Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
  • visibility 625
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rafah, Gaza, (Kabaristana.com) – Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk ketika konflik masih berlangsung. Kekurangan makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar membuat jutaan warga Palestina berjuang bertahan hidup di kamp-kamp pengungsian.

Banyak keluarga kehilangan rumah setelah operasi militer Israel di wilayah tersebut. Organisasi kemanusiaan memperkirakan sekitar 1,9 juta warga Palestina kini hidup sebagai pengungsi, sebagian besar berada di wilayah selatan Gaza.

Salah satu kisah datang dari Do’a Atef, anak perempuan berusia 12 tahun. Setiap hari ia berjalan dari tenda pengungsian ke rumah-rumah warga untuk meminta makanan. Ia juga mencari kayu bakar di bukit berdebu dekat kamp pengungsi Rafah agar keluarganya bisa memasak.

Do’a mengatakan keluarganya sebelumnya tinggal di Beit Lahia, Gaza utara. Konflik memaksa mereka meninggalkan rumah bersama orang tua dan tujuh saudara kandungnya.

“Kami sangat haus sampai harus minum air kotor. Saudara-saudara saya menangis sepanjang hari,” katanya.

Ia juga menjelaskan keluarganya kesulitan mendapatkan tepung, susu bayi, popok, dan kebutuhan dasar lain. Kamp pengungsian tempat mereka tinggal juga tidak memiliki fasilitas sanitasi yang memadai.

Beberapa bulan lalu Do’a masih bersekolah dan bermain bersama teman-temannya. Kini kehidupannya berubah drastis.

“Sekarang kami hanya mencari kayu bakar dan berjalan tanpa alas kaki,” ujarnya.

Kekurangan Makanan dan Air Semakin Parah

Kelompok bantuan kemanusiaan melaporkan warga Gaza semakin sulit mendapatkan makanan dan air bersih. Banyak orang berjalan berjam-jam untuk mengantre air atau mencari bantuan pangan.

Beberapa keluarga bahkan mulai mengumpulkan air hujan karena sumber air bersih semakin langka.

Bushra Khalidi dari organisasi Oxfam mengatakan kelangkaan bantuan telah memicu perebutan air di antara warga.

“Krisis ini bukan hanya bencana kemanusiaan, tetapi situasi yang sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat Gaza,” ujarnya.

Harga Pangan Melonjak Tajam

Konflik juga mendorong lonjakan harga kebutuhan pokok. Sebelum perang, satu karung tepung seberat 25 kilogram dijual sekitar 15 dolar AS. Kini pedagang menjualnya hingga 100 dolar AS.

Pekerja kemanusiaan Palestina, Najla Shawa, mengatakan hampir semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga.

“Bahkan jika seseorang memiliki uang, perjalanan untuk membeli makanan tetap berbahaya dan sulit,” katanya.

Banyak keluarga akhirnya membatasi konsumsi air dan makanan. Orang dewasa sering mengurangi jatah makan agar anak-anak tetap mendapatkan makanan.

Warga Mulai Mengalami Kelaparan

Hazem Zarifa, mahasiswa berusia 24 tahun yang berlindung di Khan Younis, mengatakan ia harus berjalan berkilometer setiap hari untuk mencari makanan.

“Saya sudah kehilangan lebih dari 10 kilogram berat badan,” katanya.

Program Pangan Dunia (WFP) juga menemukan kondisi yang mengkhawatirkan. Laporan terbaru menunjukkan 83 persen rumah tangga di Gaza selatan mengalami kekurangan makanan, sementara 38 persen berada pada tingkat kelaparan parah.

Wakil Direktur Eksekutif WFP, Carl Skau, menggambarkan situasi di Gaza sangat kritis.

“Banyak warga Gaza hampir tidak makan sama sekali,” katanya setelah melakukan kunjungan ke wilayah tersebut.

Risiko Penyakit Meningkat

Krisis air bersih dan sanitasi juga meningkatkan risiko penyakit. Organisasi kemanusiaan menemukan lebih banyak kasus diare, muntah, alergi kulit, dan kutu pada anak-anak di kamp pengungsian.

