Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
  • visibility 682
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rafah, Gaza, (Kabaristana.com) – Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk ketika konflik masih berlangsung. Kekurangan makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar membuat jutaan warga Palestina berjuang bertahan hidup di kamp-kamp pengungsian.

Banyak keluarga kehilangan rumah setelah operasi militer Israel di wilayah tersebut. Organisasi kemanusiaan memperkirakan sekitar 1,9 juta warga Palestina kini hidup sebagai pengungsi, sebagian besar berada di wilayah selatan Gaza.

Salah satu kisah datang dari Do’a Atef, anak perempuan berusia 12 tahun. Setiap hari ia berjalan dari tenda pengungsian ke rumah-rumah warga untuk meminta makanan. Ia juga mencari kayu bakar di bukit berdebu dekat kamp pengungsi Rafah agar keluarganya bisa memasak.

Do’a mengatakan keluarganya sebelumnya tinggal di Beit Lahia, Gaza utara. Konflik memaksa mereka meninggalkan rumah bersama orang tua dan tujuh saudara kandungnya.

“Kami sangat haus sampai harus minum air kotor. Saudara-saudara saya menangis sepanjang hari,” katanya.

Ia juga menjelaskan keluarganya kesulitan mendapatkan tepung, susu bayi, popok, dan kebutuhan dasar lain. Kamp pengungsian tempat mereka tinggal juga tidak memiliki fasilitas sanitasi yang memadai.

Beberapa bulan lalu Do’a masih bersekolah dan bermain bersama teman-temannya. Kini kehidupannya berubah drastis.

“Sekarang kami hanya mencari kayu bakar dan berjalan tanpa alas kaki,” ujarnya.

Kekurangan Makanan dan Air Semakin Parah

Kelompok bantuan kemanusiaan melaporkan warga Gaza semakin sulit mendapatkan makanan dan air bersih. Banyak orang berjalan berjam-jam untuk mengantre air atau mencari bantuan pangan.

Beberapa keluarga bahkan mulai mengumpulkan air hujan karena sumber air bersih semakin langka.

Bushra Khalidi dari organisasi Oxfam mengatakan kelangkaan bantuan telah memicu perebutan air di antara warga.

“Krisis ini bukan hanya bencana kemanusiaan, tetapi situasi yang sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat Gaza,” ujarnya.

Harga Pangan Melonjak Tajam

Konflik juga mendorong lonjakan harga kebutuhan pokok. Sebelum perang, satu karung tepung seberat 25 kilogram dijual sekitar 15 dolar AS. Kini pedagang menjualnya hingga 100 dolar AS.

Pekerja kemanusiaan Palestina, Najla Shawa, mengatakan hampir semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga.

“Bahkan jika seseorang memiliki uang, perjalanan untuk membeli makanan tetap berbahaya dan sulit,” katanya.

Banyak keluarga akhirnya membatasi konsumsi air dan makanan. Orang dewasa sering mengurangi jatah makan agar anak-anak tetap mendapatkan makanan.

Warga Mulai Mengalami Kelaparan

Hazem Zarifa, mahasiswa berusia 24 tahun yang berlindung di Khan Younis, mengatakan ia harus berjalan berkilometer setiap hari untuk mencari makanan.

“Saya sudah kehilangan lebih dari 10 kilogram berat badan,” katanya.

Program Pangan Dunia (WFP) juga menemukan kondisi yang mengkhawatirkan. Laporan terbaru menunjukkan 83 persen rumah tangga di Gaza selatan mengalami kekurangan makanan, sementara 38 persen berada pada tingkat kelaparan parah.

Wakil Direktur Eksekutif WFP, Carl Skau, menggambarkan situasi di Gaza sangat kritis.

“Banyak warga Gaza hampir tidak makan sama sekali,” katanya setelah melakukan kunjungan ke wilayah tersebut.

Risiko Penyakit Meningkat

Krisis air bersih dan sanitasi juga meningkatkan risiko penyakit. Organisasi kemanusiaan menemukan lebih banyak kasus diare, muntah, alergi kulit, dan kutu pada anak-anak di kamp pengungsian.

Kondisi tempat penampungan yang padat serta fasilitas sanitasi yang terbatas mempercepat penyebaran penyakit.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan bahwa sistem bantuan kemanusiaan di Gaza berada di ambang keruntuhan. Ia menilai situasi tersebut dapat memicu gangguan ketertiban sosial jika bantuan tidak segera meningkat.

