Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » GPM Sultra Desak Kejagung Periksa Ketua DPD Golkar Kolaka dalam Kasus Dugaan Korupsi Nikel

GPM Sultra Desak Kejagung Periksa Ketua DPD Golkar Kolaka dalam Kasus Dugaan Korupsi Nikel

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) — Gerakan Pemuda Mahasiswa Sulawesi Tenggara (GPM Sultra) Jakarta mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengambil alih penanganan dugaan korupsi tata kelola pertambangan nikel di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Desakan itu muncul setelah Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) memperluas penyidikan. Dalam proses tersebut, penyidik menggeledah rumah jabatan dan rumah pribadi Wakil Bupati Kolaka.

Ketua Umum GPM Sultra Jakarta, Salfin Tebara, S.Ap, mengatakan penyidik menemukan sejumlah dokumen saat penggeledahan. Salah satu dokumen berupa invoice Down Payment (DP) senilai Rp2 miliar dari PT Wijaya Nikel Nusantara (WNN) kepada PT Mineral Niaga Jaya (MNJ).

Salfin menduga dokumen itu memiliki kaitan dengan sejumlah nama berinisial H.M alias H.IN, HT, dan HL. Karena itu, ia meminta penyidik memeriksa seluruh pihak yang berkaitan dengan dokumen tersebut.

“Aparat penegak hukum harus mengusut kasus ini secara menyeluruh. Penyidik tidak boleh membedakan status, jabatan, maupun afiliasi politik seseorang,” kata Salfin dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2026).

GPM Sultra Dorong Supervisi Kejaksaan Agung

Salfin meminta Kejaksaan Agung mengawasi jalannya penyidikan. Menurut dia, Kejaksaan Agung perlu melakukan supervisi. Lembaga itu juga perlu mengambil alih perkara apabila menemukan hambatan dalam proses penyidikan.

“Kejaksaan Agung harus mengatensi kasus ini. Dugaan kami semakin menguat setelah penyidik menemukan dokumen yang berkaitan dengan PT Wijaya Nikel Nusantara. Dokumen itu memiliki dugaan hubungan dengan H.M alias H.IN yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kolaka,” ujarnya.

Salfin mengatakan publik memberi perhatian terhadap jabatan politik H.M. Ia menegaskan jabatan tersebut tidak boleh memengaruhi proses penegakan hukum apabila penyidik memiliki bukti yang cukup.

GPM Sultra Soroti Progres Penyidikan

GPM Sultra juga menyoroti belum adanya tersangka baru.

Salfin meminta penyidik segera memeriksa seluruh barang bukti sitaan. Menurut dia, langkah itu dapat mempercepat proses penyidikan dan memberikan kepastian hukum.

“Kami berasumsi Kejati Sultra memperlambat penanganan perkara ini. Karena itu kami mendesak Kejaksaan Agung melakukan supervisi. Kejaksaan Agung juga perlu mengambil alih penyidikan apabila menemukan hambatan dalam proses penegakan hukum,” katanya.

Penyidik Terus Dalami Perkara

Kasus dugaan korupsi tata kelola pertambangan nikel di Kolaka terus menjadi perhatian publik.

Kejati Sultra menggeledah sejumlah lokasi yang menurut penyidik berkaitan dengan perkara tersebut. Penyidik kemudian mengamankan berbagai dokumen. Selanjutnya, penyidik mempelajari seluruh dokumen untuk mengungkap konstruksi perkara dan mengidentifikasi pihak yang kemungkinan terlibat.

Hingga redaksi mempublikasikan berita ini, Kejati Sultra masih melanjutkan penyidikan. Kejati Sultra juga belum mengumumkan tersangka baru.

GPM Sultra meminta aparat penegak hukum bekerja secara profesional, independen, dan transparan. Organisasi itu juga meminta aparat memberi kesempatan kepada seluruh pihak yang namanya muncul dalam dokumen penyidikan agar mereka menyampaikan klarifikasi sesuai ketentuan hukum.

Proses penyidikan masih berlangsung. Penyidik terus menguji seluruh dugaan yang muncul dalam perkara ini. Asas praduga tak bersalah tetap melindungi semua pihak sampai pengadilan menjatuhkan putusan berkekuatan hukum tetap.

