Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » pendidikan » Aksi Jilid III, KPIT Desak Kemendiksaintek Hapus Desil dalam Syarat Penerimaan KIP Kuliah

Aksi Jilid III, KPIT Desak Kemendiksaintek Hapus Desil dalam Syarat Penerimaan KIP Kuliah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 311
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Indonesia Timur (KPIT) kembali menggelar aksi jilid III. Aksi berlangsung di depan Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek), Senin, 14 September 2026.

KPIT Soroti Sistem Desil KIP Kuliah

Dalam aksi tersebut, KPIT mendesak Kemendiksaintek menghapus sistem desil sebagai salah satu syarat penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Mereka menilai kategori desil 5–6 belum selalu menggambarkan kondisi ekonomi keluarga calon mahasiswa secara nyata.

KPIT menyoroti calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 5–6. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi peluang mereka memperoleh bantuan pendidikan melalui program KIP Kuliah.

Mahasiswa Minta Pemerintah Evaluasi Data

KPIT sebelumnya telah melakukan audiensi melalui aksi jilid I dan jilid II. Namun, mereka mengaku belum memperoleh kejelasan mengenai tuntutan penghapusan desil dalam persyaratan KIP Kuliah.

Ketua Umum KPIT, Sehan Watimena, mengatakan sistem desil seharusnya tidak menjadi penghambat bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Menurut Sehan, kondisi ekonomi keluarga perlu menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan penerima bantuan pendidikan.

“Seharusnya desil dihapus saja karena desil tersebut hanya menghambat teman-teman calon mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan kuliah. Padahal, mereka juga orang yang tidak mampu, tetapi masuk dalam kategori desil 5–6,” ujar Sehan Watimena kepada awak media, Senin (14/9).

Data Desil Dinilai Belum Menggambarkan Kondisi Keluarga

KPIT juga menyoroti kondisi keluarga calon mahasiswa yang tergolong kurang mampu. Sebagian keluarga, menurut mereka, tidak pernah menerima bantuan pemerintah daerah maupun bantuan sosial lainnya.

Namun, data keluarga tersebut masih tercatat dalam kategori desil 5–6.

Atas kondisi tersebut, KPIT mendesak Kemendiksaintek mengevaluasi penggunaan desil dalam persyaratan KIP Kuliah. Mereka berharap pemerintah melihat kondisi ekonomi keluarga secara lebih menyeluruh.

Langkah tersebut dinilai penting agar calon mahasiswa yang membutuhkan tetap memiliki kesempatan memperoleh bantuan pendidikan.

“Kami mendesak Kemendiksaintek agar segera menghapus desil dalam syarat penerimaan KIP Kuliah,” tegas Sehan.

KPIT Minta Kesempatan bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Sementara itu, Koordinator Lapangan KPIT, Edrian Saputra, menilai sistem desil dalam persyaratan KIP Kuliah perlu dievaluasi.

Menurut Edrian, masih banyak orang tua calon mahasiswa yang berada dalam kondisi ekonomi kurang mampu. Namun, mereka tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah maupun program bantuan lainnya.

“Saya menilai desil tersebut dalam syarat penerimaan KIP Kuliah benar-benar menghambat mahasiswa baru untuk mendapatkan bantuan pendidikan tersebut,” kata Edrian.

Ia menambahkan, calon mahasiswa yang mereka perjuangkan memiliki kemampuan akademik dan prestasi yang baik.

Karena itu, Edrian menilai kondisi ekonomi keluarga perlu menjadi pertimbangan. Hal tersebut penting agar calon mahasiswa tetap memiliki kesempatan memperoleh bantuan pendidikan.

“Jangan sampai mahasiswa yang benar-benar membutuhkan justru kehilangan haknya hanya karena masuk dalam kategori desil 5–6,” ujar Edrian.

