Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Target Iklim Jepang Tersendat, Laju Penurunan Emisi Melambat di 2024

Target Iklim Jepang Tersendat, Laju Penurunan Emisi Melambat di 2024

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tokyo, (Kabaristana.com) — Emisi Jepang 2024 terus menurun, tetapi lajunya melambat. Pemerintah Jepang belum mencapai target tahunan meski sudah menjalankan berbagai kebijakan.

Kementerian Lingkungan Hidup Jepang mencatat emisi bersih mencapai 994 juta ton hingga Maret 2025. Angka ini turun 28,7 persen dari level tahun fiskal 2013. Untuk pertama kalinya, total emisi turun di bawah 1 miliar ton.

Namun, emisi Jepang 2024 masih melampaui target sekitar 15 juta ton. Pemerintah kembali gagal memenuhi sasaran setelah kejadian serupa pada tahun fiskal 2022. Kondisi ini menunjukkan upaya penurunan emisi belum maksimal.

Penyerapan Karbon Menurun

Penurunan emisi berjalan lebih lambat karena daya serap karbon ikut melemah. Hutan daratan Jepang menyerap 52,3 juta ton karbon. Angka tersebut turun 2,9 persen dari tahun sebelumnya.

Banyak pohon memasuki usia tua sehingga tidak lagi menyerap karbon secara optimal. Kondisi ini langsung menekan kontribusi sektor kehutanan terhadap penurunan emisi.

Di sisi lain, ekosistem pesisir dan laut menyerap sekitar 320 ribu ton karbon. Angkanya hampir tidak berubah. Situasi ini membuat emisi Jepang 2024 sulit turun lebih cepat.

Target Netral Karbon 2050

Pemerintah Jepang tetap mengejar target netral karbon pada 2050. Mereka menargetkan penurunan emisi sebesar 60 persen pada 2035 dan 73 persen pada 2040, jika dibandingkan dengan tingkat emisi 2013.

Meski begitu, capaian emisi Jepang 2024 memperlihatkan tantangan besar. Jepang perlu mempercepat pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin. Selain itu, pemerintah perlu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap.

Langkah Strategis ke Depan

Pemerintah perlu memperkuat kebijakan energi bersih dan mendorong efisiensi di sektor industri. Selain itu, Jepang harus mempercepat penggunaan kendaraan listrik untuk menekan emisi transportasi.

Pemerintah juga perlu meningkatkan kualitas hutan melalui reboisasi dan peremajaan pohon. Langkah ini dapat meningkatkan kemampuan penyerapan karbon secara alami.

Jika pemerintah menjalankan langkah tersebut secara konsisten, target jangka panjang masih bisa tercapai. Namun, tanpa percepatan, Jepang berisiko kembali meleset dari target iklim di masa depan.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mimpi jadi pelukis kandas mengawali perubahan besar dalam perjalanan hidup Adolf Hitler, tokoh yang kemudian mendominasi panggung politik Eropa. Sejak awal, kegagalan di dunia seni mendorongnya mencari pengakuan di jalur lain, yang akhirnya membawanya ke pusat kekuasaan Jerman dan konflik global.

    Mimpi Jadi Pelukis Kandas: Jalan Adolf Hitler Menuju Kekuasaan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) -Mimpi jadi pelukis kandas mengawali perubahan besar dalam perjalanan hidup Adolf Hitler, tokoh yang kemudian mendominasi panggung politik Eropa. Sejak awal, kegagalan di dunia seni mendorongnya mencari pengakuan di jalur lain, yang akhirnya membawanya ke pusat kekuasaan Jerman dan konflik global. (09/02/2026). Hitler lahir di Braunau am Inn pada 1889. Sejak remaja, ia […]

  • Pembangunan PSEL Indonesia untuk mengolah sampah menjadi energi listrik

    Menko Zulhas: Pemerintah percepat pembangunan fasilitas PSEL

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 111
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah prioritas. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan tiga proyek PSEL akan segera memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking. “Dalam waktu dekat, tiga lokasi PSEL akan memulai pembangunan. Setelah itu, 12 lokasi lainnya masuk tahap pemilihan mitra dengan […]

  • Mahasiswi UIN dibacok di lingkungan kampus

    Pamit Ujian Sempro, Mahasiswi UIN Suska Riau Asal Bintan Alami Pembacokan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Cinta Ditolak, Kapak Bertindak: Mahasiswi UIN Suska Dibacok Tiga Kali PEKANBARU, (Kabaristana.com) — Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Farradila Ayu Pramesti (23), mengalami pembacokan di lingkungan kampus, Kamis (26/2/2026). Mahasiswi asal Kabupaten Bintan itu menderita tiga luka bacok di bagian kepala, tangan, dan kaki. Peristiwa tersebut berlangsung di Gedung Fakultas Syariah […]

  • Selat Hormuz Iran saat Iran dan Oman membahas keamanan navigasi Keterangan gambar

    Iran, Oman bahas situasi Hormuz setelah kembali ditutup

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Teheran, (kabaristana.com) — Iran dan Oman sepakat melanjutkan konsultasi mengenai situasi di Selat Hormuz. Kedua negara akan memperkuat dialog politik, hukum, dan teknis untuk menjaga keselamatan pelayaran di jalur laut strategis tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyampaikan kesepakatan itu pada Minggu. Menurut Baghaei, Iran dan Oman ingin membangun pemahaman bersama mengenai keamanan […]

  • kepemimpinan Nabi Musa keadilan dalam menegakkan hukum melawan kezaliman

    Hikmah Kepemimpinan Nabi Musa Dalam Membangun Hukum Yang Adil

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 312
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Keadilan menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Tanpa keadilan, hukum kehilangan makna. Sebaliknya, kekuasaan berpotensi berubah menjadi alat penindasan. Oleh karena itu, hukum harus berdiri di atas nilai kebenaran dan kemanusiaan. Dalam khazanah Islam, kisah kepemimpinan Nabi Musa menghadirkan pelajaran penting tentang cara menegakkan hukum yang adil dan bermartabat. […]

  • Longsor Kabupaten Bandung Barat menimbun rumah warga akibat hujan deras

    Longsor Terjang 30 Rumah Warga di Bandung Barat

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 234
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Hujan berintensitas tinggi memicu longsor dan menerjang sedikitnya 30 rumah warga di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Longsor tersebut berdampak pada puluhan warga, dan sebagian dari mereka mengungsi untuk mengantisipasi potensi longsor susulan. Material tanah dan bebatuan menutup sebagian bangunan rumah serta akses jalan lingkungan. Aparat […]

expand_less