Jakarta, (Kabaristana.com) || Pemerintah China mulai memperketat pengaturan kecerdasan buatan (AI) karena kekhawatiran global terus meningkat. Oleh karena itu, pemerintah menyusun regulasi baru yang berfokus pada keselamatan dan etika.
Secara khusus, regulasi ini menargetkan layanan AI berbasis konsumen yang meniru kepribadian manusia dan melibatkan interaksi emosional. Misalnya, chatbot, asisten virtual, serta teknologi berbasis teks, audio, gambar, dan video kini masuk dalam pengawasan ketat.
Selain itu, pemerintah China mewajibkan perusahaan AI menerapkan sistem keamanan yang kuat. Mereka harus melakukan audit algoritma, melindungi data pengguna, serta menjaga informasi pribadi secara menyeluruh.
Fokus pada Pencegahan Kecanduan Pengguna
Di sisi lain, pemerintah China juga memberi perhatian besar pada potensi kecanduan. Karena itu, penyedia layanan AI harus mengenali kondisi emosional pengguna sekaligus menilai tingkat ketergantungan mereka.
Selanjutnya, perusahaan perlu mengambil langkah intervensi jika sistem mendeteksi tanda-tanda kecanduan. Tidak hanya itu, mereka juga harus membatasi konten agar tidak menyebarkan hoaks, kekerasan, maupun pornografi.
Indonesia Siapkan Peta Jalan AI Nasional
Sementara itu, Indonesia terus mempercepat penyusunan Peta Jalan AI dan etika AI sebagai pedoman nasional. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa dokumen tersebut telah rampung sekitar 90 persen.
Lebih lanjut, pemerintah menargetkan Presiden Prabowo Subianto segera menandatangani regulasi tersebut dalam waktu dekat.
Dengan demikian, peta jalan ini akan menjadi payung besar bagi pengembangan AI. Namun demikian, setiap kementerian dan lembaga tetap dapat menyusun aturan teknis sesuai kebutuhan sektornya masing-masing.
Dorong Keseimbangan Inovasi dan Perlindungan
Kemudian, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa AI dapat mendorong berbagai sektor strategis. Misalnya, sektor kesehatan, pendidikan, transportasi, serta layanan keuangan akan mendapatkan manfaat besar dari teknologi ini.
Arah Global: AI Tetap di Bawah Kendali Manusia
Pada akhirnya, langkah China dan Indonesia menunjukkan arah global yang semakin tegas dalam mengatur AI. Oleh sebab itu, banyak negara mulai memastikan teknologi berkembang secara bertanggung jawab.
Dengan kata lain, AI berfungsi sebagai alat bantu yang memperkuat peran manusia, bukan menggantikannya sepenuhnya.
Saat ini belum ada komentar