaan sedang memugar sekitar 120 bangunan secara bertahap. Setelah Semarang Tawang, KAI akan melanjutkan revitalisasi Stasiun Jakarta Kota, Tanjung Priok, dan Bogor.

Revitalisasi Mengutamakan Keaslian Bangunan

KAI memulihkan setiap bagian Stasiun Semarang Tawang sesuai aturan pelestarian cagar budaya. Tim restorasi mengacu pada Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010 agar bentuk bangunan tetap sesuai dokumentasi sejarah.

Bangunan rancangan arsitek Belanda Sloth-Blauwboer itu berdiri di atas lahan seluas 27.310 meter persegi. Luas bangunan utamanya mencapai sekitar 5.300 meter persegi. Tim restorasi mengerjakan fasad depan dan hall utama pada tahap pertama. Setelah itu, mereka melanjutkan pekerjaan di sisi barat dan timur bangunan.

Pendekatan tersebut menjaga nilai sejarah sekaligus mempertahankan karakter asli stasiun.

KAI Perkuat Sistem Drainase

KAI tidak hanya memperbaiki tampilan bangunan. Perusahaan juga membangun sistem drainase yang lebih baik. Langkah ini menjadi prioritas karena kawasan Semarang Utara sering mengalami banjir rob.

Perbaikan saluran air membantu menjaga area stasiun tetap aman ketika air laut pasang. Dengan demikian, masyarakat dapat menggunakan stasiun tanpa terganggu genangan air.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa revitalisasi tidak sekadar mempercantik bangunan lama. KAI juga meningkatkan kualitas infrastruktur agar lebih andal.

Stasiun Semarang Tawang tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai pusat transportasi. KAI mencatat lebih dari 2,15 juta pergerakan penumpang di stasiun tersebut selama semester pertama 2026.

Setiap hari, sekitar 34 perjalanan kereta berangkat dari Stasiun Semarang Tawang. Aktivitas tersebut menjadikan Tawang sebagai salah satu stasiun tersibuk di Indonesia.

Kondisi ini membedakan Tawang dari banyak bangunan cagar budaya lain yang kehilangan fungsi setelah dipugar. KAI justru mempertahankan aktivitas masyarakat di dalam bangunan bersejarah tersebut.

Mendukung Wisata Sejarah Kota Semarang

Lokasi Stasiun Semarang Tawang berada di kawasan bersejarah Kota Lama Semarang. Wisatawan dapat mengunjungi Lawang Sewu, Gereja Blenduk, dan Klenteng Sam Poo Kong dalam satu kawasan yang saling terhubung.

Pemerintah Kota Semarang mencatat sekitar 8,9 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Keberadaan Stasiun Semarang Tawang memperkuat konektivitas kawasan wisata sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa layanan kereta api harus tetap menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah dan kota-kota kecil. Pemerintah menjalankan komitmen tersebut melalui skema Public Service Obligation (PSO).

Direktorat Jenderal Perkeretaapian mencatat lebih dari 155 juta pelanggan memanfaatkan layanan kereta bersubsidi selama Januari hingga April 2026.

KAI masih mengoperasikan sejumlah kereta ekonomi bersubsidi seperti Bengawan, Kahuripan, Serayu, dan Airlangga. Kereta tersebut melayani berbagai kota kecil dengan tarif yang tetap terjangkau.

Sebagai contoh, KA Bengawan melayani rute Purwosari–Pasar Senen dengan tarif sekitar Rp74 ribu. Kereta itu tetap berhenti di Klaten, Kutoarjo, dan sejumlah kota lain yang jarang dilayani kereta eksekutif.

Menjadi Model Pemugaran Nasional

Keberhasilan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang memberi arah baru bagi program pelestarian bangunan cagar budaya milik KAI. Perusahaan tidak hanya menjaga keaslian arsitektur. KAI juga memastikan setiap bangunan tetap berfungsi sebagai ruang publik yang produktif.

Konsep tersebut akan diterapkan pada revitalisasi Stasiun Jakarta Kota, Tanjung Priok, dan Bogor. KAI berharap seluruh bangunan cagar budaya yang dipugar tetap hidup melalui aktivitas masyarakat.

