Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukrim » Mahasiswa Aksi di KPK Soroti Dugaan Pungli Program PTSL di BPN Sumedang

Mahasiswa Aksi di KPK Soroti Dugaan Pungli Program PTSL di BPN Sumedang

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 353
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) | 6 Maret 2026 Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Mereka menyoroti dugaan praktik pungutan liar dalam pengurusan sertifikat tanah di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumedang.

Mahasiswa menilai dugaan pungutan tersebut terjadi dalam pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program ini merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk mempercepat legalisasi aset masyarakat.

Program PTSL Bertujuan Memberi Kepastian Hukum

Pemerintah menjalankan Program PTSL untuk memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat. Program ini juga menjadi bagian penting dari agenda reformasi agraria nasional.

Melalui PTSL, pemerintah menargetkan proses sertifikasi tanah berjalan lebih cepat, transparan, dan terjangkau. Program ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh legalitas tanah secara resmi.

Namun, beberapa warga di Sumedang mengaku masih menghadapi kendala saat mengurus sertifikat tanah melalui program tersebut.

Masyarakat Keluhkan Dugaan Pungutan Tambahan

Sejumlah laporan masyarakat menyebut adanya biaya tambahan dalam proses pengurusan sertifikat tanah. Warga menilai biaya tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Dugaan pungutan ini muncul dalam beberapa tahapan administrasi. Kondisi tersebut memicu kecurigaan adanya praktik yang berlangsung secara sistematis.

Mahasiswa menilai situasi ini merugikan masyarakat. Praktik tersebut juga dinilai mencederai tujuan utama program PTSL yang seharusnya memudahkan masyarakat.

Dugaan Keterlibatan Pejabat BPN Sumedang

Informasi yang beredar di masyarakat juga mengarah pada dugaan pembiaran oleh pimpinan kantor BPN setempat. Dugaan tersebut bahkan menyeret nama Kepala Kantor BPN Kabupaten Sumedang berinisial TSS.

Mahasiswa meminta aparat penegak hukum menelusuri informasi tersebut secara menyeluruh. Jika terbukti, kasus ini dapat masuk kategori praktik pungutan liar.

Mahasiswa Sampaikan Lima Tuntutan

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada KPK dan Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia, yaitu:

  1. Mendesak aparat penegak hukum memeriksa dugaan pungutan liar di Kantor BPN Kabupaten Sumedang.

  2. Meminta Kementerian ATR/BPN melakukan audit pelaksanaan Program PTSL di Sumedang.

  3. Mendesak pemeriksaan terhadap Kepala Kantor BPN Sumedang berinisial TSS.

  4. Meminta Menteri ATR/BPN mencopot Kepala Kantor BPN Sumedang jika terbukti terlibat.

  5. Menuntut perbaikan sistem pelayanan pertanahan agar praktik pungli tidak terulang.

Aktivis Ancam Aksi Lebih Besar

Koordinator aksi, Daffariza, menegaskan bahwa aksi tersebut bertujuan mendorong transparansi pelayanan publik. Ia juga meminta pemerintah memastikan program PTSL berjalan sesuai tujuan.

“Jika tuntutan kami tidak didengar, kami akan menggelar aksi dengan massa yang lebih besar,” ujar Daffariza.

Mahasiswa berharap KPK dan Kementerian ATR/BPN segera menindaklanjuti laporan masyarakat. Mereka juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan dalam pelaksanaan program pertanahan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pabrik uang palsu Tangsel dibongkar Polda Metro Jaya. Polisi menangkap empat tersangka dan menyita 360 ribu lembar uang palsu.

    Polda Metro Jaya Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel, Empat Tersangka Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 131
    • 0Komentar

    TANGERANG SELATAN, (kabaristana.com) — Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membongkar pabrik uang palsu di kawasan pergudangan Taman Tekno, Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten. Polisi menangkap empat orang dalam pengungkapan kasus tersebut. Penyidik juga menyita sekitar 360.000 lembar uang palsu pecahan Rp100.000. Jika dihitung berdasarkan nilai nominal, seluruhnya mencapai Rp36 miliar. Polisi Ungkap Produksi […]

  • alasan Prabowo tidak hadir Harlah NU ke-100 di Istora Senayan

    Gus Yahya Ungkap Alasan Presiden Prabowo dan Rais Aam Tak Hadir di Harlah ke-100 NU

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Prabowo absen Harlah NU ke-100 yang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) gelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, memaparkan alasan Presiden Prabowo Subianto tidak menghadiri agenda tersebut. Gus Yahya menyatakan Presiden Prabowo menjalankan agenda kenegaraan lain yang bersifat mendesak. Agenda itu berkaitan langsung dengan kehadiran tamu negara […]

  • Mediasi Sengketa Lahan Gagal, Perwakilan PT MUTU Tinggalkan Ruang Mediasi

    Mediasi Sengketa Lahan Gagal, Perwakilan PT MUTU Tinggalkan Ruang Mediasi

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Usupriyadi, Tim
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabaristana.com — Mediasi sengketa lahan antara Yupelis dan sejumlah pihak dengan PT Multi Tambang Jaya Utama (PT MUTU) belum menghasilkan kesepakatan. Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (PKS) Kabupaten Barito Timur memfasilitasi pertemuan tersebut pada Jumat, 7 Agustus 2026. Proses mediasi berlangsung dengan melibatkan sejumlah pihak terkait. Mediasi Sengketa Lahan Berakhir Buntu Mediasi memasuki tahap […]

  • Truk LPG Bandung diduga picu kecelakaan beruntun di Jalan Leuwipanjang yang menewaskan seorang wanita.

    Diduga Micro Sleep, Truk LPG Picu Kecelakaan Beruntun di Bandung, Seorang Wanita Tewas

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)– Sebuah truk pengangkut gas LPG diduga mengalami micro sleep hingga memicu kecelakaan beruntun di Jalan Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7) sekitar pukul 12.15 WIB. Peristiwa itu menewaskan seorang wanita pengendara sepeda motor dan menyebabkan satu korban lainnya mengalami luka berat. Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry, mengatakan dugaan sementara mengarah […]

  • OTT pegawai pajak KPK di Kantor DJP Jakarta Utara

    KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dan Valuta Asing dari OTT Pegawai Pajak

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 512
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita ratusan juta rupiah dan sejumlah mata uang asing (valas) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pegawai pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara. Operasi ini berkaitan dengan dugaan suap untuk mengurangi nilai pajak wajib pajak. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengatakan penyidik masih mendalami […]

  • lobi gedung KPK terkait kasus KPK Lippo Cikarang

    KPK Periksa Legal Lippo Cikarang, Dalami Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 294
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap di Kabupaten Bekasi. Dalam proses ini, isu KPK Lippo Cikarang mencuat setelah penyidik memeriksa saksi dari pihak perusahaan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penyidik memanggil saksi berinisial RR yang bekerja di bagian legal Lippo Cikarang. Tim penyidik menjalankan pemeriksaan di […]

expand_less