Ketahanan Pangan Lombok Timur Diperkuat Lewat Program Jagung
- account_circle Retanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Sejumlah petani bersama aparat dan pemerintah daerah berfoto saat panen raya jagung di lahan pertanian Lombok Timur, Kamis (23/4/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LOMBOK TIMUR – ketahanan pangan Lombok Timur terus meningkat melalui program pertanian jagung berbasis zakat yang dijalankan Baznas RI. Selain itu, program ini juga mendorong peningkatan produksi sekaligus memperkuat ekonomi petani di wilayah lahan kering.
Penguatan Ketahanan Pangan melalui Zakat Produktif
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa lembaganya mengelola dana zakat secara produktif agar memberi dampak langsung bagi masyarakat. Lebih lanjut, ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri panen raya jagung di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya.
Menurutnya, keberhasilan ketahanan pangan Lombok Timur tidak terlepas dari kolaborasi antara Baznas dan pemerintah daerah. Oleh karena itu, dukungan seperti perlindungan BPJS Ketenagakerjaan menjadi sangat penting bagi para petani.
Produktivitas Pertanian di Lahan Kering Meningkat
Program ini mendorong petani menerapkan teknik pertanian modern. Dengan demikian, petani mampu menekan risiko gagal panen akibat hama dan perubahan cuaca. Selain itu, hasil produksi menjadi lebih stabil dan berkelanjutan.
Peran Masyarakat dalam Mendukung Ketersediaan Pangan
Sementara itu, Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menjelaskan bahwa masyarakat ikut berperan aktif dalam mendukung sektor pangan. Misalnya, warga membangun embung tadah hujan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan air pertanian.
Di sisi lain, masyarakat juga memanfaatkan embung tersebut untuk budidaya ikan. Sebagai hasilnya, mereka tidak hanya menjaga pasokan air, tetapi juga meningkatkan pendapatan.
Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Saat ini, petani mengelola sekitar 113.000 hektare lahan kering secara optimal. Akibatnya, sektor pertanian menyumbang sekitar 27 persen terhadap PDRB Lombok Timur. Dengan demikian, sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Selain itu, pemerintah daerah memberikan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan dengan santunan hingga ratusan juta rupiah bagi petani dan pekerja sektor keagamaan.
Kolaborasi Perkuat Sistem Pangan Daerah
Secara keseluruhan, kolaborasi antara Baznas dan pemerintah daerah terus memperkuat ketahanan pangan Lombok Timur. Oleh sebab itu, program zakat produktif ini mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus menciptakan ekonomi yang lebih inklusif.
Untuk referensi tambahan, baca juga:
- Strategi Ketahanan Pangan Nasional → https://example.com/strategi-ketahanan-pangan-nasional
- Peran Zakat Produktif dalam Ekonomi Desa → https://example.com/zakat-produktif-ekonomi-desa
Akhirnya, dengan sinergi yang kuat, ketahanan pangan Lombok Timur berpotensi menjadi model nasional dalam pengembangan sektor pertanian berbasis pemberdayaan masyarakat.
- Penulis: Retanto
- Editor: wilda

Saat ini belum ada komentar