Swedia dan Finlandia Desak Spanyol Segera Bertindak Hadapi Arus Migran
- account_circle Rahman
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: ilustrasi -
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Helsinki, (kabaristana.com) — Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mendesak Spanyol segera mengendalikan krisis migran di Ceuta. Ia menilai Madrid harus memenuhi kewajiban menjaga perbatasan luar Uni Eropa sesuai aturan Schengen.
Kristersson mengatakan situasi tersebut dapat memengaruhi keamanan dan kebijakan migrasi di Swedia. Karena itu, pemerintahnya siap mengambil langkah untuk menjaga ketertiban jika kondisi memburuk.
“Jika situasi ini berdampak pada keamanan Swedia, pemerintah akan mengambil langkah yang diperlukan,” kata Kristersson kepada Kantor Berita Swedia TT.
Swedia Siap Beri Dukungan
Menteri Imigrasi Swedia Johan Forssell meminta negara-negara Nordik menggelar pertemuan darurat. Pertemuan itu bertujuan membahas lonjakan migran yang memasuki wilayah Spanyol.
Forssell juga menyatakan Swedia siap membantu Spanyol melalui Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa (Frontex). Namun, bantuan tersebut menunggu permintaan resmi dari pemerintah Spanyol.
Selain itu, ia meminta negara-negara tetangga meningkatkan pengawasan perbatasan. Langkah itu bertujuan mencegah perpindahan migran secara ilegal ke negara Uni Eropa lainnya.
Forssell menegaskan Spanyol harus segera memulihkan kendali atas perbatasan luar Uni Eropa.
“Gambar yang beredar sangat mengkhawatirkan. Situasinya terlihat kacau,” ujarnya.
Finlandia Dorong Langkah Bersama
Perdana Menteri sementara Finlandia sekaligus Menteri Keuangan Riikka Purra meminta Uni Eropa segera mengambil langkah bersama. Menurutnya, negara-negara anggota perlu membantu Spanyol mengatasi krisis sesuai aturan migrasi yang berlaku.
Melalui platform X, Purra mengingatkan pentingnya mengambil pelajaran dari krisis pengungsi pada 2015. Ia juga menegaskan Finlandia siap memperketat pengawasan perbatasan internal jika diperlukan.
Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen menyampaikan pandangan serupa. Ia meminta otoritas Spanyol segera mengendalikan situasi di Ceuta.
Valtonen juga mendesak pemerintah Spanyol mempercepat pemulangan migran yang masuk tanpa izin.
Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta
Otoritas Spanyol memperkirakan sekitar 50.000 migran memasuki Kota Ceuta dari Maroko dalam dua hari terakhir. Jumlah tersebut menjadi salah satu gelombang migrasi terbesar di wilayah itu.
Sementara itu, korban jiwa terus bertambah. Hingga Jumat, sedikitnya 57 orang meninggal saat mencoba mencapai Ceuta melalui jalur laut.
Krisis migran Ceuta kini menjadi perhatian banyak negara Uni Eropa. Pemerintah di kawasan itu khawatir arus migrasi semakin meningkat dan memengaruhi keamanan perbatasan regional.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim Redaksi



Saat ini belum ada komentar