Melalui pendekatan itu, pelestarian sejarah tidak berhenti pada restorasi fisik. KAI menghubungkan warisan budaya dengan kebutuhan transportasi modern sehingga bangunan bersejarah tetap bermanfaat bagi generasi sekarang maupun masa depan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban tewas Gaza terus bertambah akibat konflik Israel

    Korban Tewas Gaza Tembus 72.783 Orang, Perempuan dan Anak Jadi Korban Terbanyak

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Agresi Israel di Jalur Gaza terus menambah jumlah korban jiwa. Data terbaru dari sumber medis mencatat sebanyak 72.783 warga meninggal dunia sejak konflik pecah pada Oktober 2023. Selain itu, sebanyak 172.779 warga mengalami luka-luka akibat serangan yang terus berlangsung. Perempuan dan anak-anak menjadi kelompok korban terbanyak dalam konflik tersebut. Kondisi kemanusiaan di […]

  • kasus vanessa bhayangkari di Mabes Polri Jakarta

    GASKAN: OMA PHENA DAN TIM HUKUM BUKA SUARA DI PODCAST, VANESSA DIKIRIMINALISASI, DILIMPAHKAN TANPA SURAT & TANDA TANGAN

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 297
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Jumat, 10 April 2026 Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN) bersama keluarga dan tim hukum akhirnya menyampaikan pernyataan terbuka terkait kasus yang menimpa Vanessa, mantan anggota Bhayangkari. Ibunda Vanessa, Oma Tri Phena (65), hadir bersama kuasa hukum dalam sejumlah wawancara podcast. Mereka mengungkap berbagai kejanggalan yang muncul selama proses hukum berlangsung. Kasus ini […]

  • Adrian Moita menyoroti pengelolaan SDA Sulawesi Tenggara

    Mencegah Repetisi Pola Krisis Tata Kelola SDA di Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 467
    • 0Komentar

    (KabarIstana.com), JAKARTA — Adrian Moita menyampaikan pernyataan sikap tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Ia menyampaikan pandangan ini berdasarkan analisis data dan pengalaman pengelolaan SDA di berbagai daerah penghasil di Indonesia. Adrian menilai kekayaan SDA tidak selalu menghasilkan kesejahteraan masyarakat. Banyak kajian kebijakan publik dan ekonomi politik menunjukkan kondisi tersebut. […]

  • KPK dalami fee proyek Kemenhub dalam kasus korupsi DJKA

    KPK dalami fee proyek saat periksa eks direktur Kemenhub

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 142
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Penyidik memeriksa mantan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api sekaligus mantan Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub, Danto Restyawan, pada Kamis (25/6/2026). Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik menggali keterangan Danto […]

  • Forum Pemuda Adat Tolaki dalam kegiatan pelestarian budaya dan nilai sara

    Mengenal Dewan Sara Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI)

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 3.707
    • 10Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI) hadir sebagai wadah pemuda adat yang berkomitmen menjaga nilai budaya, hukum adat (sara), serta identitas Tolaki. Di tengah perubahan zaman, FORDATI menempatkan generasi muda sebagai pelaku utama pelestarian adat. Organisasi ini mendorong pemuda adat untuk memahami budaya sebagai pedoman hidup, bukan sekadar warisan simbolik. Melalui pendekatan edukatif […]

  • aksi mahasiswa segel kantor Solway Investment Group Indonesia di Jakarta

    DULU DISANKSI AMERIKA, KINI BERULAH DI INDONESIA: JEJAK KELAM SOLWAY SWISS TERDETEKSI DI KONAWE UTARA, MAHASISWA SEGEL KANTOR AQUILA!

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle jurnalis1
    • visibility 465
    • 1Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com — Publik Indonesia kembali menyoroti aktivitas Solway Investment Group, perusahaan tambang asal Swiss yang beroperasi di Sulawesi Tenggara. Di Indonesia, Solway menjalankan bisnisnya melalui Aquila Nickel Group dan anak usaha PT Bumi Konawe Minerina. Namun demikian, sorotan tersebut tidak muncul tanpa alasan. Sejumlah aktivis menilai perusahaan ini membawa rekam jejak bermasalah dari luar […]

expand_less