Mengingat Tragedi Binjai 2002: Bentrokan TNI dan Brimob di Tengah Kota
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 19 Jan 2026
- visibility 485
- comment 0 komentar
- print Cetak

ket: ilustrasi//suasana bentrokan aparat keamanan di kawasan perkotaan pada malam hari.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, kabaristana.com | Bentrokan TNI–Brimob Binjai 2002 menjadi salah satu peristiwa serius dalam sejarah keamanan nasional Indonesia. Insiden yang terjadi di Kota Binjai, Sumatera Utara, pada 28 September 2002 ini memicu ketegangan antar-aparat dan menarik perhatian pimpinan tertinggi keamanan nasional.
Peristiwa bermula sekitar pukul 20.00 WIB. Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendatangi Polres Langkat. Prajurit tersebut meminta polisi membebaskan seorang pria yang terlibat dugaan pengedaran obat terlarang. Pihak kepolisian menolak permintaan itu karena proses hukum masih berjalan.
Prajurit TNI tersebut kemudian kembali ke markas Batalyon Lintas Udara 100/Prajurit Setia. Sekitar pukul 22.00 WIB, ia bersama sejumlah rekannya kembali mendatangi Polres Langkat. Adu argumen terjadi antara personel TNI dan aparat kepolisian. Situasi memanas dalam waktu singkat.
Kericuhan pun pecah. Sejumlah oknum melakukan penyerangan yang mengakibatkan Kapolres Langkat mengalami luka. Aparat kepolisian segera mengamankan lokasi untuk mencegah eskalasi konflik. Insiden tersebut menyebabkan dua anggota TNI mengalami luka, sementara beberapa personel lain meninggalkan area kejadian.
Pasca bentrokan TNI–Brimob Binjai 2002, aparat keamanan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik strategis Kota Binjai. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan mencegah konflik susulan di tengah masyarakat. Masing-masing institusi juga melakukan pemeriksaan internal sesuai aturan yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh aparat negara. Koordinasi, disiplin, dan profesionalisme antar-lembaga penegak hukum memegang peran krusial dalam menjaga kepercayaan publik serta stabilitas nasional.
Untuk memahami konteks konflik aparat di Indonesia, pembaca dapat merujuk arsip berita keamanan nasional di laman internal kami atau laporan resmi dari Kepolisian Negara Republik Indonesia dan TNI sebagai sumber eksternal terpercaya.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: kabaristana.com

Saat ini belum ada komentar