warga desa ngurit gelar ritual adat kaharingan Dayak maanyan,menjaga harmoni dengan alam dan leluhur.
- account_circle Retanto
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BARITO SELATAN, Kabaristana.com – Warga Desa Ngurit, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menggelar ritual adat Hindu Kaharingan pada Sabtu (11/7/2026).
Ritual berlangsung di RT 02 Desa Ngurit. Kegiatan ini menjadi tradisi turun-temurun Suku Dayak Ma’anyan. Hingga kini, masyarakat tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut.
Tokoh adat Hindu Kaharingan, Resto, memimpin seluruh rangkaian upacara. Selanjutnya, ia memandu prosesi dengan khidmat. Sementara itu, warga mengikuti setiap tahapan ritual dengan tertib dan penuh penghormatan.
Ritual ini berfokus pada pemberian sesaji sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Selain itu, masyarakat memanjatkan doa untuk memohon keselamatan dan perlindungan. Dengan demikian, mereka berharap hubungan manusia dengan alam tetap harmonis.
Tokoh masyarakat Sowito dan Juanto R. turut menghadiri kegiatan tersebut. Tidak hanya itu, Humas PT Parwata Rimba, Teras Rariu, juga hadir dalam upacara adat tersebut. Kehadiran para tokoh menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Narasumber Harmito menjelaskan bahwa masyarakat telah menjalankan tradisi ini secara turun-temurun. Bahkan, warga selalu melaksanakannya satu kali setiap tahun. Biasanya, ritual digelar sebelum musim berladang atau setelah panen padi selesai.
“Tradisi ini kami laksanakan untuk memohon perlindungan agar masyarakat terhindar dari gangguan kekuatan alam dan roh jahat saat bekerja maupun menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Harmito kepada awak media, Sabtu (11/7/2026).
Oleh karena itu, masyarakat memandang ritual adat Hindu Kaharingan sebagai bagian penting dalam kehidupan mereka. Di samping itu, tradisi ini mempererat persaudaraan antarwarga sekaligus menjaga nilai-nilai budaya leluhur.
Akhirnya, warga berharap generasi muda terus melestarikan ritual adat tersebut. Dengan begitu, warisan budaya Suku Dayak Ma’anyan dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Narasumber: Harmito
Penulis: Usupriyadi Tim
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda



Saat ini belum ada komentar