Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Kabasarnas Ungkap Alasan Operasi SAR Kecelakaan Pesawat ATR Ditutup

Kabasarnas Ungkap Alasan Operasi SAR Kecelakaan Pesawat ATR Ditutup

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 644
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berakhir pada hari ketujuh. Penghentian ini menandai akhir upaya intensif negara menemukan korban di wilayah berisiko tinggi.

Keputusan tersebut berdampak langsung pada keluarga korban yang masih menunggu kepastian identitas. Peristiwa ini kembali menyorot keterbatasan operasi penyelamatan di medan ekstrem.

Isu Keselamatan Penerbangan Jadi Sorotan

Kecelakaan pesawat di wilayah pegunungan kembali memicu perhatian publik. Risiko cuaca dan topografi kerap menghambat respons darurat. Insiden ini muncul di tengah tuntutan peningkatan standar keselamatan penerbangan nasional.

Publik menilai penanganan kecelakaan udara perlu evaluasi menyeluruh. Negara harus memastikan kesiapan alat, personel, dan koordinasi lintas lembaga.

Basarnas Nyatakan Operasi Selesai

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Mohammad Syafii, menyatakan operasi SAR telah selesai. Ia menyampaikan keputusan itu dalam konferensi pers di Makassar, Jumat malam.

Syafii menegaskan tim SAR gabungan telah bekerja maksimal sejak hari pertama. Tim menemukan sejumlah korban dalam berbagai kondisi.

Temuan Korban Diserahkan ke Tim DVI

Tim SAR menemukan tujuh kantong jenazah selama operasi berlangsung. Enam berisi jenazah utuh. Satu kantong berisi bagian tubuh korban.

Basarnas menyerahkan seluruh temuan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI). Sebelumnya, petugas mengirim empat kantong jenazah ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel.

Tim DVI telah mengidentifikasi tiga korban. Petugas menyerahkan jenazah kepada keluarga. Satu korban masih menunggu hasil identifikasi.

Cuaca Buruk Hambat Proses Evakuasi

Cuaca ekstrem menjadi kendala utama di lapangan. Kabut tebal dan hujan menghambat mobilisasi personel. Medan terjal juga menyulitkan evakuasi.

Syafii menyebut kondisi tersebut memperlambat pencarian. Meski begitu, tim tetap menemukan korban secara bertahap hingga hari ketujuh.

Evakuasi Terbatas Masih Dimungkinkan

Basarnas membuka peluang evakuasi lanjutan secara terbatas. Langkah ini bergantung pada hasil koordinasi dengan tim DVI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Syafii menekankan keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Tim hanya akan bergerak jika kebutuhan lapangan mengharuskan.

Dampak bagi Keluarga dan Masyarakat

Penghentian operasi menutup fase pencarian. Namun, proses identifikasi masih berlanjut. Keluarga korban masih menunggu kepastian akhir.

Pemerintah daerah diharapkan memberi pendampingan psikososial. Publik kini menanti hasil investigasi KNKT untuk mencegah kecelakaan serupa.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • geledah satker pkp oleh kejati sumut dalam kasus korupsi rusun

    Kejati Sumut Geledah Satker PKP, Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun Rp64 Miliar

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 305
    • 5Komentar

    Geledah Satker PKP menjadi langkah awal Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk mengusut dugaan korupsi proyek rumah susun (rusun) senilai Rp64 miliar. Selain itu, kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan proyek pemerintah di beberapa daerah. Medan, (Kabaristana.com) — Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumut menggeledah kantor Satuan Kerja (Satker) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sumatera II, […]

  • penembakan di Nigeria di Kota Jos lokasi kejadian bar

    Penembakan di Bar Jos Picu Aksi Balasan Brutal, 27 Orang Tewas

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 189
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) || Penembakan di Nigeria kembali memicu tragedi berdarah di Kota Jos, Negara Bagian Plateau, Minggu (30/3/2026). Serangan di sebuah bar berubah menjadi rangkaian kekerasan yang menewaskan sedikitnya 27 orang dan memperburuk situasi keamanan di wilayah tersebut. Serangan di Bar Tewaskan Belasan Orang Peristiwa bermula di kawasan Anguwan Rukuba, Distrik Jos Utara. Sekelompok pria […]

  • Gugatan Patriot Bond: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan terkait gugatan Patriot Bond di Mahkamah Konstitusi.

    Gugatan Patriot Bond Bergulir di MK, Purbaya Siapkan Tim Ahli Hukum

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    JAKARTA,(Kabaristana.com)– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah siap menghadapi gugatan uji materi terkait Patriot Bond di Mahkamah Konstitusi (MK). Karena itu, pemerintah membentuk tim yang berisi para ahli hukum untuk mengawal proses persidangan. Purbaya menjelaskan pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan memiliki landasan hukum yang kuat. Selain itu, pemerintah berkomitmen mempertanggungjawabkan kebijakan tersebut sesuai ketentuan […]

  • Percepatan proyek Blok Masela di Lapangan Gas Abadi Laut Arafura

    Purbaya Tekan Percepatan Blok Masela, Pemerintah Siap Sapu Bersih Hambatan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 307
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekan percepatan pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, Maluku. Ia menyampaikan sikap tersebut usai rapat bersama manajemen Inpex Masela Ltd dan SKK Migas di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026). Dalam pertemuan hampir dua jam itu, Purbaya meminta seluruh pemangku kepentingan menjaga laju proyek. Oleh karena itu, pemerintah […]

  • Kasus ABK SeaDragon dibahas dalam rapat Komisi III DPR bersama jaksa Batam

    Jaksa Batam Akui Kekeliruan Tangani Kasus ABK Sea Dragon saat RDP dengan DPR

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 275
    • 0Komentar

    JAKARAT, (Kabaristana.com) | Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batam, Muhammad Arfian, mengakui kesalahan saat menangani perkara penyelundupan narkotika yang melibatkan anak buah kapal (ABK) Sea Dragon. Ia menyampaikan pengakuan itu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Arfian juga meminta maaf kepada publik atas penanganan perkara tersebut. […]

  • Pungli Baitul Mal Aceh menjadi sorotan setelah GMPKP mendesak Polda Aceh mengusut dugaan pungutan liar dalam penyaluran bantuan modal usaha.

    Diduga Terjadi Pungli Bantuan Baitul Mal Aceh, GMPKP Indonesia Minta Polda Aceh Periksa Ketua Baitul Mal

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabaristana.com – 31 Juli 2026 Gerakan Masyarakat Pengawal Kebijakan Publik (GMPKP) Indonesia mendesak Polda Aceh segera mengusut dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan modal usaha Baitul Mal Aceh. Desakan itu muncul setelah sejumlah warga melaporkan dugaan pemotongan dana bantuan. Penerima manfaat mengaku tidak menerima bantuan secara utuh. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui […]

expand_less