Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PM2.5 Pekanbaru Capai Level Berbahaya, PC PMII Desak Pemerintah Serius Tangani Sumber Kabut Asap

PM2.5 Pekanbaru Capai Level Berbahaya, PC PMII Desak Pemerintah Serius Tangani Sumber Kabut Asap

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pekanbaru, (KABARSITANA.COM) – 7 Oktober 2026  Kembalinya kabut asap dengan intensitas yang semakin terasa di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru menjadi alarm serius bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Persoalan kualitas udara tidak boleh dipandang sebatas fenomena musiman, sebab dampaknya menyentuh langsung aspek kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga kualitas hidup warga.

Pantauan kondisi udara pada Selasa (6/10/2026) menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Kota Pekanbaru sempat mencapai 298,7 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB, yang masuk dalam kategori berbahaya. Kondisi tersebut kemudian mengalami penurunan, namun kualitas udara masih berada pada tingkat yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Situasi ini turut berdampak terhadap sektor pendidikan. Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD hingga SMP pada 6–7 Oktober 2026 sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan siswa.

Sekretaris PC PMII Kota Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, menilai memburuknya kualitas udara harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata kelola pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kebijakan PJJ dan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan memang penting sebagai langkah mitigasi. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh berhenti pada penanganan dampak. Pemerintah juga harus memastikan sumber persoalan ditelusuri secara serius.

Masyarakat membutuhkan udara yang sehat, bukan sekadar imbauan ketika kabut asap sudah menyelimuti kota. Pemerintah harus bekerja dari hulu sampai hilir, mulai dari memastikan sumber asap, melakukan pencegahan, sampai memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Gusti Pardamean Nasution.

PC PMII Kota Pekanbaru juga menyoroti informasi BMKG yang menyebutkan bahwa kondisi asap di Riau tidak hanya dipengaruhi oleh titik panas yang berada di wilayah Riau. Asap dari wilayah Sumatera Selatan dan Jambi turut berkontribusi karena kondisi angin dominan dari arah tenggara membawa partikel asap menuju wilayah Riau.

BMKG juga mendeteksi sejumlah titik panas di wilayah Riau, termasuk di Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kabut asap membutuhkan penanganan lintas wilayah dan koordinasi antarlembaga yang lebih kuat.

Gusti menegaskan, persoalan kabut asap harus ditempatkan sebagai persoalan publik yang membutuhkan kebijakan berbasis data, koordinasi kelembagaan, serta penegakan hukum yang konsisten apabila ditemukan adanya pelanggaran.

Kita tidak ingin setiap tahun masyarakat kembali menghadapi persoalan yang sama, sementara penyelesaiannya hanya bersifat reaktif. Kalau ada aktivitas yang terbukti menjadi sumber pencemaran dan melanggar ketentuan, maka harus ada proses hukum yang transparan dan tegas,” tegasnya.

PC PMII Kota Pekanbaru juga mendorong pemerintah daerah bersama kepolisian, TNI, BPBD, DLHK, BMKG, serta instansi terkait untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap titik panas maupun potensi kebakaran lahan.

Selain itu, pemerintah dinilai perlu memastikan informasi mengenai kualitas udara dapat disampaikan secara terbuka, mudah diakses, dan diperbarui secara berkala. Informasi tersebut penting agar masyarakat dapat menentukan langkah perlindungan diri berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Bagi PC PMII Kota Pekanbaru, keselamatan masyarakat harus menjadi orientasi utama dalam setiap kebijakan penanganan kabut asap. Kelompok rentan, khususnya anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan, harus memperoleh perlindungan yang memadai.

PMII Kota Pekanbaru berpandangan bahwa udara bersih bukan sekadar kebutuhan ekologis, tetapi merupakan bagian dari hak dasar masyarakat yang harus dijamin negara.

Karena itu, PC PMII Kota Pekanbaru meminta pemerintah tidak menjadikan kabut asap sebagai persoalan yang hanya diselesaikan ketika situasi sudah memburuk. Pencegahan, pengawasan, transparansi informasi, penegakan hukum, serta pemulihan lingkungan harus berjalan secara berkelanjutan.

Jangan sampai masyarakat kembali menjadi pihak yang paling dirugikan dari persoalan yang berulang. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang terukur, berbasis data, dan berpihak pada keselamatan publik. Kabut asap hari ini harus menjadi bahan evaluasi serius, bukan sekadar berita yang berulang setiap tahun,” tutup Gusti Pardamean Nasution.