Hingga berita ini terbit, pihak-pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai pernyataan GPM Sultra.

GPM Sultra menilai penuntasan dugaan korupsi sektor pertambangan di Sulawesi Tenggara penting untuk meningkatkan kepercayaan publik. Organisasi tersebut berharap aparat penegak hukum menjaga transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme selama menangani perkara tersebut.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gedung KPK di Jakarta sebagai kantor Komisi Pemberantasan Korupsi terkait imbauan KPK tolak gratifikasi.

    KPK soal Amplop Raja Juli: Pemberian Harusnya Ditolak Sejak Awal

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 123
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta seluruh penyelenggara negara menolak setiap pemberian yang berpotensi menjadi gratifikasi. Imbauan itu muncul setelah publik menyoroti penerimaan amplop oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa pejabat negara harus menolak setiap bentuk pemberian sejak awal. […]

  • kasus korupsi dana desa ilustrasi anggaran desa Ngurit

    KEJAKSAAN DAN POLRI LOYO? MASYARAKAT NGURIT JEMPUT KEADILAN LAPORKAN DUGAAN KORUPSI DANA DESA LANGSUNG KE PRESIDEN, KPK, KEJAKSAAN AGUNG DAN MABES POLRI!

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 729
    • 0Komentar

    Barito Selatan, Kabaristana.com – Kasus dugaan korupsi dana desa Ngurit di Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menuai sorotan warga. Sejak awal, masyarakat menilai penanganan kasus ini berjalan lambat dan tidak transparan. Audit Warga Ungkap Dugaan Korupsi Dana Desa Ngurit Untuk memperjelas masalah, warga melakukan audit internal secara mandiri. Dari hasil tersebut, […]

  • harga emas batangan Antam hari in

    Harga Emas Antam Anjlok Rp260 Ribu, Kini Rp2,86 Juta per Gram

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Pergerakan harga emas Antam melemah signifikan pada perdagangan Sabtu. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas batangan produksi PT Antam Tbk turun Rp260.000 per gram, dari Rp3.120.000 menjadi Rp2.860.000 per gram. Penurunan ini terjadi dalam waktu singkat dan langsung menarik perhatian pelaku pasar. Sejumlah investor memilih bersikap hati-hati sambil menunggu […]

  • suap izin prodi IAI Rawa Aopa Sulawesi Tenggara

    Dugaan Suap Izin Prodi di IAI Rawa Aopa, Komersialisasi Pendidikan Terbongkar!!!

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Dugaan praktik suap dalam pengurusan izin Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Sulawesi Tenggara, kini mencuat ke publik. Kasus ini tidak hanya menyangkut pelanggaran hukum, tetapi juga mengangkat kembali isu komersialisasi pendidikan. Koordinator PUSKOM Indonesia, Robby Anggara, mengungkap dugaan adanya “uang pelicin” dalam proses perizinan prodi. […]

  • kasus penyiraman Andri Yunus aktivis KontraS

    Opini: Transparansi Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban: Mendesak Pengungkapan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andri Yunus

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Kabaristana.com | Kasus penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andri Yunus, bukan sekadar tindak kriminal biasa. Peristiwa ini menunjukkan ancaman nyata terhadap kebebasan sipil dan kerja advokasi HAM di Indonesia. Serangan ini juga menimbulkan rasa takut di kalangan aktivis yang selama ini memperjuangkan keadilan. Jika negara tidak menangani kasus ini secara serius, dampaknya bisa meluas. Aktivis lain […]

  • Friderica Widyasari Dewi OJK memimpin pengawasan sektor jasa keuangan

    Reputasi Mentereng, Begini Sepak Terjang Friderica Widyasari Dewi

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Friderica Widyasari Dewi OJK menjadi sorotan publik setelah dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK sementara di tengah meningkatnya risiko sektor jasa keuangan dan maraknya penipuan investasi. Posisi ini menempatkannya pada titik krusial dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional. Lonjakan investor ritel, perkembangan produk keuangan digital, dan gejolak ekonomi global […]

expand_less