Respons Israel

Militer Israel menyatakan operasi mereka di Gaza tetap mengikuti hukum internasional. Pemerintah Israel juga menilai hambatan distribusi bantuan sebagian berkaitan dengan kendala operasional badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA.

Namun UNRWA sebelumnya menolak tudingan tersebut.

Sementara itu, berbagai organisasi kemanusiaan internasional terus mendesak pembukaan akses bantuan yang lebih luas agar warga sipil Gaza dapat memperoleh makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Steve Roger

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Eksekusi Blok Masela untuk memperkuat ketahanan energi nasional

    Prabowo Eksekusi Blok Masela, Ichi Amahoru: Harapan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia Timur

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 373
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Ketua Koalisi Pemuda Indonesia Timur (KPIT), Ichi Amahoru, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang merealisasikan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi tonggak penting untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di kawasan Indonesia Timur. Ichi menilai pemerintah akhirnya menjawab harapan masyarakat setelah proyek tersebut tertunda selama bertahun-tahun. Selain […]

  • warga desa ngurit gelar ritual adat kaharingan Dayak maanyan,menjaga harmoni dengan alam dan leluhur.

    warga desa ngurit gelar ritual adat kaharingan Dayak maanyan,menjaga harmoni dengan alam dan leluhur.

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 118
    • 0Komentar

    BARITO SELATAN, Kabaristana.com – Warga Desa Ngurit, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menggelar ritual adat Hindu Kaharingan pada Sabtu (11/7/2026). Ritual berlangsung di RT 02 Desa Ngurit. Kegiatan ini menjadi tradisi turun-temurun Suku Dayak Ma’anyan. Hingga kini, masyarakat tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut. Tokoh adat Hindu Kaharingan, Resto, memimpin […]

  • penukaran rupiah lama dicabut di kantor Bank Indonesia

    Sejumlah Rupiah Lama Dicabut, Hak Penukaran Warga Masih Berlaku

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 317
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Sejumlah uang Rupiah lama kini tidak dapat lagi digunakan sebagai alat pembayaran sah. Warga tidak bisa memakainya untuk transaksi sehari-hari. Kondisi ini berisiko merugikan masyarakat jika mereka tidak segera menukarkannya. Banyak warga masih menyimpan uang lama sebagai tabungan, koleksi, atau warisan keluarga. Sebagian warga belum mengetahui bahwa uang tersebut sudah tidak berlaku. […]

  • Dugaan Kolusi RSUD Koltim dilaporkan Koalisi Aktivis Bersatu ke KPK

    Koalisi Aktivis Bersatu Resmi Laporkan Dugaan Kolusi Proyek Lanjutan Pembangunan RSUD Kolaka Timur 

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 195
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Koalisi Aktivis Bersatu melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka membawa dugaan kolusi dalam proyek lanjutan pembangunan RSUD Kolaka Timur (Koltim). Koalisi menyampaikan laporan itu pada Jumat (7/8/2026). Nilai proyek tersebut mereka sebut mencapai lebih dari Rp30 miliar. Koalisi Soroti Proyek RSUD Koltim Jenderal Lapangan Koalisi Aktivis Bersatu, Arnol Ibnu Rasyid, menjelaskan […]

  • Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat

    Lima Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan untuk Pemeriksaan

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Penonaktifan dilakukan menyusul temuan Ombudsman Republik Indonesia di lapas tersebut. Lima pejabat yang dinonaktifkan terdiri atas Kepala Lapas (Kalapas), Kepala Pengamanan Lapas (KPLP), Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Kasibinadik), Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasikamtib), serta […]

  • KPIT Dukung Pemberantasan Korupsi dalam konferensi pers di Jakarta

    Darurat Korupsi, Ketua KPIT Ichi Amahoru Apresiasi Aparat Penegak Hukum dalam Pemberantasan Korupsi

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Ketua Umum Koalisi Pemuda Indonesia Timur (KPIT), Ichi Amahoru, menyatakan keprihatinannya terhadap maraknya praktik korupsi di berbagai sektor pemerintahan. Menurutnya, korupsi menjadi ancaman serius yang menghambat pembangunan nasional, merusak kepercayaan publik, dan mengurangi kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Ichi menilai Indonesia kini berada dalam kondisi darurat korupsi. Ia mengibaratkan korupsi sebagai penyakit kanker […]

expand_less