Khofifah Ajak Pers Perkuat Demokrasi dan Kedaulatan Bangsa
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 219
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pandangannya tentang peran pers dalam memperkuat demokrasi pada momentum Hari Pers Nasional 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, kabaristana.com | Arus informasi digital yang semakin deras mendorong penyebaran hoaks, disinformasi, dan narasi sensasional. Akibatnya, publik kerap kesulitan membedakan fakta dan opini. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi dan kebijakan publik.
Karena itu, Khofifah perkuat demokrasi pers dengan menegaskan pentingnya jurnalisme akurat dan berintegritas. Menurutnya, pers berperan memastikan masyarakat menerima informasi faktual, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Momentum Hari Pers Nasional 2026 Dinilai Strategis
Isu tersebut menguat menjelang peringatan Hari Pers Nasional 2026 yang mengusung tema Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat. Pada saat yang sama, Persatuan Wartawan Indonesia menetapkan Provinsi Banten sebagai pusat kegiatan nasional.
Melalui tema tersebut, penyelenggara menegaskan hubungan erat antara kualitas pers, kekuatan demokrasi, dan ketahanan ekonomi nasional. Oleh karena itu, HPN 2026 membuka ruang refleksi bagi pers untuk mengevaluasi perannya di tengah perubahan lanskap media.
Khofifah Dorong Standar Pers Profesional
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pers profesional menjaga demokrasi tetap sehat. Ia mendorong insan pers memegang prinsip akurasi, keberimbangan, serta verifikasi dalam setiap pemberitaan.
Selain itu, Khofifah meminta pers menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen. Dengan langkah tersebut, media dapat mencegah dominasi narasi menyesatkan sekaligus melindungi kepentingan publik.
Disrupsi Digital Uji Integritas Media
Di sisi lain, perkembangan teknologi digital menekan media untuk bergerak semakin cepat. Sementara itu, persaingan perhatian publik kerap mendorong sebagian media mengutamakan sensasi dibandingkan konteks.
Namun demikian, pers tetap memiliki peluang membangun kembali kepercayaan. Media yang mengedepankan akurasi dan kedalaman informasi dapat kembali menjadi rujukan utama masyarakat. Dalam konteks ini, langkah Khofifah perkuat demokrasi pers sejalan dengan kebutuhan publik akan media yang kredibel.
Kualitas Pers Berdampak Langsung ke Masyarakat
Lebih lanjut, Khofifah menilai kualitas pemberitaan memengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi. Pers yang menyajikan informasi objektif dan edukatif, pada akhirnya, mampu membangun kepercayaan publik serta menumbuhkan optimisme masyarakat.
Dengan demikian, kepercayaan publik menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan penguatan kedaulatan bangsa. Oleh sebab itu, ia mendorong pers terus meningkatkan literasi informasi publik melalui praktik jurnalistik yang bertanggung jawab.
Penutup: Pers Diminta Tetap Kritis dan Independen
Menutup pernyataannya, Khofifah mengajak pers menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah tanpa mengabaikan sikap kritis. Ia menekankan bahwa pers harus terus berperan sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara negara dan masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, Khofifah perkuat demokrasi pers sekaligus menegaskan pentingnya media yang independen, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik.
- Penulis: Rahman
- Editor: NUR ENDANA
- Sumber: https://www.kabarisna.com

Saat ini belum ada komentar