Blokade Laut AS ke Iran Berlaku Cepat, CENTCOM Klaim Perdagangan Maritim Lumpuh dalam 36 Jam
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
- visibility 197
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Suasana perairan di Selat Hormuz dengan kapal patroli dan tanker minyak melintas di tengah meningkatnya ketegangan terkait blokade laut Iran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) || Blokade laut Iran menjadi perhatian dunia setelah CENTCOM mengklaim berhasil menghentikan sebagian besar aktivitas perdagangan maritim Iran dalam waktu kurang dari 36 jam. Operasi ini langsung memengaruhi lalu lintas kapal di kawasan strategis Timur Tengah.
Komandan CENTCOM, Brad Cooper, menegaskan pasukan Amerika Serikat bergerak cepat sejak awal operasi. Mereka mengawasi kapal yang melintas di Teluk Persia dan Teluk Oman untuk memastikan pengendalian jalur laut berjalan efektif.
Dalam 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil menembus blokade tersebut. Sejumlah kapal dagang memilih berbalik arah setelah menerima peringatan dari armada AS. Selain itu, Angkatan Laut AS juga mencegat beberapa kapal tanker yang terkait dengan distribusi minyak Iran.
Dampak terhadap Perdagangan dan Energi
Kebijakan ini memberi tekanan pada distribusi energi global. Kawasan Selat Hormuz tetap menjadi titik penting karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia. Meski jalur internasional masih dibuka untuk kapal non-Iran, pengawasan ketat membuat aktivitas pelayaran lebih terbatas.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran di pasar energi. Jika kondisi berlangsung lama, harga minyak berpotensi meningkat dan memengaruhi stabilitas ekonomi global.
Latar Belakang dan Risiko
Langkah ini diambil setelah perundingan antara AS dan Iran di Pakistan tidak mencapai kesepakatan. Ketegangan yang sudah berlangsung sejak akhir Februari terus meningkat tanpa solusi diplomatik yang jelas.
Sejumlah analis menilai langkah tersebut bisa memicu eskalasi konflik yang lebih luas. Selain berdampak pada kawasan Timur Tengah, situasi ini juga berpotensi memengaruhi rantai pasok global dan keamanan jalur perdagangan internasional.
Sumber: Anadolu Agency
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda



Saat ini belum ada komentar