Jakarta, (Kabaristana.com)-Pemerintah terus memperkuat pembaruan data kemiskinan guna memastikan bantuan sosial sampai kepada warga yang membutuhkan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas program pengentasan kemiskinan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, meminta pemerintah daerah dan desa aktif memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia menilai data yang akurat membantu pemerintah menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
Muhaimin menyampaikan pernyataan itu saat memimpin rapat bersama Menteri Sosial dan Badan Pusat Statistik di Jakarta, Sabtu.
Pemerintah Percepat Pembaruan Data Kemiskinan
Muhaimin juga mendorong percepatan graduasi kemiskinan sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Pemerintah ingin penerima bantuan mampu mandiri dan meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.
Menurut Muhaimin, bantuan sosial tidak boleh hanya menjadi perlindungan sementara. Program bantuan harus membantu masyarakat keluar dari kemiskinan secara bertahap.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Kemensos terus memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga. Langkah itu bertujuan mengukur capaian pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
DTSEN Bantu Validasi Penerima Bansos
Saifullah Yusuf menjelaskan Kemensos dan BPS terus memperbarui DTSEN hingga tingkat desa. Saat ini, lebih dari 70 ribu operator desa sudah terhubung melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
Operator desa tersebut terhubung dengan dinas sosial kabupaten, kota, provinsi, Kemensos, dan BPS. Sistem itu membantu pemerintah memvalidasi data penerima bantuan dengan lebih cepat.
Pada triwulan II tahun 2026, pemerintah menyalurkan bantuan sosial kepada lebih dari 470 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) baru. Sebelumnya, keluarga tersebut belum menerima bantuan pada triwulan I.
Pemerintah berharap pembaruan data kemiskinan dapat meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sosial dan mempercepat pengentasan kemiskinan di berbagai daerah.
Saat ini belum ada komentar