Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dugaan Pelanggaran Tambang Nikel PT Ifishdeco Meluas, Aksi Unjuk Rasa Digelar 10 April

Dugaan Pelanggaran Tambang Nikel PT Ifishdeco Meluas, Aksi Unjuk Rasa Digelar 10 April

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Dugaan pelanggaran tambang nikel oleh PT Ifishdeco di Konawe Selatan semakin kuat. Selain itu, perusahaan diduga menambang di luar wilayah izin usaha pertambangan (IUP).

Akibatnya, aktivitas tersebut terjadi di lahan enklaf milik warga. Bahkan, warga melaporkan kerusakan tanaman dan gangguan terhadap pertanian mereka.

Aktivis Soroti Pelanggaran Serius

Eksekutif Nusantara Forest Watch, Arin Fahrul Sanjaya, menilai dugaan ini menunjukkan pelanggaran berlapis. Menurutnya, aktivitas di luar IUP jelas melanggar hukum.

Selain itu, ia juga menyoroti produksi sebelum RKAB disahkan. Padahal, dokumen tersebut wajib dimiliki sebelum operasi berjalan.

“RKAB menjadi alat kontrol negara. Karena itu, produksi tanpa RKAB merupakan pelanggaran serius,” ujar Arin.

Enam Dugaan Pelanggaran Utama

1. Perusakan Lahan Warga

Perusahaan diduga merusak lahan tanpa izin. Akibatnya, hak masyarakat atas tanah terancam.

2. Pelanggaran Lingkungan

Perusahaan wajib menaati aturan lingkungan. Namun, pelanggaran bisa terjadi jika pengelolaan tidak sesuai ketentuan.

3. Dokumen Lingkungan Tidak Sesuai

Aktivitas di luar IUP kemungkinan tidak masuk AMDAL. Dengan demikian, kegiatan itu berpotensi ilegal.

4. Ancaman Kerusakan Ekosistem

Tambang terbuka mencemari sungai. Selain itu, aktivitas ini merusak daerah aliran sungai.

5. Abaikan Reklamasi

Perusahaan harus mereklamasi lahan. Jika tidak, kerusakan lingkungan akan berlangsung lama.

6. Potensi Pelanggaran Pidana

Produksi tanpa izin lengkap melanggar hukum. Oleh karena itu, sanksi pidana bisa dikenakan.

Mahasiswa Desak Penegakan Hukum

Perwakilan mahasiswa, Rendy Salim, meminta aparat segera bertindak. Ia menegaskan, kasus ini sudah masuk ranah hukum serius.

Karena itu, ia mendesak Bareskrim Polri dan Ditjen Minerba untuk menyelidiki.

“Negara tidak boleh diam,” tegasnya.

Dampak Lingkungan Kian Nyata

Aktivitas tambang memicu dampak luas. Misalnya, deforestasi dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Selain itu, risiko banjir dan longsor ikut meningkat. Oleh sebab itu, banyak pihak mulai menyoroti kasus ini.

Organisasi seperti WALHI juga sering mengingatkan dampak tambang yang tidak terkendali.

Rencana Aksi Demonstrasi

Mahasiswa dan masyarakat akan menggelar aksi pada 10 April 2026. Rencananya, aksi berlangsung di tiga lokasi utama.

Pertama, kantor PT Ifishdeco. Kemudian, kantor Bareskrim Polri. Terakhir, kantor Ditjen Minerba.

Aksi ini bertujuan menekan pemerintah. Jika tidak ada respons, massa akan melanjutkan aksi.

“Kami akan terus bergerak,” ujar Rendy.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Saydul laopua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • impor 105 ribu pikap India ditunda pemerintah

    Impor 105 Ribu Pikap India Ditahan, Keputusan Tunggu Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 165
    • 0Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com | Pemerintah menunda impor 105 ribu pikap India untuk program Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah akan menentukan langkah lanjutan setelah Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia dari kunjungan luar negeri. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan langsung keputusan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebijakan impor kendaraan berada di luar kewenangan Kementerian Koperasi. “Pemerintah menunggu arahan […]

  • Demonstrasi Besar di Australia Tolak Kunjungan Presiden Israel

    Demonstrasi Besar di Australia Tolak Kunjungan Presiden Israel

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com  | Demonstrasi besar di Australia terjadi secara serentak di sejumlah kota utama setelah masyarakat menyatakan penolakan terhadap rencana kunjungan Presiden Israel. Sejak pagi, massa mulai berkumpul dan bergerak menuju pusat-pusat kota. Karena itu, aksi ini langsung menyedot perhatian publik nasional dan internasional. (10/02/2026). Aksi Massa Meluas di Kota-Kota Besar Ribuan warga memenuhi jalan […]

  • Dugaan Skandal Lingkungan PT WIN: Izin, Diam, dan Kerusakan

    Dugaan Skandal Lingkungan PT WIN: Izin, Diam, dan Kerusakan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Skandal lingkungan PT WIN menjadi sorotan setelah warga di sekitar wilayah operasional perusahaan melaporkan pencemaran lingkungan dan kerusakan lahan. Dugaan skandal lingkungan PT WIN ini muncul karena aktivitas perusahaan tetap berjalan meski keluhan masyarakat terus disampaikan. Hingga kini, warga belum melihat langkah tegas yang menghentikan dampak tersebut. (19/01/2026). Warga menyaksikan perubahan lingkungan […]

  • senjata baru China berpotensi mengancam jaringan satelit Starlink

    Bukan Rudal Nuklir, Senjata Baru China Berpotensi Melumpuhkan Dominasi AS di Luar Angkasa

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 184
    • 1Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Senjata baru China memunculkan kekhawatiran baru di tengah meningkatnya ketergantungan dunia pada satelit komunikasi. Teknologi ini berpotensi melumpuhkan satelit tanpa ledakan, sehingga mengancam layanan internet, navigasi, dan komunikasi sipil lintas negara. Isu ini menjadi penting karena satelit orbit rendah kini menopang aktivitas harian masyarakat global. Jaringan tersebut mendukung transaksi digital, layanan darurat, […]

  • Sekolah Rakyat Juli 2026 siap beroperasi untuk melayani lebih dari 45 ribu anak kurang mampu di Indonesia

    Sekolah Rakyat Siap Dibuka Juli 2026, Pemerintah Targetkan Layani Lebih dari 45 Ribu Anak

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 83
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah mempercepat persiapan pembukaan Sekolah Rakyat yang akan memulai kegiatan belajar pada tahun ajaran baru Juli 2026. Program ini menargetkan lebih dari 45 ribu anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Sabtu, untuk memastikan kesiapan program tersebut. Pertemuan […]

  • kerugian negara korupsi LPEI miliar

    Delapan Terdakwa Korupsi LPEI Diduga Rugikan Negara Rp992,82 Miliar

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Kejaksaan Agung mengungkap dugaan korupsi pembiayaan ekspor nasional di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) periode 2015–2020 dengan potensi kerugian negara mencapai Rp992,82 miliar. Delapan terdakwa kini menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arif Darmawan Wiratama menegaskan para terdakwa melakukan perbuatan melawan hukum secara bersama-sama dan berlanjut. Menurut […]

expand_less