(Rm)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AIPTU YH Propam Sultra dilaporkan oleh GMN

    Aiptu YH Resmi Dilaporkan ke Propam Polda Sultra, GMN : Segerah Lakukan Audit Investigasi

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 424
    • 0Komentar

    KENDARI, Kabaristana.com – Gerakan Mahasiswa Nusantara (GMN) melaporkan anggota Polri berinisial AIPTU YH dari Polres Baubau ke Propam Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) atas dugaan pelanggaran disiplin. GMN meminta Propam Polda Sultra memeriksa dugaan penerimaan gaji dan fasilitas negara meski AIPTU YH diduga tidak menjalankan tugas kedinasan dalam waktu yang lama. Pelapor Azhar Ajira menduga AIPTU […]

  • FKMH Sultra Desak Kejagung Bongkar Aktor di Balik Dugaan Tambang Nikel Ilegal PT BPS

    FKMH Sultra Desak Kejagung Bongkar Aktor di Balik Dugaan Tambang Nikel Ilegal PT BPS

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Forum Komunikasi Mahasiswa Hukum (FKMH) Sulawesi Tenggara mendesak Kejaksaan Agung RI mengusut dugaan aktivitas tambang nikel ilegal yang melibatkan PT Babarina Putra Sulung (BPS) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Desakan itu muncul setelah Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara menjalankan penyidikan terhadap aktivitas pertambangan perusahaan tersebut. FKMH Minta Kejagung Awasi Penanganan Kasus […]

  • Partikel TRISO nuklir sebagai bahan bakar reaktor Generasi IV yang aman dan efisien

    Nuklir Dan Partikel Triso Dalam Teknologi Reaktor GEN-IV

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Jakarta, 28 Juni 2026 By: Irwanuddin H.I. Kulla Tenaga Ahli Menteri ESDM RI Bid. Pengembangan Potensi Pemanfaatan Tenaga Nuklir/ Dekan FT UPDM (B) / Direktur PUSPINEBT ICMI Perkembangan teknologi nuklir terus melaju. Para peneliti kini berfokus pada pengembangan reaktor Generasi IV atau Gen-IV. Teknologi ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi. Selain itu, reaktor […]

  • konflik AS Iran China berdampak pada stabilitas energi global

    Konflik AS–Iran Berpotensi Menekan Ekonomi China dari Banyak Sisi

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 259
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Ketegangan yang berpotensi melibatkan Iran dapat memberi tekanan ekonomi signifikan bagi China. Dampak itu muncul meski tidak terjadi konfrontasi militer langsung. Kenaikan harga energi, gangguan jalur pelayaran, dan pengetatan sanksi internasional menjadi sumber utama risiko. Presiden Pusat Studi Timur Tengah sekaligus dosen tamu Universitas HSE, Murad Sadygzade, menilai Iran memegang posisi strategis […]

  • Dapur MBG Unhas Jadi “Laboratorium Hidup”, Model Baru Kebijakan Publik Berbasis Riset

    Dapur MBG Unhas Jadi “Laboratorium Hidup”, Model Baru Kebijakan Publik Berbasis Riset

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Senin 4/5/2026 Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Universitas Hasanuddin menunjukkan model baru kebijakan publik berbasis riset. Fasilitas ini berfungsi sebagai ruang produksi sekaligus pusat pembelajaran. Ketua Umum DPP APPMBGI Abdul Rivai Ras menyebut dapur tersebut sebagai “laboratorium hidup”. Ia menegaskan, riset, inovasi, dan praktik kini berjalan dalam satu sistem. Menurut […]

  • Disrupsi teknologi kerja dibahas Menaker Yassierli dalam siniar

    Menaker Yassierli: Disrupsi Teknologi dan AI Jadi Peluang Angkatan Kerja Muda Tingkatkan Keterampilan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 249
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.c0m) | Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan disrupsi teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence (AI), membuka peluang bagi angkatan kerja muda untuk mengembangkan keterampilan baru dan meningkatkan daya saing di pasar kerja. Ia menyampaikan hal tersebut dalam siniar di kantor Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Jakarta, Rabu. Menurut Yassierli, perubahan teknologi memang menggeser banyak jenis pekerjaan. Namun, […]

expand_less