Jaktim Perketat Pengelolaan Sampah Kantor, ASN Wajib Terapkan Pemilahan dari Sumber
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
- visibility 105
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Tumpukan sampah menggunung di TPS Rawadas, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, hingga meluber ke badan jalan dan mengganggu akses warga, Selasa (31/3/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pemerintah Kota Jakarta Timur memperketat pengelolaan sampah di perkantoran dengan menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) dan instruksi khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini langsung menargetkan pengurangan sampah dari sumbernya melalui sistem pemilahan yang lebih disiplin.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan bahwa pemerintah akan mendistribusikan SOP secara menyeluruh ke setiap unit kerja. SOP tersebut mengatur alur pengelolaan sampah dari ruangan hingga ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dalam kondisi sudah terpilah.
SOP Atur Alur Sampah dari Ruangan hingga TPST
Pemkot Jakarta Timur menyusun SOP secara rinci agar setiap pegawai memahami alur pengelolaan sampah. Pegawai wajib memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari meja kerja sebelum petugas mengangkutnya.
Sistem ini membantu Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur mengoptimalkan proses pengolahan lanjutan. Dengan pemilahan dari awal, petugas dapat bekerja lebih cepat dan efisien.
ASN Wajib Kurangi Sampah dan Gunakan Tumbler
Pemkot juga menyiapkan instruksi khusus yang mengatur perilaku ASN sehari-hari. Pemerintah mewajibkan pegawai membawa wadah minum pribadi untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.
Setiap ASN harus bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan, termasuk saat rapat. Setelah kegiatan selesai, pegawai langsung membuang sampah ke tempat yang sesuai dengan jenisnya.
Pemkot Bangun Budaya Disiplin Lingkungan
Pemkot Jakarta Timur tidak hanya membuat aturan, tetapi juga mendorong perubahan budaya kerja. Pemerintah ingin membentuk kebiasaan disiplin dan kesadaran lingkungan di kalangan ASN.
Partisipasi aktif seluruh pegawai menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan keterlibatan bersama, pengurangan sampah dapat terjadi secara signifikan.
Fasilitas Disiapkan, Kolaborasi Diperkuat
Pemkot kini mempercepat kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Dalam satu pekan, pemerintah menargetkan seluruh ruangan sudah memiliki tempat sampah terpilah.
Untuk memperkuat langkah ini, Pemkot bekerja sama dengan Baznas Bazis Jakarta Timur dalam penyediaan fasilitas. Kolaborasi ini membantu mempercepat implementasi sistem secara menyeluruh.
Sosialisasi Libatkan ASN dan PJLP
Pemkot sebelumnya telah menggelar sosialisasi yang melibatkan 100 peserta dari ASN dan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum penerapan kebijakan secara penuh.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana



Saat ini belum ada komentar