BNPB: Korban Gempa NTT Bertambah, Total 71 Orang Meninggal Dunia
- account_circle Rahman
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Warga mengungsi di tenda darurat setelah gempa melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah satu orang. Hingga Rabu (19/8/2026), BNPB mencatat total 71 orang meninggal akibat bencana tersebut.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan korban tambahan berasal dari Kabupaten Nagekeo.
“Jumlah korban bertambah satu orang menjadi 71, yaitu di Kabupaten Nagekeo,” kata Berton dalam konferensi pers secara daring dari Jakarta, Rabu.
Berton menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga memastikan pemerintah terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, termasuk masyarakat yang masih berada di pengungsian.
BNPB Salurkan Ratusan Ton Bantuan
BNPB mencatat distribusi logistik melalui jalur udara mencapai 165 ton hingga Selasa (18/8) pukul 18.00 WIB. Secara keseluruhan, pemerintah telah mengirim 398 ton bantuan melalui berbagai jalur sejak 15 hingga 18 Agustus 2026.
Pemerintah tetap mengutamakan jalur darat untuk mengirim bantuan. Namun, kondisi geografis Flores membuat sejumlah wilayah sulit dijangkau.
“Kami mengalami kendala karena karakter geografis di Flores saat ini sulit dijangkau. Oleh karena itu, bantuan kami salurkan secara bertahap sesuai kondisi akses dari kecamatan hingga titik pengungsian,” ujar Berton.
BNPB juga menggunakan transportasi laut untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan logistik dalam jumlah besar.
Pengungsi NTT Capai 59.647 Orang
BNPB mencatat jumlah pengungsi di seluruh wilayah NTT mencapai 59.647 orang. Kabupaten Manggarai mencatat jumlah pengungsi terbanyak.
Berton mengatakan banyak warga memilih mengungsi secara mandiri. Kondisi tersebut membuat petugas membutuhkan waktu untuk mendata dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan.
Selain pendataan, kondisi jalan yang labil juga menghambat akses petugas menuju sejumlah desa. BNPB kini memprioritaskan penanganan pengungsi karena sebagian warga belum berani kembali ke rumah yang rusak dan masih mengkhawatirkan gempa susulan.
Pemerintah terus memenuhi kebutuhan dasar warga, termasuk makanan, air bersih, tenda, matras, selimut, sanitasi, kebersihan, serta kebutuhan kelompok rentan.
BNPB juga menyalurkan bantuan ke berbagai titik pengungsian. Langkah tersebut dilakukan karena masyarakat terdampak masih tersebar di sejumlah lokasi, bukan hanya dalam satu tempat pengungsian terpusat.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: Tim Redaksi



Saat ini belum ada komentar