Pemuda ASEAN Pelajari Inovasi AI dan Pendidikan Vokasi di Guangxi, China
- account_circle Retanto
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- visibility 70
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Delegasi Pemuda ASEAN mengikuti kegiatan pertukaran di Guangxi, China, untuk mempelajari inovasi AI, pendidikan vokasi, dan peluang kerja sama teknologi antara ASEAN dan China melalui program Pemuda ASEAN Guangxi AI.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakata, (Kabaristana.com) – Pemuda ASEAN Guangxi AI menjadi simbol semakin eratnya kerja sama antara China dan negara-negara ASEAN melalui program pertukaran yang berlangsung di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi pada 23–25 Juni 2026.
Lebih dari 20 delegasi muda dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Kamboja mengikuti kunjungan ke pusat inovasi, kawasan industri, pelabuhan modern, serta institusi pendidikan vokasi. Mereka mempelajari penerapan kecerdasan buatan (AI) sekaligus menjajaki peluang kolaborasi regional.
Pemuda ASEAN Guangxi AI Perkuat Kolaborasi Teknologi
Program Pemuda ASEAN Guangxi AI memperkenalkan berbagai inovasi berbasis kecerdasan buatan kepada para delegasi. Mereka melihat langsung penerapan AI di sektor pelayanan publik, industri, kesehatan, dan pendidikan.
Selain itu, rombongan mengunjungi Pusat Inovasi AI Guangxi-ASEAN serta Pusat Kerja Sama Inovasi Kecerdasan Buatan China-ASEAN. Di lokasi tersebut, para peserta mencoba robot pelayanan, robot barista, perangkat kesehatan berbasis AI, kacamata penerjemah, hingga robot ikan biomimetik.
La Ode Muhammad Faisal Wikra Kusuma Wardana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengatakan kunjungan itu memberi pengalaman berharga. Menurutnya, perkembangan teknologi di China dapat menjadi referensi bagi Indonesia.
Ia juga menilai AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di sisi lain, teknologi tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada masa depan.
Pemuda ASEAN Guangxi AI Dukung Pendidikan Vokasi
Program ini tidak hanya mengenalkan teknologi mutakhir. Namun, kegiatan tersebut juga memperkuat kerja sama pendidikan vokasi melalui pelatihan, pertukaran keterampilan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kesempatan itu, empat institusi pendidikan dari Myanmar, Filipina, dan China bergabung ke dalam Aliansi Pendidikan Kejuruan Kota Kembar Internasional Guangxi. Penambahan tersebut membuat jumlah anggota aliansi mencapai 77 lembaga.
Sementara itu, otoritas Guangxi terus mengembangkan kerja sama pendidikan vokasi. Mereka menyusun program pelatihan bersama, membangun pusat praktik, serta menggelar kompetisi keterampilan di bidang AI dan ekonomi digital. Langkah tersebut bertujuan mencetak tenaga kerja yang siap menghadapi transformasi teknologi.
Infrastruktur Perkuat Hubungan ASEAN dan China
Selama berada di Guangxi, para delegasi meninjau pelabuhan cerdas, kawasan industri modern, dan proyek pembangunan Kanal Pinglu. Infrastruktur itu memperkuat konektivitas logistik antara China dan negara-negara ASEAN.
Selain memperlancar distribusi barang, proyek tersebut juga membuka peluang baru bagi perdagangan, investasi, pengembangan industri, dan kerja sama ekonomi kawasan.
Wardana menilai pendidikan vokasi menjadi jembatan penting untuk mempererat hubungan ASEAN dan China. Oleh karena itu, ia akan membagikan pengalaman selama mengikuti program tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia berharap pengalaman itu dapat menjadi bahan pengembangan kerja sama pada bidang kecerdasan buatan, pendidikan, budaya, dan pariwisata. Dengan demikian, kolaborasi antara China dan ASEAN dapat berkembang semakin luas pada masa mendatang.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda



Saat ini belum ada komentar