Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukrim » Laporan Dugaan Penganiayaan Diduga Mandek, Keluarga Korban Pertanyakan Kinerja Kapolsek Puriala

Laporan Dugaan Penganiayaan Diduga Mandek, Keluarga Korban Pertanyakan Kinerja Kapolsek Puriala

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 346
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KONAWE, (kabaristana.com) – Keluarga korban dugaan penganiayaan di Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, mempertanyakan penanganan kasus oleh Polsek Puriala. Mereka menilai polisi belum menunjukkan perkembangan yang jelas sejak menerima laporan pada April 2026.

Korban bernama Sire melaporkan dugaan penganiayaan tersebut melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/02/IV/YAN.2.5/2026/SPKT-C/Sultra/Res Knw/Sek Puriala. Peristiwa itu terjadi pada 4 April 2026.

Sire mengaku mengalami pemukulan saat menghadiri acara di Desa Mokaleleo, Kecamatan Puriala. Ia menduga anak tirinya, Harjun Rela, sebagai pelaku. Akibat kejadian itu, Sire mengalami luka sobek di bagian atas alis kiri.

Usai kejadian, Sire segera melapor ke Polsek Puriala. Ia meminta polisi memproses laporannya sesuai ketentuan hukum.

Namun, lebih dari dua bulan berlalu. Keluarga korban mengaku belum menerima informasi yang jelas mengenai perkembangan perkara tersebut. Mereka mempertanyakan langkah hukum yang penyidik jalankan selama ini.

Anjung, anggota keluarga korban, mengatakan penyidik belum menetapkan tersangka. Menurutnya, dokter telah menerbitkan hasil visum. Penyidik juga sudah mengumpulkan keterangan saksi, pengakuan terlapor, dan bukti surat berupa visum.

“Kami hanya menginginkan kepastian hukum dan informasi yang jelas terkait perkembangan laporan yang telah kami sampaikan. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap proses hukum karena laporan yang telah diterima tidak kunjung mendapatkan kepastian,” kata Anjung.

Keluarga korban meminta Polsek Puriala menjelaskan perkembangan penanganan kasus tersebut secara terbuka. Mereka juga mendesak aparat kepolisian menjalankan proses hukum secara profesional, transparan, dan sesuai aturan.

Selain itu, keluarga korban meminta Kapolres Konawe mengawasi penanganan perkara tersebut. Mereka berharap pengawasan itu dapat memastikan proses hukum berjalan objektif dan berkeadilan.

Hingga berita ini terbit, pihak Polsek Puriala belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut. Media juga belum menerima tanggapan atas upaya konfirmasi kepada pihak kepolisian.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sungai Tangsel Tercemar, Air Berubah Putih dan Menyengat

    Sungai Tangsel Tercemar, Air Berubah Putih dan Menyengat

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) -Sungai Tangsel tercemar dan menggegerkan warga setelah air berubah menjadi putih pekat serta mengeluarkan bau menyengat. Kondisi ini muncul pascakebakaran gudang pestisida di kawasan Taman Tekno, Serpong. (09/02/2026). Setelah warga menemukan perubahan drastis pada kondisi air. Warna air tampak putih pekat dan mengeluarkan bau menyengat yang terasa kuat. Sungai tersebut mengalir di dekat […]

  • Wamen ATR/BPN Buka Suara soal Anak Buah Nusron Terjerat OTT KPK

    Wamen ATR/BPN Buka Suara soal Anak Buah Nusron Terjerat OTT KPK

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) Ossy Dermawan buka suara soal anak buah Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang terjerat kasus dugaan korupsi dalam OTT KPK. Ia menyatakan, pihaknya menghormati langkah hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kementerian ATR BPN tentunya menghormati proses hukum yang sedang […]

  • sandera israel gaza yocheved lifshitz setelah dibebaskan hamas

    Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 819
    • 0Komentar

    TEL AVIV — Yocheved Lifshitz, sandera Israel yang pernah ditahan Hamas, memperingatkan kondisi para sandera di Gaza sangat kritis. Ia meminta pembebasan segera bagi semua tawanan. Perempuan berusia 85 tahun itu sempat menarik perhatian dunia pada akhir Oktober. Saat meninggalkan Gaza, ia menyalami salah satu penculiknya dan mengucapkan kata “Shalom”, yang berarti damai. Namun sekarang […]

  • serangan Iran tidak menguntungkan kawasan

    Saudi Tegaskan Serangan Iran Tak Menguntungkan, Justru Picu Isolasi

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || 26 Maret 2026  Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, menegaskan bahwa serangan Iran ke negara-negara Timur Tengah tidak memberi keuntungan strategis bagi Teheran. Faisal menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menilai langkah tersebut justru memperburuk posisi Iran di tingkat global. Tekanan politik dan ekonomi terhadap […]

  • Muhaimin Iskandar membuka festival Jejak Jajanan Nusantara di GBK Jakarta

    Menko Pemberdayaan Masyarakat Buka Festival Jejak Jajanan Nusantara di GBK, Dukung Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 299
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, membuka kegiatan Festival Jejak Jajan Nusantara – Ramadhan Berdaya 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu, festival ini juga memberi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah […]

  • Mahasiswa KPIT mendesak pemerintah menghapus syarat desil KIP Kuliah 2026 agar mahasiswa kurang mampu mendapat bantuan pendidikan.

    Aksi di Kemdiktisaintek,  KPIT Desak Evaluasi Syarat Desil KIP Kuliah 2026

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Indonesia Timur (KPIT) menggelar aksi damai di depan Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (10/8/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah mengevaluasi penggunaan kategori desil dalam penentuan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026. KPIT Soroti Syarat Desil KIP Kuliah Aturan KIP […]

expand_less