KPIT Tunggu Solusi Kemendiksaintek

KPIT berharap Kemendiksaintek segera memberikan solusi dan kejelasan terkait persoalan tersebut.

Mereka meminta pemerintah mengevaluasi penerapan sistem desil dalam seleksi KIP Kuliah. Dengan evaluasi tersebut, calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu diharapkan tetap dapat mengakses pendidikan tinggi melalui program KIP Kuliah.

(RM/RT)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berharta Rp3,5 Miliar, Eva Stevany Anggota DPR Tercatat dalam Desil 4 Rentan Miskin

    Berharta Rp3,5 Miliar, Eva Stevany Anggota DPR Tercatat dalam Desil 4 Rentan Miskin

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 135
    • 0Komentar

    JAKARTA, KABARISTANA.COM — Nama anggota DPR RI Fraksi NasDem Eva Stevany Rataba masuk kelompok desil 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan. Kemunculan nama Eva dalam desil 4 memicu kabar bahwa ia menerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH). Eva membantah kabar tersebut. Ia menegaskan tidak […]

  • Trump minyak Iran saat pidato di Gedung Putih tentang kemandirian energi AS

    Trump Klaim AS Tak Butuh Minyak Iran, Pamer Kekuatan Militer di Tengah Perang

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa negaranya tidak lagi bergantung pada minyak Iran di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. JAKARTA, (Kabaristana.com) || Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya di Gedung Putih. Ia menilai Amerika Serikat kini memiliki cadangan energi yang kuat sehingga tidak membutuhkan pasokan dari Iran maupun kawasan sekitarnya. Ia juga menekankan […]

  • Bantuan kurban berbasis DTSEN oleh BAZNAS DKI Jakarta

    BAZNAS DKI Salurkan Bantuan Kurban Berbasis DTSEN Agar Tepat Sasaran

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 232
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – BAZNAS DKI Jakarta meluncurkan program Kurban Berkah BAZNAS 2026 dengan basis Data Terpadu Sasaran Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini membantu validasi data kemiskinan ekstrem agar penyaluran bantuan kurban lebih tepat sasaran. Ketua BAZNAS DKI Jakarta Akhmad H. Abubakar mengatakan Idul Adha harus menjadi momentum berbagi keberkahan bagi masyarakat Jakarta. “Program ini menghadirkan […]

  • OTT Unsoed KPK menetapkan Rektor Akhmad Sodiq dan lima orang lainnya sebagai tersangka dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru.

    OTT Unsoed, KPK Tetapkan Rektor dan Lima Orang sebagai Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq sebagai tersangka dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru. Selain Akhmad, penyidik juga menetapkan lima orang lainnya dalam perkara tersebut. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyampaikan keputusan itu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026). “Berdasarkan kecukupan alat […]

  • Kasus pencabulan anak Majalengka saat dikawal GASKAN

    GASKAN: Ibu Ashima Curhat Live TikTok Mencari Keadilan Pencabulan Dua Anaknya di Majalengka, Kecewa Dengan Tim Hukum KDM

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 239
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pada 24 Mei 2026, Ibu Ashima Dinillah (46) menyampaikan keluhannya melalui siaran langsung TikTok dan mengadu kepada Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN). Ia meminta bantuan untuk memviralkan kasus yang menimpa kedua putrinya, VRS (14) dan VSP (15), yang menjadi korban pencabulan oleh ayah tiri mereka, YRN, di Majalengka. Dengan nada penuh harap, […]

  • ilustrasi harga minyak dunia naik akibat krisis energi global

    Harga Minyak Dunia Menguat, Negara-Negara Mulai Batasi Ekspor Energi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 261
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Harga minyak dunia terus menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong sejumlah negara mengambil langkah antisipatif dengan membatasi ekspor energi dan mengamankan pasokan dalam negeri. Ketegangan di kawasan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global. Gangguan pada jalur pelayaran utama, ancaman terhadap kapal tanker, serta […]

expand_less