Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Hasil survei asi: 3 persoalan paling pokok yang dihadapi rakyat

Hasil survei asi: 3 persoalan paling pokok yang dihadapi rakyat

  • account_circle Jurnalis
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 118
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) — Harga kebutuhan pokok menjadi persoalan utama yang dirasakan masyarakat. Temuan itu muncul dalam survei nasional Arus Survei Indonesia (ASI).

Survei tersebut juga mencatat dua persoalan ekonomi lainnya. Masyarakat menyoroti sulitnya mencari pekerjaan dan masalah kemiskinan.

Harga Kebutuhan Pokok Jadi Perhatian Utama

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, mengatakan 35,7 persen responden menilai harga kebutuhan pokok sebagai persoalan utama.

“Saat kita melihat persoalan paling pokok yang dihadapi masyarakat, yang pertama adalah harga kebutuhan pokok mahal dengan angka 35,7 persen. Kemudian susah mencari lapangan kerja sebesar 20,4 persen, dan kemiskinan sebesar 20,1 persen,” ujar Ali.

Ali menyampaikan hal tersebut saat merilis hasil survei nasional bertema “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran”. Kegiatan itu berlangsung di Sofyan Hotel Cut Meutia, Menteng, Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Angka harga kebutuhan pokok mencapai 35,7 persen. Persentase itu lebih tinggi dibandingkan persoalan lapangan kerja dan kemiskinan.

Sebanyak 20,4 persen responden menilai sulit mencari pekerjaan sebagai persoalan utama. Kemudian, 20,1 persen responden memilih kemiskinan.

Sementara itu, 3,2 persen responden tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Persoalan Ekonomi Masih Dominan

Menurut Ali, hasil survei menunjukkan kuatnya perhatian masyarakat terhadap persoalan sehari-hari. Harga kebutuhan pokok berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Hal yang sama berlaku pada persoalan pekerjaan dan kemiskinan. Ketiga isu tersebut memiliki hubungan erat dengan daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kita melihat tiga persoalan ini, semuanya berkaitan dengan persoalan ekonomi masyarakat. Artinya, isu daya beli, pekerjaan, dan kesejahteraan masih menjadi perhatian yang cukup besar di tengah masyarakat,” katanya.

Ali juga menilai pemerintah perlu memperhatikan hasil survei tersebut. Pemerintah dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi dalam menyusun kebijakan.

Pemerintah Perlu Perkuat Kebijakan Ekonomi

Sebagai pengamat politik, Ali mengatakan kondisi ekonomi dapat memengaruhi penilaian masyarakat terhadap pemerintah.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kebijakan yang memberikan dampak nyata. Karena itu, pemerintah perlu mengarahkan kebijakan pada persoalan yang masyarakat rasakan secara langsung.

“Ini tentu menjadi catatan bagi pemerintah. Ketika masyarakat masih menempatkan harga kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan, dan kemiskinan sebagai persoalan utama, maka kebijakan pemerintah perlu semakin diarahkan pada persoalan-persoalan yang konkret dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.

Ali juga mendorong pemerintah untuk memastikan kebijakan ekonomi memberikan manfaat pada tingkat rumah tangga. Indikator ekonomi makro saja, menurutnya, belum cukup untuk menggambarkan kondisi masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan ekonomi dapat diterjemahkan menjadi sesuatu yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pengendalian harga kebutuhan pokok, perluasan lapangan kerja, dan pengurangan kemiskinan dapat memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat.

“Kalau harga kebutuhan pokok bisa lebih terkendali, kesempatan kerja semakin terbuka, dan angka kemiskinan bisa ditekan, tentu itu akan memberikan dampak positif terhadap persepsi masyarakat,” katanya.

Metode Survei ASI

Arus Survei Indonesia menggelar survei tersebut pada 23–29 Juli 2026. Penelitian mencakup 38 provinsi di Indonesia.

Tim survei melakukan wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden. Peneliti menggunakan metode Multistage Random Sampling.

Survei tersebut memiliki margin of error (MoE) ±2,9 persen. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo isu global saat memantau perkembangan dunia dini hari

    Prabowo Akui Sering Bangun Dini Hari Pantau Isu Dunia via YouTube

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 209
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto rutin memantau perkembangan isu global hingga dini hari agar tetap mengikuti dinamika dunia yang bergerak cepat. Dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” yang tayang Kamis (19/3/2026), Prabowo menyebut dirinya sebagai “news junkie” atau penggemar berita yang selalu mengikuti arus informasi. “Ini sudah, we are news junkies. Kita ini sudah kenalah,” […]

  • Mahasiswa Sulawesi Tenggara Rawamangun Aktif Berkegiatan

    Ruang Tumbuh Dan Kiprah Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Ibu Kota

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 504
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Jakarta dikenal sebagai pusat pendidikan yang menarik mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Banyak mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) juga memilih menetap di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. (10/01/2026). Rawamangun menjadi tempat berkumpul mahasiswa Sulawesi Tenggara dari 17 kabupaten dan kota. Mereka membangun komunitas untuk saling mendukung selama menempuh pendidikan di Jakarta. Komunitas […]

  • Pidato Megawati doktor honoris causa di Princess Nourah University

    Megawati Doktor Honoris Causa dari Princess Nourah University

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Megawati doktor honoris causa menjadi perhatian dunia internasional setelah Presiden ke-5 Republik Indonesia dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University di Riyadh, Arab Saudi. Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di lingkungan kampus universitas tersebut. Pemberian gelar ini memiliki makna penting secara […]

  • serangan darat Israel Lebanon picu asap tebal di Dahieh Beirut setelah serangan udara

    Pemimpin Barat Desak Israel Tahan Operasi Darat di Lebanon, Risiko Krisis Kemanusiaan Membesar

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 231
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Para pemimpin negara Barat mendesak Israel agar tidak melanjutkan operasi darat di Lebanon selatan. Selain itu, mereka menilai langkah militer tersebut berisiko memperparah krisis kemanusiaan dan memperpanjang konflik. Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris menyampaikan sikap itu dalam pernyataan bersama pada Senin. Lebih lanjut, mereka menyatakan kekhawatiran atas peningkatan kekerasan di Lebanon […]

  • Perang AS-Iran dan serangan drone di Timur Tengah

    Perang AS-Iran Jadi “Laboratorium” Militer China, Beijing Dinilai Pelajari Celah Pertahanan AS

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 149
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Konflik Amerika Serikat dan Iran yang memasuki bulan ketiga kini menarik perhatian China. Beijing tidak lagi melihat perang itu sebagai konflik kawasan Timur Tengah semata. China mulai mempelajari perang tersebut sebagai gambaran konflik modern masa depan, termasuk kemungkinan bentrokan dengan AS terkait Taiwan. Serangan drone murah Iran menjadi sorotan utama. Drone itu […]

  • Prabowo Dorong Oxford Cambridge Buka Kampus di Indonesia

    Prabowo Dorong Oxford Cambridge Buka Kampus di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com-Prabowo dorong Oxford Cambridge buka kampus di Indonesia sebagai strategi mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi nasional. Melalui kebijakan ini, pemerintah menargetkan peningkatan daya saing sumber daya manusia serta penguatan riset di dalam negeri. (20/01/2026). Prabowo Subianto menilai kehadiran kampus kelas dunia akan membawa dampak langsung bagi mutu pendidikan nasional. Karena itu, Prabowo dorong Oxford […]

expand_less