Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukrim » Penanganan Kasus Tambang Ilegal Sultra Disorot, Bareskrim Dinilai Tebang Pilih

Penanganan Kasus Tambang Ilegal Sultra Disorot, Bareskrim Dinilai Tebang Pilih

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 181
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Kabaristana.com – Publik kembali menyoroti kinerja Bareskrim Polri dalam menangani kasus tambang ilegal di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sejumlah pihak menilai aparat belum konsisten dan cenderung tebang pilih saat memproses perkara.

Nusantara Forest Watch Soroti Ketimpangan

Pertama, Nusantara Forest Watch menyoroti ketimpangan penegakan hukum dalam kasus ini. Mereka mengarahkan kritik kepada pengusaha tambang berinisial AM yang masuk dalam jajaran direksi PT Amarfi.

Menurut mereka, aparat belum menyentuh sosok tersebut, padahal PT Amarfi diduga menjalankan aktivitas penambangan di kawasan hutan pada perkara PT Masempo Dalle.

Selanjutnya, Arin Fahrul Sanjaya menyatakan bahwa penanganan kasus ini memunculkan pertanyaan publik. Ia menilai penyidik belum menetapkan aktor utama sebagai tersangka.

“Penetapan tersangka yang hanya menyasar kuasa direktur PT Masempo Dalle menimbulkan kejanggalan. Justru, kontraktor mining, yakni PT Amarfi, menjalankan aktivitas penambangan,” ujarnya, Kamis (30/04).

Bukti Mengarah ke PT Amarfi

Selain itu, Arin menegaskan bahwa sejumlah barang bukti mengarah ke PT Amarfi. Aparat menemukan ore nikel, dump truk, serta alat berat di lokasi tambang.

Karena itu, ia mendorong penyidik untuk memperluas penetapan tersangka. Dengan langkah tersebut, aparat bisa mengungkap pihak yang mengendalikan aktivitas tambang secara lebih jelas.

IMPH Desak Aparat Bertindak Tegas

Di sisi lain, Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) ikut mengkritik penanganan kasus ini. Ketua IMPH, Rendy Salim, mendesak aparat agar bertindak tegas.

Menurut Rendy, aparat harus menelusuri semua pihak yang terlibat, termasuk aktor utama di balik aktivitas tambang ilegal. Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang objektif, profesional, dan transparan.

“Penanganan perkara tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan. Sebaliknya, aparat harus mengungkap pihak yang memiliki kendali utama,” tegasnya.

Proses Hukum Belum Berjalan Optimal

Sementara itu, aparat mengamankan tiga unit ekskavator dan empat dump truk yang diduga milik PT Amarfi. Petugas kemudian menyimpan barang bukti tersebut di sekitar Kantor Kejaksaan Negeri Konawe.

Namun demikian, proses tahap dua perkara belum berjalan. Pihak kejaksaan menyatakan penyidik belum melengkapi seluruh barang bukti yang dibutuhkan.

Desakan Percepatan Penanganan

Akhirnya, Nusantara Forest Watch dan IMPH mendesak aparat untuk mempercepat penanganan kasus ini. Mereka juga meminta penyidik menelusuri aktor utama, termasuk pihak kontraktor.

Dengan demikian, aparat diharapkan mampu menghadirkan keadilan dan kepastian hukum dalam kasus tambang ilegal di Sulawesi Tenggara.

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tapal Batas Deli menjadi sorotan di wilayah perbatasan Medan

    Sengkarut Tapal Batas Wilayah Deli Serdang, Pemuda Wasathiyah Desak Bupati Deli Serdang Lakukan Pemetaan Ulang dan Pemekaran Wilayah

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 125
    • 0Komentar

    DELI SERDANG, (kabaristana.com) – Persoalan batas wilayah antara Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan kembali menjadi perhatian publik. Hingga kini, batas administratif kedua daerah masih menimbulkan berbagai masalah di lapangan. Ketua DPW Pemuda Wasathiyah Kabupaten Deli Serdang, Jaya Suprada, S.Pd, menyoroti tumpang tindih batas wilayah yang muncul pada sejumlah aplikasi peta digital. Menurutnya, kondisi itu […]

  • Eksodus Kamp Al-Hol ISIS setelah pemerintah Suriah mengambil alih kendali

    Eksodus Kamp Al-Hol Lepaskan Ribuan Afiliasi ISIS dari Pengawasan Suriah

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 235
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Eksodus Kamp Al-Hol ISIS memicu kekhawatiran serius di kalangan pejabat keamanan internasional. Ribuan mantan penghuni kamp, termasuk individu yang memiliki afiliasi dengan ISIS, kini menyebar ke berbagai wilayah Suriah setelah sistem pengamanan di kamp tersebut melemah. Badan intelijen Amerika Serikat memperkirakan sekitar 15.000 hingga 20.000 orang kini berada di luar pengawasan. Lonjakan […]

  • kelas menengah sulit kaya dibandingkan orang kaya dengan aset besar

    Studi Ungkap Pola Belanja Kelas Menengah yang Menghambat Akumulasi Kekayaan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 241
    • 0Komentar

    JAKARTA,kabaristana.com | Keinginan hidup mapan dan memiliki kekayaan finansial masih menjadi tujuan banyak orang. Namun, berbagai riset menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat justru bertahan di kelas menengah karena pola belanja yang kurang mendukung pertumbuhan aset jangka panjang. Di Indonesia, kelompok kelas menengah mendominasi struktur ekonomi. Mereka telah melampaui fase memenuhi kebutuhan dasar, tetapi belum mampu […]

  • Pencatatan perkawinan penghayat didorong Komnas Perempuan di Kuningan

    Komnas Perempuan soroti kendala pencatatan nikah penghayat kepercayaan

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KUNINGAN, (kabaristana.com – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat layanan jemput bola untuk pencatatan perkawinan masyarakat adat dan penghayat kepercayaan. Wakil Ketua Komnas Perempuan Dahlia Madanih menyampaikan dorongan tersebut saat berada di Kuningan, Jawa Barat, Jumat. Menurutnya, langkah itu penting untuk mempercepat pemenuhan hak sipil masyarakat penghayat […]

  • Ilustrasi zona merah narkotika di Sulawesi Tenggara

    Zona Merah Narkotika Sulawesi Tenggara: Peringkat Tertinggi yang Harus Dibaca sebagai Kegagalan Bersama

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Peredaran narkotika di Sulawesi Tenggara mencapai level darurat. Data kasus 2024 menempatkan daerah ini sebagai zona merah narkotika tertinggi nasional. jakarta, kabaristana.com | Sulawesi Tenggara menghadapi ancaman serius akibat tingginya peredaran narkotika. Rekap penanganan kasus sepanjang 2024 yang dipublikasikan pada awal 2025 hingga awal 2026 menempatkan daerah ini sebagai  Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran luas karena […]

  • aksi BEM UI Mabes di depan Markas Besar Polri Jakarta

    Aksi BEM UI di Mabes Polri, Polda Metro Imbau Warga Hindari Jalan Trunojoyo

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 166
    • 0Komentar

    JAKARTA,(kabaristana.com) | Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta Selatan, pada Jumat siang (27/2/2026). Menyikapi aksi tersebut, Polda Metro Jaya meminta masyarakat menghindari kawasan Jalan Trunojoyo dan sejumlah ruas di sekitarnya untuk mengurangi potensi kemacetan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, […]

expand_less