Aparat Iran Tembaki Demonstran, Saksi Mata Ungkap Aksi Brutal
- account_circle Porondosi
- calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
- visibility 407
- comment 1 komentar
- print Cetak

Gambar, Mayat Para Demonstran Iran
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, kabaristana.com – Aparat Iran tembaki demonstran dalam gelombang unjuk rasa yang terus meluas di berbagai wilayah negara tersebut. Seorang saksi mata mengungkap pasukan keamanan menggunakan peluru tajam untuk membubarkan massa, sebagaimana ia sampaikan kepada BBC, (13/1/2026).
Di tengah pembatasan arus informasi yang ketat akibat gelombang demonstrasi, saksi mata tersebut memberikan gambaran langsung tentang situasi di lapangan. Ia menyampaikan kesaksiannya kepada BBC dan menggambarkan kondisi Iran sebagai sangat mencekam.
Kesaksian Langsung dari Iran Selatan
Pria berusia 40-an tahun itu menceritakan kejadian di sebuah kota kecil di wilayah selatan Iran. Menurutnya, gelombang protes yang terjadi berubah menjadi peristiwa brutal yang mengerikan.
Ia menyatakan bahwa pasukan keamanan menembaki barisan pengunjuk rasa secara langsung. Bahkan, ia melihat korban berjatuhan di tempat kejadian.
“Saya melihat dengan mata kepala sendiri. Mereka menembak langsung ke arah pengunjuk rasa. Orang-orang jatuh di tempat mereka berdiri,” ujarnya.
Selain itu, saksi mata tersebut mengaku ikut serta dalam aksi protes di sejumlah kota kecil Iran selatan. Ia menyebut pasukan keamanan menggunakan senapan serbu jenis AK untuk menyerang massa.
“Kami melawan rezim brutal dengan tangan kosong,” katanya.
Situasi Serupa Terjadi di Teheran
Sementara itu, kesaksian serupa juga datang dari Teheran. Seorang perempuan yang berbicara kepada BBC pada 8 Januari 2026 menggambarkan ibu kota Iran seperti medan perang.
Menurutnya, para pengunjuk rasa memenuhi berbagai sudut kota. Namun, pasukan keamanan merespons aksi tersebut dengan kekerasan ekstrem.
“Pada hari Jumat, pasukan keamanan hanya membunuh dan membunuh,” tuturnya.
Lebih lanjut, perempuan itu menilai bentrokan yang terjadi sebagai perang sepihak. Ia menegaskan bahwa pengunjuk rasa tidak membawa senjata.
“Dalam perang, kedua pihak punya senjata. Di sini, orang-orang hanya bernyanyi dan mereka terbunuh,” ujarnya.
Penembakan Juga Dilaporkan di Fardis
Selain Teheran dan Iran selatan, laporan penembakan juga muncul dari Fardis, kota di sebelah barat Teheran. Di wilayah ini, pasukan paramiliter Basij yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang pengunjuk rasa secara mendadak.
Menurut saksi, anggota Basij mengendarai sepeda motor dan menembakkan peluru tajam ke arah kerumunan. Serangan itu terjadi setelah aparat kepolisian tidak terlihat di lokasi selama beberapa jam.
“Dua atau tiga orang tewas di setiap gang,” ujar seorang saksi lainnya.
Jumlah Korban Masih Simpang Siur
Hingga kini, jumlah korban tewas akibat unjuk rasa di Iran masih belum pasti. Penutupan akses internet dan pembatasan ketat terhadap media asing menyulitkan proses verifikasi informasi.
Organisasi HAM Iran yang berbasis di Norwegia, IHRNGO, melaporkan sedikitnya 648 pengunjuk rasa tewas hingga Senin (12/1). Dari jumlah tersebut, sembilan korban merupakan anak-anak di bawah usia 18 tahun.
Sebaliknya, media yang terafiliasi dengan pemerintah Iran, Tasnim, mengklaim sedikitnya 109 aparat keamanan tewas dalam bentrokan.
Rumah Sakit Kewalahan Tangani Korban
Di sisi lain, laporan dari BBC Persia menyebutkan bahwa rumah sakit-rumah sakit di Iran kewalahan menangani banyaknya jenazah. Sejumlah video yang diterima BBC memperlihatkan gedung pemerintah dan kendaraan polisi terbakar di berbagai wilayah.
Bahkan, beberapa rekaman menunjukkan truk bermuatan mayat yang sedang dibongkar di fasilitas medis. Kondisi ini memperkuat gambaran bahwa situasi di Iran masih sangat genting.
- Penulis: Porondosi
- Editor: Brian putra



Можно ли использовать Впн для защиты IoT-устройств дома?
7 Mei 2026 11:31 pm