Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukrim » Tabel Konversi Denda–Penjara UU 1/2026 Dinilai Ancam Keadilan Substantif

Tabel Konversi Denda–Penjara UU 1/2026 Dinilai Ancam Keadilan Substantif

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 605
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) | Pemerintah mulai memberlakukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional) dengan pendekatan pemidanaan rehabilitatif. Namun, proses penyesuaian memunculkan persoalan baru. Perhatian publik kini tertuju pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur konversi pidana denda menjadi pidana penjara.

UU tersebut memperkenalkan tabel konversi matematis yang menetapkan jumlah hari penjara secara pasti apabila terpidana tidak membayar denda. Sejumlah kalangan menilai mekanisme ini terlalu kaku dan berpotensi membatasi kewenangan hakim.

Konversi Denda Dinilai Terlalu Kaku

Lampiran UU 1/2026 menetapkan konversi nilai denda langsung ke durasi pidana penjara. Hakim tidak memiliki pilihan selain mengikuti hitungan tersebut.

Sebagai contoh, denda sebesar Rp12.075.000.000 otomatis berubah menjadi 693 hari pidana penjara. Setiap kenaikan denda sebesar Rp25 juta menambah satu hari pidana penjara. Aturan ini tidak menyediakan rentang waktu atau opsi penyesuaian.

Akibatnya, hakim kehilangan ruang untuk menyesuaikan pidana dengan kondisi konkret terpidana.

Asas Individualisasi Pidana Terancam

Pendekatan ini berpotensi bertentangan dengan Pasal 54 KUHP Nasional. Pasal tersebut mewajibkan hakim mempertimbangkan motif, peran pelaku, kondisi pribadi, serta dampak pemidanaan terhadap masa depan terpidana.

Dengan tabel konversi yang bersifat mutlak, dua terpidana dengan nilai denda sama akan menjalani pidana pengganti yang identik. Padahal, tingkat kesalahan dan kondisi personal mereka bisa sangat berbeda.

Kondisi ini berisiko menggerus asas individualisasi pidana dalam praktik peradilan.

Problematika Teori Pemidanaan

Penentuan durasi penjara berdasarkan nominal uang juga menimbulkan persoalan teoritis. Nilai uang bersifat fluktuatif dan terus tergerus inflasi. Sebaliknya, kehilangan kebebasan memiliki dampak yang tetap dan mendalam.

Dalam jangka panjang, konversi yang statis dapat melahirkan ketidakadilan intertemporal. Nilai riil denda di masa depan akan menurun, tetapi lama pidana penjara pengganti tetap sama.

Akibatnya, beban hukuman menjadi tidak lagi proporsional.

Risiko Kalkulasi bagi Kejahatan Kerah Putih

Kepastian jumlah hari penjara membuka ruang kalkulasi rasional bagi pelaku kejahatan kerah putih. Pelaku dapat menghitung risiko dan memilih menjalani pidana penjara dibandingkan membayar denda besar.

Pilihan ini melemahkan fungsi pidana denda sebagai instrumen pemulihan kerugian negara. Negara justru kehilangan potensi pengembalian kerugian finansial.

Dampak Berat bagi Masyarakat Rentan

Sebaliknya, masyarakat berpenghasilan rendah tidak memiliki ruang pilihan. Ketidakmampuan membayar denda langsung berujung pada pidana penjara pengganti.

Durasi pidana tersebut tidak dapat dinegosiasikan. Situasi ini memperlebar kesenjangan keadilan dalam sistem pemidanaan.

Dilema Hakim dan Kebutuhan Katup Pengaman

Hakim kini menghadapi dilema yuridis. Kepatuhan penuh pada tabel berisiko mencederai rasa keadilan. Namun, penyimpangan dari tabel dapat dianggap melanggar asas legalitas.

UU 1/2026 juga belum menegaskan apakah tabel konversi bersifat mengikat absolut atau hanya pedoman teknis. Kekosongan ini menimbulkan ketidakpastian dalam praktik peradilan.

Sejumlah kalangan mendorong pembentuk undang-undang menghadirkan klausul pengecualian. Klausul ini dapat berfungsi sebagai katup pengaman agar hakim tetap dapat menjatuhkan pidana secara proporsional dan bertanggung jawab.

