Kebakaran Gedung Bapenda DKI, ASN Diminta WFH Bergantian
- account_circle Rahman
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI pasca kebakaran pada Jumat (7/8) malam, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta menerapkan Work From Home (WFH) secara bergantian. Kebijakan ini berlaku setelah kebakaran melanda gedung tersebut pada Jumat (7/8) malam.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI menyiapkan sejumlah lokasi alternatif agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan. ASN juga dapat bekerja dari kantor Suku Dinas Wilayah Kota atau memanfaatkan aset Pemprov DKI lainnya.
“Menginstruksikan seluruh ASN yang berkantor di gedung ini agar tetap bekerja melalui mekanisme Work From Home (WFH) secara bergantian, atau berkantor di Suku Dinas Wilayah Kota, serta memanfaatkan aset Pemprov DKI Jakarta lainnya,” kata Pramono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (8/8).
Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Pramono menegaskan Pemprov DKI tetap memprioritaskan pelayanan publik. Karena itu, pemerintah menyiapkan pola kerja alternatif agar masyarakat tetap memperoleh layanan tanpa gangguan.
“Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama kita. Masyarakat jangan khawatir, semua layanan akan tetap berjalan,” ujar Pramono.
Gedung di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, menampung sejumlah perangkat daerah. Bapenda, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Perhubungan, Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), dan Bank Jakarta menggunakan gedung tersebut.
Jumlah ASN yang bekerja di gedung itu mencapai sekitar 1.000 orang. Pramono juga memastikan Pemprov DKI telah mengasuransikan Gedung Dinas Teknis Bapenda.
Kebakaran tidak mengganggu penyimpanan data perpajakan DKI Jakarta. Pramono menjelaskan sistem digital telah mencadangkan data perpajakan sehingga pemerintah tetap dapat memberikan layanan kepada masyarakat.
“Data perpajakan DKI Jakarta aman karena sudah di-backup secara digital,” katanya.
Dengan sistem tersebut, Pemprov DKI memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan perpajakan meski aktivitas kantor di gedung tersebut mengalami perubahan.
Sistem Lampu Lalu Lintas Terdampak
Kebakaran juga mengganggu Traffic Management Control/Intelligent Traffic Control System (TMC/ITCS) milik Dinas Perhubungan yang berada di lantai 16.
Gangguan sistem membuat petugas tidak dapat mengandalkan pengaturan lampu lalu lintas secara otomatis. Untuk sementara, petugas mengatur sejumlah lampu lalu lintas secara manual.
Pramono meminta Dinas Perhubungan menambah personel di sejumlah titik untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.
“Menginstruksikan penebalan pasukan Dishub di lapangan agar pengaturan lalu lintas tetap lancar,” ucapnya.
Kebakaran melanda Gedung Bapenda DKI Jakarta pada Jumat (7/8) sekitar pukul 21.40 WIB. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat langsung mengerahkan 40 unit kendaraan dan sekitar 200 personel.
Petugas Gulkarmat kemudian melakukan proses pemadaman sekaligus evakuasi penghuni gedung.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tim penyelamat Gulkarmat juga mengevakuasi seorang pekerja dari lantai 15 dalam kondisi selamat.
Pemprov DKI kini mengatur kembali aktivitas perkantoran agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama proses penanganan dampak kebakaran.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda



Saat ini belum ada komentar