Jangan Asal Bicara Soal Jalan Malungai, Sudah Ditimbun tetapi Tetap Wajib Dikawal hingga Perbaikan Permanen
- account_circle Usupriyadi
- calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
- visibility 103
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Barito Selatan, (kabaristana.com) — Kondisi jalan dari Kilometer 55 menuju Desa Malungai Raya dan Dusun Muara Malungai, Kecamatan Bintang Ara, kini mulai membaik setelah sejumlah titik kerusakan mendapat penanganan sementara.
Sebelumnya, warga menemukan sejumlah lubang di sepanjang ruas jalan tersebut. Kerusakan itu sempat mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat, terutama saat kendaraan melintas di titik yang mengalami kerusakan.
Kini, masyarakat mulai melakukan penimbunan pada sejumlah titik menggunakan tanah lempung atau tanah Minang. Langkah tersebut membantu memperbaiki permukaan jalan sehingga kendaraan dapat melintas dengan lebih mudah.
Kondisi Jalan Malungai Raya Saat Musim Kemarau
Pada musim kemarau, kondisi jalan relatif aman untuk masyarakat yang melintas. Permukaan jalan yang sudah mendapat timbunan juga membantu mengurangi gangguan akibat lubang.
Meski demikian, penimbunan tanah belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Pemerintah perlu memperhatikan kondisi jalan menjelang musim hujan karena air dapat kembali merusak permukaan jalan.
Karena itu, pemerintah daerah bersama dinas terkait perlu menyiapkan langkah lanjutan. Perbaikan jalan Malungai Raya sebaiknya tidak berhenti pada penanganan sementara.
Pemerintah perlu mengkaji pembangunan jalan dengan konstruksi yang lebih kuat. Langkah tersebut penting agar kerusakan tidak terus muncul setiap kali musim hujan datang.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengawasi pembangunan infrastruktur. Pengawasan publik dapat membantu memastikan setiap pekerjaan berjalan secara terbuka dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Jika muncul persoalan dalam pelaksanaan pekerjaan, masyarakat berhak meminta penjelasan kepada pihak terkait. Pemerintah juga perlu menyampaikan informasi secara terbuka agar masyarakat mengetahui perkembangan penanganan jalan.
Keterbukaan tersebut penting karena jalan memiliki fungsi vital bagi aktivitas warga. Akses yang baik akan memudahkan masyarakat membawa hasil usaha, menjalankan aktivitas sehari-hari, serta menghubungkan kawasan yang selama ini relatif sulit dijangkau.
Jalan Mendukung Potensi Wisata Sungai Ayuh
Jalan menuju Malungai Raya dan Muara Malungai tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung masyarakat. Ruas tersebut juga dapat mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata di kawasan Sungai Ayuh.
Kawasan Sungai Ayuh memiliki potensi alam dan budaya yang menarik. Aktivitas masyarakat Suku Dayak Lawangan menjadi salah satu bagian dari kekayaan budaya setempat.
Masyarakat setempat memiliki keterampilan menangkap ikan menggunakan sundak atau serapang di lubuk-lubuk Sungai Ayuh. Aktivitas tersebut dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata budaya apabila pemerintah dan masyarakat mengembangkannya dengan tetap menjaga kearifan lokal.
Selain itu, ekosistem sungai juga memiliki keanekaragaman hayati. Keberadaan satwa liar, termasuk buaya lokal, menjadi bagian dari lingkungan alami Sungai Ayuh. Masyarakat perlu menjaga ekosistem tersebut sekaligus mengutamakan keselamatan ketika menjalankan aktivitas di sekitar sungai.
Kawasan Sungai Ayuh juga memiliki tradisi tuba adat yang masyarakat laksanakan pada musim kemarau. Tradisi tersebut memiliki nilai budaya yang kuat dan mencerminkan kearifan masyarakat dalam mengelola lingkungan.
Jika pemerintah dan masyarakat mengemasnya secara tepat, tradisi tuba adat dapat menjadi salah satu daya tarik wisata budaya. Pengembangan wisata tetap harus menghormati aturan adat dan menjaga kelestarian lingkungan.
Potensi wisata lainnya terdapat di kawasan Tulungan Amis. Kawasan tersebut memiliki gua-gua alami yang berpeluang menarik wisatawan yang menyukai wisata alam dan petualangan.
Pengembangan kawasan itu dapat melibatkan transportasi sungai seperti kelotok. Namun, pemerintah dan pengelola harus memastikan aspek keselamatan, aksesibilitas, serta kelestarian lingkungan sebelum membuka kawasan tersebut untuk wisatawan.
Pemerintah Perlu Menyiapkan Solusi Jangka Panjang
Melihat berbagai potensi tersebut, pemerintah perlu menempatkan pembangunan jalan sebagai bagian dari rencana jangka panjang. Pemerintah tidak perlu menunggu kerusakan semakin parah sebelum mengambil tindakan.
Penimbunan tanah tetap memiliki manfaat untuk menjaga akses masyarakat dalam kondisi tertentu. Namun, pemerintah perlu melanjutkannya dengan pembangunan infrastruktur yang lebih kuat dan permanen.
Jalan yang memadai akan membuka akses masyarakat menuju berbagai kawasan potensial. Kondisi tersebut juga dapat membantu menggerakkan kegiatan ekonomi sekaligus memperluas peluang pengembangan pariwisata di kawasan Sungai Ayuh.
Dengan demikian, penanganan jalan menuju Malungai Raya dan Muara Malungai tidak hanya menyelesaikan persoalan transportasi. Pembangunan infrastruktur yang tepat juga dapat menjadi investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata masyarakat setempat.
- Penulis: Usupriyadi
- Editor: Rama
- Sumber: Ahmat Riyadi



Saat ini belum ada komentar