BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat Meski Fitch Turunkan Outlook Jadi Negatif
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
- visibility 343
- comment 1 komentar
- print Cetak

Foto: Logo bank indonesia (BI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) | Bank Indonesia merespons keputusan Fitch Ratings yang mengubah outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif pada 4 Maret 2026. Fitch tetap mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB, yang masih masuk kategori layak investasi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai keputusan tersebut tetap menunjukkan kepercayaan investor global terhadap ekonomi Indonesia. Ia menegaskan perubahan outlook tidak menunjukkan pelemahan fundamental ekonomi nasional.
Ekonomi Domestik Tetap Tumbuh Stabil
Perry menjelaskan ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang kuat di tengah ketidakpastian global. Aktivitas ekonomi domestik terus mencatat pertumbuhan yang stabil.
Inflasi juga berada pada tingkat terkendali, termasuk inflasi inti yang tetap rendah. Bank Indonesia menjaga stabilitas rupiah melalui kebijakan stabilisasi di berbagai pasar.
Bank sentral melakukan intervensi di pasar Non Deliverable Forward (NDF) luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) di pasar dalam negeri.
Sistem Keuangan Nasional Tetap Stabil
Bank Indonesia menilai sektor keuangan nasional berada dalam kondisi sehat. Perbankan memiliki likuiditas yang memadai untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Perbankan juga menjaga tingkat permodalan pada level kuat. Risiko kredit tetap berada pada tingkat rendah.
Digitalisasi sistem pembayaran ikut mendorong aktivitas ekonomi nasional. Infrastruktur pembayaran yang stabil dan struktur industri yang sehat memperkuat sistem keuangan.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.
Pertumbuhan ekonomi berpotensi meningkat pada 2027 seiring stabilnya inflasi dalam target kebijakan.
Ketahanan eksternal ekonomi Indonesia juga tetap kuat. Neraca Pembayaran Indonesia diperkirakan mencatat kinerja positif dengan dukungan neraca perdagangan yang solid.
Bank Indonesia memperkirakan defisit transaksi berjalan pada 2026 berada pada kisaran 0,1 hingga 0,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Kondisi tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia masih memiliki fondasi yang kuat meski menghadapi dinamika ekonomi global.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: kabaristana.com



Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.
11 Maret 2026 4:13 pm