Erick Thohir Beberkan Transformasi Sepak Bola Indonesia di FIFA Campus
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
- visibility 171
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : etua PSSI Erick Thohir (kanan) berbincang dengan pelatih Timnas Indonesia John Herdman (kiri) usai melawan Timnas Bulgaria pada pertandingan final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) || Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Erick Thohir, memaparkan transformasi sepak bola Indonesia dalam ajang FIFA Campus Executive Programme. Saat ini, PSSI fokus memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme, dan membangun kepercayaan publik.
Menurut Erick, transformasi tidak hanya soal kontrol. Sebaliknya, kepemimpinan harus menekankan kejelasan tujuan, aturan, dan peran. Oleh karena itu, ia mendorong organisasi bergerak dengan arah yang tegas.
Selain itu, Erick menegaskan tiga prinsip utama, yaitu transparansi, profesionalisme, dan integritas. Pertama, transparansi meningkatkan kredibilitas. Kedua, profesionalisme mendorong kinerja. Terakhir, integritas menjadi dasar yang tidak bisa ditawar.
Lebih lanjut, PSSI menerapkan ketiga prinsip tersebut dalam setiap kebijakan. Dengan demikian, organisasi dapat berkembang secara konsisten. Pada akhirnya, langkah ini menjaga keberlanjutan sepak bola nasional.
Di sisi lain, Erick menekankan bahwa sepak bola tidak hanya berlangsung di lapangan. Namun, pengelolaan organisasi di luar lapangan juga menentukan keberhasilan. Karena itu, PSSI terus menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
Dalam kesempatan tersebut, Erick menyampaikan bahwa PSSI bergabung bersama 23 asosiasi dari Asia dan Oseania. Sementara itu, forum ini menjadi ruang untuk berbagi praktik terbaik dalam tata kelola sepak bola.
Sebagai hasilnya, PSSI semakin memahami pentingnya kepemimpinan yang kuat. Erick pun menegaskan bahwa organisasi harus menjaga sepak bola tetap adil, inklusif, dan dipercaya masyarakat.
Akhirnya, Erick menyampaikan optimisme. Jika semua pihak menjunjung integritas, menjalankan transparansi, dan bekerja secara profesional, maka sepak bola Indonesia akan tumbuh secara berkelanjutan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana



Saat ini belum ada komentar