KSP: Dapur SPPG Tak Layak Harus Segera Diperbaiki atau Ditangguhkan
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
- visibility 28
- comment 1 komentar
- print Cetak

Foto : Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar harus segera diperbaiki atau ditangguhkan operasionalnya.
Dudung menyampaikan hal itu usai melakukan inspeksi mendadak di dua dapur SPPG kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa.
Dalam sidak tersebut, Dudung menemukan sejumlah persoalan serius. Ia melihat area dapur kotor, keberadaan belatung, serta tempat pencucian yang tidak layak. Ia juga menemukan area penyimpanan basah dan kering masih bercampur.
“Kalau tidak bisa diperbaiki dalam waktu dekat, segera ditutup saja. Saya sampaikan ke BGN,” kata Dudung.
Temuan Sidak Dapur SPPG
Dudung menilai pengelola dapur belum menerapkan standar kebersihan secara maksimal. Menurutnya, pemisahan area bersih dan area kotor menjadi prinsip dasar dalam pengelolaan makanan.
Ia menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus mengutamakan keamanan pangan dan kualitas gizi.
“Kalau hanya mengejar target makanan, catering juga bisa. Tetapi yang paling penting nilai gizi dan kesehatannya,” ujarnya.
Program MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
KSP Akan Audit Nasional
Dudung mengatakan KSP akan melakukan audit cepat dan verifikasi nasional terhadap dapur SPPG.
KSP nantinya membagi hasil verifikasi menjadi tiga kategori. Kategori tersebut meliputi layak penuh, layak bersyarat, dan tidak layak operasional.
Menurut Dudung, sertifikasi dapur tidak boleh hanya fokus pada administrasi. Pengelola juga harus memastikan kondisi dapur memenuhi standar kesehatan dan kebersihan.
Ingatkan Pengelola Jangan Turunkan Kualitas
Dudung meminta semua pihak tidak menjadikan program MBG sebagai ladang bisnis.
Ia mengingatkan anggaran program berasal dari uang rakyat sehingga pengelola wajib menjaga kualitas makanan.
“Jangan sampai ada keuntungan berlebihan yang akhirnya menurunkan kualitas,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat dan perangkat wilayah ikut mengawasi pelaksanaan MBG. Dudung tidak ingin anak-anak menjadi korban akibat makanan yang tidak higienis.
KSP Siapkan Sidak ke Daerah
Dudung memastikan KSP terus mengawal pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Ia mengaku sudah menerima informasi terkait kondisi dapur di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Karena itu, ia akan melakukan sidak diam-diam untuk memastikan dapur SPPG berjalan sesuai standar.
KSP juga telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana terkait tindak lanjut hasil temuan di lapangan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

https://shorturl.fm/5Qs7D
12 Mei 2026 1:15 pm