Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » FAMHI DESAK PEMERINTAH CABUT IUP PT WIJAYA INTI NUSANTARA (WIN) ATAS DUGAAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN ANCAMAN KESELAMATAN MASYARAKAT

FAMHI DESAK PEMERINTAH CABUT IUP PT WIJAYA INTI NUSANTARA (WIN) ATAS DUGAAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN ANCAMAN KESELAMATAN MASYARAKAT

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • visibility 220
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia (FAMHI) mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI segera mengevaluasi dan mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

FAMHI menyampaikan desakan tersebut setelah berbagai laporan dan temuan lapangan mengungkap dugaan kerusakan lingkungan di sekitar area pertambangan. Organisasi itu juga menyoroti lokasi tambang yang berada dekat dengan permukiman warga dan fasilitas pendidikan.

Menurut FAMHI, kondisi tersebut berpotensi mengancam keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah itu.

FAMHI Minta Audit Menyeluruh Perizinan PT WIN

Direktur Eksekutif FAMHI, Midul Makati, SH., MH., menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan aktivitas pertambangan yang mengabaikan perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

“Kami meminta Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup segera mengaudit seluruh dokumen perizinan PT WIN. Jika audit menemukan pelanggaran, pemerintah harus mempertimbangkan pencabutan IUP secara serius,” tegas Midul.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk melindungi kepentingan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

Soroti Aktivitas Tambang Dekat Permukiman

FAMHI menyoroti sejumlah persoalan yang menjadi perhatian publik. Organisasi itu mencatat dugaan aktivitas pertambangan yang berada di sekitar permukiman warga.

Selain itu, FAMHI menilai perubahan bentang alam akibat aktivitas tambang berpotensi meningkatkan risiko bencana lingkungan. Organisasi tersebut juga menerima berbagai laporan masyarakat mengenai dampak aktivitas pertambangan terhadap kehidupan sosial dan lingkungan sekitar.

Masyarakat dan Organisasi Sipil Ikut Menyuarakan Keberatan

Sebelumnya, sejumlah organisasi lingkungan, kelompok warga, dan elemen masyarakat sipil telah menyampaikan keberatan terhadap aktivitas pertambangan PT WIN.

Mereka meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah memeriksa aktivitas perusahaan secara menyeluruh. Sejumlah pihak juga mendesak pemerintah mengevaluasi dokumen lingkungan, RKAB, dan status perizinan perusahaan.

Desak Investigasi Transparan dan Independen

FAMHI menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus berlandaskan prinsip keberlanjutan, kepatuhan hukum, dan penghormatan terhadap hak masyarakat.

“Kami mendukung investasi yang bertanggung jawab dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. Namun, investasi tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat, merusak lingkungan, atau mengabaikan hukum,” lanjut Midul.

FAMHI juga meminta aparat penegak hukum, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM, dan lembaga pengawasan terkait melakukan investigasi secara transparan, independen, dan menyeluruh terhadap berbagai dugaan pelanggaran yang muncul dalam polemik PT WIN.

Sebagai organisasi advokasi hukum, antikorupsi, dan lingkungan, FAMHI memastikan akan terus mengawal proses tersebut hingga pemerintah memberikan kepastian hukum dan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak.

Laporan: Redaksi

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampanye 50 In 5 untuk memperkuat layanan digital Indonesia

    Indonesia Gabung Kampanye Global 50-in-5, Perkuat Layanan Publik Digital Berbasis Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 179
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah Indonesia resmi bergabung dalam Kampanye Global 50-in-5. Langkah ini bertujuan mempercepat pembangunan Digital Public Infrastructure (DPI) yang aman, inklusif, dan terintegrasi. Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan transformasi digital harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan transformasi tidak diukur dari banyaknya aplikasi yang dibuat. Keberhasilan terlihat dari kemudahan yang dirasakan masyarakat saat […]

  • Peter Magyar Hungaria saat menghadiri sidang parlemen setelah resmi dilantik menjadi perdana menteri baru Hungaria.

    Peter Magyar Jadi PM Hungaria Baru, Era Viktor Orban Resmi Berakhir

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 128
    • 1Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)— Peter Magyar resmi memulai tugas sebagai perdana menteri baru setelah mengucapkan sumpah jabatan di gedung parlemen pada Sabtu waktu setempat. Pelantikan itu mengakhiri dominasi politik Viktor Orban yang memimpin Hungaria selama 16 tahun. Tokoh oposisi tersebut menarik perhatian politik Eropa setelah Partai Tisza yang ia pimpin memenangkan pemilu legislatif bulan lalu dengan hasil […]

  • Forum Pemuda Adat Tolaki dalam kegiatan pelestarian budaya dan nilai sara

    Mengenal Dewan Sara Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI)

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 3.655
    • 10Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI) hadir sebagai wadah pemuda adat yang berkomitmen menjaga nilai budaya, hukum adat (sara), serta identitas Tolaki. Di tengah perubahan zaman, FORDATI menempatkan generasi muda sebagai pelaku utama pelestarian adat. Organisasi ini mendorong pemuda adat untuk memahami budaya sebagai pedoman hidup, bukan sekadar warisan simbolik. Melalui pendekatan edukatif […]

  • Trump Greenland Nobel Perdamaian dikaitkan dengan surat Trump ke Norwegia

    Tak Raih Nobel Perdamaian, Trump Ungkit Ambisi Kuasai Greenland

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com — Isu Trump Greenland Nobel Perdamaian kembali menarik perhatian dunia internasional. Polemik ini muncul setelah seorang jurnalis Amerika Serikat mengungkap isi surat Presiden AS kepada pemerintah Norwegia. Surat tersebut menyinggung penolakan Hadiah Nobel Perdamaian dan kepentingan strategis Amerika Serikat di Greenland. Jurnalis PBS Nick Schifrin menyampaikan informasi tersebut pada Senin (19/1/2026). Ia menerima […]

  • Pertamina percepat penyaluran BBM bersubsidi untuk atasi antrean

    Pertamina percepat penyaluran BBM bersubsidi untuk atasi antrean

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 156
    • 0Komentar

    PAMEKASAN, (kabaristana.com) – PT Pertamina Patra Niaga mempercepat distribusi BBM bersubsidi di Pulau Madura, Jawa Timur. Langkah ini bertujuan mengurai antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Perusahaan memprioritaskan pengiriman dari terminal BBM. Pertamina juga menambah pasokan dan mengoptimalkan armada mobil tangki. Upaya tersebut bertujuan mempercepat layanan kepada masyarakat. Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra […]

  • Dugaan Penyimpangan Pertanahan Konawe menjadi sorotan dalam aksi mahasiswa di depan KPK RI

    Aksi di Depan KPK RI dan Kejaksaan Agung RI: Desak Pengusutan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang di BPN Konawe Selatan serta Dugaan Kongkalikong Pengukuran Lahan Bersengketa

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Adi Mangidi memimpin sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada 17 Juni 2026. Massa aksi mendesak KPK dan Kejaksaan Agung mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, serta penyimpangan administrasi pertanahan di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Mahasiswa menggelar aksi tersebut setelah masyarakat melaporkan dugaan permintaan […]

expand_less