JAKARTA, (Kabaristana.com) – BAZNAS DKI Jakarta meluncurkan program Kurban Berkah BAZNAS 2026 dengan basis Data Terpadu Sasaran Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini membantu validasi data kemiskinan ekstrem agar penyaluran bantuan kurban lebih tepat sasaran.
Ketua BAZNAS DKI Jakarta Akhmad H. Abubakar mengatakan Idul Adha harus menjadi momentum berbagi keberkahan bagi masyarakat Jakarta.
“Program ini menghadirkan pendekatan yang lebih terukur, transparan, dan berdampak nyata,” kata Abubakar di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan kurban tidak hanya menjadi ibadah tahunan. Menurut dia, kurban juga mendorong pemerataan kesejahteraan sosial di tengah masyarakat.
Fokus Distribusi Kurban
BAZNAS DKI Jakarta memprioritaskan distribusi daging kurban di 20 titik RW kumuh miskin. Lokasi tersebut tersebar di lima wilayah administrasi DKI Jakarta.
Langkah ini membantu mustahik prioritas menerima bantuan kurban secara merata. BAZNAS DKI juga menggelar program “Qurban Fest” di Kampung Tanpa Matahari. Kawasan urban tersebut memiliki tingkat kerentanan sosial yang tinggi.
Menurut Abubakar, banyak wilayah rentan belum tersentuh distribusi kurban konvensional.
Hadirkan Beragam Program Kurban
Program Kurban Berkah BAZNAS 2026 menawarkan beberapa pilihan layanan. Program itu meliputi Kurban Berkah Jakarta, Kurban Berkah Pelosok Desa, hingga Kurban BUMD dan KORPRI.
Kurban Berkah Pelosok Desa menyasar daerah 3T atau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Sementara itu, program Kurban Palestina berjalan melalui kolaborasi bersama BAZNAS RI.
BAZNAS DKI juga membuka layanan sedekah daging bagi masyarakat yang ingin berbagi dengan biaya lebih terjangkau.
Dorong Digitalisasi dan Green Kurban
BAZNAS DKI Jakarta menghadirkan layanan digital melalui aplikasi BAZNAS BAZIS App dan situs donasi resmi. Langkah ini mempermudah masyarakat saat menyalurkan kurban.
Selain itu, BAZNAS DKI mengolah sebagian daging kurban menjadi rendang kaleng. Produk tersebut akan mendukung cadangan logistik bencana dan distribusi pangan jangka panjang.
BAZNAS DKI juga menerapkan konsep “Green Kurban”. Panitia memakai wadah ramah lingkungan seperti besek di titik pemotongan hewan kurban.
Petugas memastikan proses penyembelihan memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Juru sembelih halal dan tim pemeriksa kesehatan ikut mengawasi proses tersebut.
Melalui program ini, BAZNAS DKI Jakarta mengajak masyarakat, sektor swasta, dan BUMD untuk memperluas pemerataan manfaat kurban di Jakarta.
Saat ini belum ada komentar