Prabowo Tegas: Kepentingan Nasional Jadi Prioritas Utama dalam Perjanjian Dagang AS
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
- visibility 194
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya kepada para pakar yang diundang berdiskusi di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Kamis (19/3/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) | Prabowo perjanjian dagang AS menjadi perhatian publik setelah Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan kepentingan nasional dalam setiap kerja sama internasional dengan Amerika Serikat. Karena itu, pemerintah menilai setiap kebijakan secara cermat agar memberi manfaat bagi Indonesia.
Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mempertahankan kesepakatan yang merugikan Indonesia. Ia memastikan setiap kebijakan ekonomi memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Prabowo Perjanjian Dagang AS dan Peluang Ekspor
Dalam kerja sama ini, pemerintah menyusun perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) melalui kajian mendalam. Selanjutnya, Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati penurunan tarif perdagangan dari 32 persen menjadi 19 persen.
Dengan langkah tersebut, kesepakatan ini membuka peluang besar bagi produk nasional. Sebanyak 1.819 komoditas kini masuk ke pasar Amerika Serikat dengan tarif nol persen.
Lebih lanjut, daftar tersebut mencakup produk unggulan seperti kopi dan minyak sawit. Oleh karena itu, kebijakan ini mendorong peningkatan ekspor dan memperkuat daya saing pelaku usaha dalam negeri.
Klausul dalam Prabowo Perjanjian Dagang AS
Namun demikian, Prabowo menjelaskan bahwa perjanjian ini memuat klausul penyesuaian. Klausul ini memberi ruang bagi kedua negara untuk meninjau isi kesepakatan.
Jika diperlukan, pemerintah dapat menegosiasikan ulang ketentuan yang tidak sesuai. Dengan langkah ini, Indonesia tetap menjaga kepentingan nasional.
Di sisi lain, Prabowo menilai tidak semua negara memperoleh fleksibilitas serupa dalam kerja sama dengan Amerika Serikat. Oleh sebab itu, posisi Indonesia menjadi lebih kuat dalam menjaga kedaulatan ekonomi.
Dampak dan Strategi Pemerintah ke Depan
Sementara itu, pemerintah tetap bersikap rasional dalam mengambil keputusan ekonomi. Indonesia tidak meniru langkah negara lain tanpa perhitungan matang.
Selain itu, pemerintah mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang dari kerja sama ini. Dukungan terhadap sektor ekspor diharapkan meningkatkan nilai tambah produk nasional di pasar global.
Pemerintah juga memperkuat strategi hilirisasi dan peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar internasional. Dengan strategi ini, Indonesia tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga produsen bernilai tinggi.
Pada akhirnya, prabowo perjanjian dagang as diharapkan mampu meningkatkan ekspor, membuka lapangan kerja, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Sumber: White House
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda



Saat ini belum ada komentar