JAKARTA, (Kabaristana.com) | Duta Besar Amerika Serikat untuk NATO, Matthew Whitaker, mendukung langkah Presiden AS Donald Trump yang meminta sekutu NATO membantu menjaga keamanan Selat Hormuz di tengah konflik dengan Iran.
Whitaker menilai jalur pelayaran tersebut sangat penting bagi banyak negara, terutama bagi negara yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk Persia.
Ia mengatakan negara-negara NATO memiliki kepentingan langsung untuk menjaga jalur perdagangan energi tetap aman.
“Keamanan Selat Hormuz juga menjadi kepentingan mereka. Karena itu sekutu kami perlu ikut membantu menjaga stabilitas kawasan,” kata Whitaker dalam wawancara dengan Fox News, Senin (16/3).
Ia menambahkan kerja sama sekutu diperlukan untuk memastikan Iran tidak mengembangkan rudal balistik, drone tempur, maupun program senjata nuklir.
Trump Minta Negara Mitra Kirim Kapal Perang
Sebelumnya, Presiden Donald Trump meminta sejumlah negara mitra mengirim kapal perang ke kawasan Selat Hormuz.
Negara yang ia sebut antara lain China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan beberapa negara lainnya.
Langkah itu bertujuan menjaga keamanan jalur pelayaran yang sering dilalui kapal tanker minyak dan gas.
Trump juga sempat meragukan kesediaan sekutu NATO untuk membantu Amerika Serikat jika terjadi konflik besar.
Selat Hormuz Jalur Energi Penting Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan energi global.
Sebagian besar ekspor minyak dan gas alam cair dari negara Teluk Persia melewati jalur tersebut sebelum menuju pasar internasional.
Gangguan di kawasan ini dapat mengganggu pasokan energi dunia dan memicu kenaikan harga minyak.
Beberapa negara, termasuk Prancis, kini menjalankan misi patroli laut untuk menjaga keamanan kapal tanker di wilayah tersebut.
Ketegangan Iran, AS, dan Israel Meningkat
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan itu menargetkan beberapa fasilitas di Iran, termasuk wilayah di sekitar Teheran.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran internasional karena konflik berpotensi mengganggu perdagangan energi global.


Saat ini belum ada komentar