Perlu Penegasan Keadilan Substantif

Integrasi sistem pemidanaan melalui KUHP Nasional memang menandai langkah progresif. Namun, hukum pidana tidak dapat direduksi menjadi sekadar hitungan angka.

Tanpa fleksibilitas dan kebijaksanaan yudisial, tabel konversi denda justru berisiko menjauhkan sistem hukum dari tujuan keadilan substantif.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • awan tebal di wilayah Indonesia

    Cuaca Berawan Indonesia Dominasi Wilayah, BMKG Senin

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | cuaca berawan Indonesia diprakirakan mendominasi sebagian besar wilayah pada Senin. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan tersebut berdasarkan hasil pemantauan kondisi atmosfer terkini di berbagai daerah. Prakirawan cuaca BMKG, Bintari Ayuningtyas, menjelaskan bahwa wilayah Indonesia bagian barat berpotensi mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal. Wilayah tersebut meliputi Pekanbaru, Tanjung Pinang, […]

  • Krisis Penerbangan Timur Tengah di Bandara Internasional Dubai dengan pesawat terparkir akibat penutupan wilayah udara.

    Krisis Penerbangan Timur Tengah: Harga Tiket Asia–Eropa Melonjak dan Kursi Ludes

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 268
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Penutupan sejumlah bandara utama di Timur Tengah mengguncang industri penerbangan global. Eskalasi konflik Amerika Serikat–Israel melawan Iran memaksa otoritas menutup ruang udara di kawasan tersebut. Dampaknya langsung terasa pada rute Asia–Eropa. Bandara Internasional Dubai menghentikan operasional selama beberapa hari. Keputusan itu memangkas ribuan kursi setiap hari. Maskapai besar seperti Emirates dan Qatar […]

  • Vietnam tarik turis asing lewat tur helikopter premium di Ho Chi Minh

    Vietnam Makin Jago Tarik Turis Asing, Indonesia Mulai Ketar-Ketir

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 198
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Vietnam semakin agresif memperkuat sektor pariwisata global. Negara di Asia Tenggara itu kini tidak lagi hanya mengejar jumlah wisatawan asing, tetapi juga memburu turis dengan pengeluaran tinggi dan potensi kunjungan berulang. Strategi baru tersebut membuat Vietnam semakin kompetitif dan mulai mengancam dominasi destinasi wisata regional, termasuk Indonesia. Vietnam Fokus Garap Turis Premium […]

  • Purbaya Perry rapat ekonomi bahas kebijakan SBN 2026

    BI dan Kemenkeu Sepakati Pengelolaan SBN 2026 untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 310
    • 0Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com | Purbaya Perry rapat ekonomi bersama Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk membahas pengelolaan Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo pada 2026. Dalam rapat tersebut, Bank Indonesia menyepakati pembelian SBN pemerintah senilai Rp173,4 triliun secara bertahap. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasar keuangan nasional. Selain itu, kebijakan tersebut mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan […]

  • Peluncuran Program Sigerak Papua Barat oleh TPID Papua Barat Daya di Kota Sorong untuk menekan inflasi pangan.

    Sigerak Hadir di Sorong, TPID Papua Barat Daya Perkuat Pengendalian Inflasi Pangan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 149
    • 2Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)— Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Papua Barat Daya meluncurkan program Sinergi Gerakan Pangan Murah Keliling (Sigerak) guna menekan kenaikan harga bahan pokok di wilayah tersebut. Program itu mulai berjalan di Kota Sorong, Selasa. TPID memakai mobil box untuk membawa pangan murah langsung ke permukiman warga. Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau mengatakan […]

  • MLSC Bekasi 2025 Saira Clara Devina menggiring bola di final KU 12

    Peserta MLSC Bekasi Seri 2 Meningkat, Sepak Bola Putri Kian Diminati

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 168
    • 2Komentar

    Bekasi, (kabaristana.com) – Tren pertumbuhan sepak bola putri di Indonesia kembali menguat. Peningkatan jumlah peserta dalam ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bekasi Seri 2 musim 2025–2026 menjadi buktinya. Panitia menggelar turnamen ini pada 28 April hingga 3 Mei di Bekasi International Soccer Field dan Lapangan Yonif 202 Tajimalela, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 1.164 siswi […]

expand_less