Kondisi tempat penampungan yang padat serta fasilitas sanitasi yang terbatas mempercepat penyebaran penyakit.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan bahwa sistem bantuan kemanusiaan di Gaza berada di ambang keruntuhan. Ia menilai situasi tersebut dapat memicu gangguan ketertiban sosial jika bantuan tidak segera meningkat.

Respons Israel

Militer Israel menyatakan operasi mereka di Gaza tetap mengikuti hukum internasional. Pemerintah Israel juga menilai hambatan distribusi bantuan sebagian berkaitan dengan kendala operasional badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA.

Namun UNRWA sebelumnya menolak tudingan tersebut.

Sementara itu, berbagai organisasi kemanusiaan internasional terus mendesak pembukaan akses bantuan yang lebih luas agar warga sipil Gaza dapat memperoleh makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Steve Roger

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pencarian nelayan hilang Makassar oleh Tim SAR gabungan

    Pencarian Nelayan Hilang Makassar Diperluas hingga 12 Mil Laut

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Makassar, kabaristana.com  | Pencarian nelayan hilang Makassar memasuki hari ketiga dengan perluasan area penyisiran hingga 12 nautical mile dari titik awal kejadian. Tim SAR gabungan menyisir Perairan New Port, kawasan Pelindo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, menyatakan tim memperluas sektor pencarian untuk […]

  • Dugaan pelanggaran tambang AMI disorot aksi mahasiswa di Dirjen Minerba

    Sanksi 8,9 Triliun Belum Diselesaikan, IMPH Desak Dirjen Minerba Hentikan RKAB PT. AMI & PT.AMINDO

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Senin (12/01/2026). Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kementerian ESDM Republik Indonesia. Dalam aksi itu, IMPH menuntut pemerintah menindak dugaan pelanggaran tambang oleh PT Arga Moroni Indah (AMI) dan PT Arga Moroni Indotama (AMINDO). IMPH Temukan Dugaan Tambang di […]

  • Prabowo perjanjian dagang AS saat diskusi bersama pakar di Hambalang

    Prabowo Tegas: Kepentingan Nasional Jadi Prioritas Utama dalam Perjanjian Dagang AS

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 224
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Prabowo perjanjian dagang AS menjadi perhatian publik setelah Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan kepentingan nasional dalam setiap kerja sama internasional dengan Amerika Serikat. Karena itu, pemerintah menilai setiap kebijakan secara cermat agar memberi manfaat bagi Indonesia. Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mempertahankan kesepakatan yang merugikan Indonesia. […]

  • demo tolak tambang Kabaena oleh mahasiswa di Jakarta

    Mahasiswa Sultra Desak ESDM Tolak RKAB dan Cabut IUP Tambang di Pulau Kabaena

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara–Jakarta menggelar aksi demonstrasi untuk memprotes dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Tambang Bumi Sulawesi dan PT Tekonindo di Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Melalui aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan keresahan masyarakat. Mereka menilai aktivitas pertambangan telah merusak lingkungan pesisir dan daratan. Akibatnya, nelayan dan petani setempat menghadapi tekanan […]

  • Dugaan limbah ban bekas yang diduga melibatkan oknum pejabat KUPP Molawe menjadi sorotan GMH Sultra-Jakarta.

    Ketua GMH Sultra-Jakarta Soroti Dugaan Praktik Penjualan Limbah dan Gratifikasi di Kawasan Berikat Morosi

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Hukum Sulawesi Tenggara (GMH) Sultra-Jakarta, Abdi Aditya, mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan penjualan limbah ban bekas dan gratifikasi yang menyeret nama oknum pejabat di Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KUPP) Kelas I Molawe. Abdi mengatakan, GMH Sultra-Jakarta menerima informasi dan laporan masyarakat mengenai dugaan penjualan limbah ban bekas […]

  • Prabowo Subianto rapat kabinet membahas krisis pangan energi air di Istana Presiden Jakarta

    Prabowo Soroti Ancaman Krisis Global: Pangan, Energi, dan Air Jadi Fokus Utama

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 198
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Presiden Prabowo Subianto mengingatkan potensi krisis global yang mengancam banyak negara. Ia menyoroti tiga sektor utama, yaitu pangan, energi, dan air. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Prabowo menegaskan bahwa ketiga sektor tersebut sangat menentukan keselamatan bangsa. Ia menjelaskan bahwa pandangan itu sejalan dengan […]

expand_less