Jakarta, (Kabaristana.com) – Gencatan Gaza BRICS menjadi sorotan dalam pertemuan menteri luar negeri negara-negara anggota BRICS di New Delhi, India, Jumat. Dalam pertemuan itu, para menlu mendesak penghentian perang secara permanen dan tanpa syarat di Jalur Gaza.
Para anggota BRICS meminta seluruh pihak melanjutkan negosiasi dengan itikad baik untuk menghentikan konflik yang terus memicu korban sipil dan kerusakan besar di Palestina.
“Mereka mendesak para pihak melakukan negosiasi dengan itikad baik untuk mencapai gencatan senjata segera, permanen, dan tanpa syarat. Mereka juga meminta Israel menarik seluruh pasukan dari Jalur Gaza dan wilayah Palestina yang diduduki,” isi pernyataan bersama tersebut.
Gencatan Gaza BRICS juga mencakup tuntutan pembukaan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan. Para menlu meminta seluruh pihak membebaskan para sandera dan mempercepat distribusi bantuan untuk warga sipil di Gaza.
BRICS Soroti Krisis Kemanusiaan Gaza
Perang Hamas dan Israel sejak 7 Oktober 2023 memicu krisis kemanusiaan besar di Palestina. Konflik tersebut menewaskan lebih dari 70.000 warga Palestina dan melukai sekitar 170.000 orang lainnya.
Sementara itu, otoritas Israel melaporkan perang tersebut menewaskan sedikitnya 1.200 warga Yahudi.
Banyak rumah, rumah sakit, sekolah, dan fasilitas umum di Jalur Gaza mengalami kerusakan parah akibat serangan yang terus berlangsung selama berbulan-bulan.
Rekonstruksi Gaza Diperkirakan Capai Rp1,2 Kuadriliun
Sejumlah lembaga internasional memperkirakan proses pemulihan Gaza membutuhkan waktu hingga 10 tahun. Mereka juga memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai 70 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,2 kuadriliun.
Seruan Gencatan Gaza BRICS menambah tekanan internasional agar perang segera berakhir. Negara-negara anggota BRICS berharap seluruh pihak segera mencapai kesepakatan damai demi menghentikan penderitaan warga sipil di Gaza.
Saat ini belum ada komentar