Ratusan pengendara memenuhi ruas jalan menuju Jalan Raya Casablanca, Tebet, hingga kawasan perkantoran di Jakarta Selatan. Arus lalu lintas bergerak lambat dan tersendat di banyak titik.
Lonjakan kendaraan dari arah Bekasi memperparah kemacetan Jaktim usai Lebaran. Para pekerja terus menggunakan jalur ini sebagai akses utama menuju pusat bisnis seperti Tebet dan Mega Kuningan.
Sejumlah pengendara memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan. Namun, tingginya volume kendaraan tetap menghambat perjalanan mereka.
“Saya berangkat lebih pagi, tapi tetap terjebak macet karena semua orang mulai aktivitas bersamaan,” ujar seorang pengendara.
Warga memulai aktivitas kerja dan sekolah secara serentak. Kondisi ini meningkatkan jumlah kendaraan secara signifikan sejak pagi hari.
Jalan Basuki Rachmat berfungsi sebagai jalur penghubung utama dari wilayah penyangga ke pusat kota. Banyak pengendara tetap memilih rute ini karena mereka menilai jalur tersebut paling cepat.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengurai kemacetan. Mereka mendorong petugas lalu lintas menambah pengaturan di titik rawan.
Pemerintah juga perlu memperkuat transportasi umum agar masyarakat tidak bergantung pada kendaraan pribadi.
Fenomena kemacetan Jaktim usai Lebaran terus berulang setiap tahun. Lonjakan mobilitas setelah libur panjang selalu meningkatkan kepadatan di jalan utama Jakarta.
Jika pemerintah tidak mengambil langkah efektif, kemacetan akan terus mengganggu aktivitas warga setiap tahun.
Saat ini belum ada komentar