Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Kemenag Tegaskan Padepokan Padhang Ati Bukan Pesantren, Kasus Dugaan Cabul Ditangani Polisi

Kemenag Tegaskan Padepokan Padhang Ati Bukan Pesantren, Kasus Dugaan Cabul Ditangani Polisi

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) – Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menegaskan lembaga yang dipimpin terduga pelaku pencabulan di Pekalongan bukan pondok pesantren. Sebaliknya, lembaga itu merupakan padepokan bernama Padepokan Padhang Ati.

Basnang mengatakan Kementerian Agama telah memeriksa data Education Management Information System (EMIS). Dari hasil pemeriksaan itu, Kemenag tidak menemukan izin operasional maupun data pendaftaran lembaga tersebut di Kabupaten Pekalongan.

“Lembaga itu bukan pesantren, tetapi padepokan. Kami sudah mengecek data EMIS dan tidak menemukan izin operasional lembaga tersebut,” ujar Basnang di Jakarta, Kamis.

Selain itu, Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Pekalongan juga memverifikasi keberadaan lembaga tersebut. Hasil verifikasi menunjukkan Padepokan Padhang Ati berada di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

Karena itu, Basnang menilai publik tidak tepat menyebut padepokan tersebut sebagai pondok pesantren. Pasalnya, pengelola lembaga belum mengantongi tanda daftar maupun izin resmi dari Kementerian Agama.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan membahas kasus tersebut dalam rapat koordinasi pada 11 Mei 2026. Dinas P3A dan PPKB memimpin rapat bersama sejumlah instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan kasus.

Selanjutnya, aparat kepolisian mengambil alih penanganan perkara karena lembaga tersebut tidak terdaftar di Kemenag maupun Kesbangpol.

Para korban kemudian melaporkan dugaan kekerasan seksual itu ke Polresta Pekalongan. Setelah menerima laporan, polisi langsung mengamankan pengasuh Padepokan Padhang Ati pada 27 Mei 2026.

“Kami mendukung proses hukum yang berjalan. Kami tidak mentoleransi tindak kekerasan seksual dalam bentuk apa pun,” kata Basnang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Nabi Nuh

    Kisah Nabi Nuh: Mengapa Hewan Diselamatkan dan Manusia Ditinggalkan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 1.729
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Kisah Nabi Nuh sering dipahami sebagai cerita tentang bahtera dan banjir besar. Padahal, kisah ini menyimpan pelajaran moral yang jauh lebih dalam. Dari sini muncul satu pertanyaan penting: mengapa Nabi Nuh menyelamatkan hewan, sementara banyak manusia justru ditinggalkan? Selama ratusan tahun, Nabi Nuh berdakwah dengan kesabaran luar biasa. Dengan keteguhan hati, ia […]

  • Ganda putri Indonesia Rachel Febi Orleans Masters 2026

    Rachel/Febi Tembus Perempat Final Orleans Masters 2026, Bidik Gelar Juara

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 150
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum melaju ke perempat final Orleans Masters 2026. Mereka mengalahkan pasangan Taiwan Chen Su Yu/Lee Yu-Hsuan dalam tiga gim. Rachel/Febi menang dengan skor 14-21, 21-6, 21-13. Pertandingan berlangsung di Palais des Sports, Orleans, Prancis, Kamis. Febi menegaskan target mereka adalah meraih gelar juara. Namun, ia tetap […]

  • pelaut India Timur waspada di jalur pelayaran Timur Tengah

    India Peringatkan Pelaut Waspada di Timur Tengah Saat Ketegangan Meningkat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 220
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pemerintah India mengimbau seluruh pelaut dan pemangku kepentingan sektor pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan saat beroperasi di kawasan Timur Tengah. Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya ketegangan keamanan regional yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran internasional. Selain itu, pemerintah menilai situasi geopolitik di kawasan tersebut terus berkembang cepat. Oleh karena itu, langkah pencegahan sejak dini […]

  • Pemkab Konsel KLHK terkait dugaan pelanggaran PT WIN

    Tak Indahkan Rekomendasi KLHK Terkait Sanksi PT. WIN, Pemda Konsel Tuai Sorotan.

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dan Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara menyoroti sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) yang hingga kini belum menindaklanjuti rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait PT Wijaya Inti Nusantara (WIN). Gubernur LIRA Sultra, Jefry Rembasa, menilai KLHK telah menunjukkan penghargaan kepada Pemkab Konsel dengan […]

  • Aparat Iran Tembaki Demonstran, Saksi Mata Ungkap Aksi Brutal

    Aparat Iran Tembaki Demonstran, Saksi Mata Ungkap Aksi Brutal

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 308
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Aparat Iran tembaki demonstran dalam gelombang unjuk rasa yang terus meluas di berbagai wilayah negara tersebut. Seorang saksi mata mengungkap pasukan keamanan menggunakan peluru tajam untuk membubarkan massa, sebagaimana ia sampaikan kepada BBC, (13/1/2026). Di tengah pembatasan arus informasi yang ketat akibat gelombang demonstrasi, saksi mata tersebut memberikan gambaran langsung tentang situasi […]

  • Penderitaan Suku Indian di Amerika: Sejarah Penindasan yang Berlanjut

    Penderitaan Suku Indian di Amerika: Sejarah Penindasan yang Berlanjut

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com– Penderitaan Indian Amerika mencerminkan sejarah panjang penindasan terhadap masyarakat adat di Amerika Serikat. Sejak masa kolonisasi Eropa, berbagai kebijakan negara secara aktif menggusur, melemahkan, dan meminggirkan suku-suku Indian dari tanah serta kehidupan mereka. Oleh karena itu, isu ini tidak bisa dipahami sebagai peristiwa masa lalu semata, melainkan sebagai persoalan struktural yang masih berdampak […]

expand_less