Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » OPINI: Kendari dalam Ancaman Banjir yang Tak Biasa

OPINI: Kendari dalam Ancaman Banjir yang Tak Biasa

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
  • visibility 262
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: M. Nasrullah Yusuf (Mahasiswa Pascasarjana PPW UHO)

KENDARI (Kabaristana.com) – Kota Kendari kini menghadapi persoalan banjir yang terus berulang setiap tahun. Fenomena ini bukan lagi sekadar banjir musiman. Banjir telah menjadi peringatan bahwa lingkungan perkotaan mengalami tekanan yang semakin besar.

Dalam beberapa tahun terakhir, genangan muncul di sejumlah wilayah. Wua-Wua, Baruga, Lepo-Lepo, Andonohu, hingga Tunggala menjadi kawasan yang terdampak. Banjir besar pada April 2026 memperkuat kebutuhan evaluasi terhadap arah pembangunan kota.

Curah Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab

Curah hujan dengan intensitas tinggi memang memicu banjir. Namun, hujan bukan satu-satunya penyebab. Kondisi topografi, perubahan tata guna lahan, lemahnya sistem drainase, dan pembangunan permukiman ikut memperbesar risiko banjir.

Laporan penilaian ketangguhan Kota Kendari menjelaskan bahwa sebagian wilayah berada di dataran rendah dan pesisir. Sebagian lainnya berada di kawasan perbukitan. Air hujan secara alami mengalir dari daerah tinggi menuju Teluk Kendari.

Masalah muncul ketika pembangunan menutup jalur alami air. Pengurukan lahan, betonisasi, dan pembangunan perumahan mengubah arah aliran air. Akibatnya, air meluap ke kawasan permukiman.

Perubahan Ekologis Mulai Terlihat

Banjir di kawasan Tunggala, Kelurahan Anawai, menjadi contoh yang jelas. Selama bertahun-tahun kawasan itu tidak pernah mengalami banjir. Namun, hujan deras pada April 2026 menyebabkan genangan cukup tinggi.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan ekologis. Ruang terbuka hijau terus berkurang. Lahan resapan berubah menjadi bangunan. Pengembang juga membangun sejumlah perumahan tanpa memperhatikan kontur alami kawasan.

Perubahan itu mengurangi kemampuan tanah menyerap air hujan. Akibatnya, limpasan air meningkat dan langsung mengalir ke kawasan yang lebih rendah.

Pembangunan Perumahan Harus Lebih Bijak

Banyak pengembang masih mengutamakan percepatan pembangunan fisik. Mereka sering meratakan lahan miring untuk memperluas kawasan perumahan.

Padahal, lereng berfungsi sebagai jalur alami aliran air. Ketika pengembang memotong kontur tanpa analisis hidrologi, air kehilangan jalurnya. Air kemudian mencari aliran baru dan akhirnya masuk ke permukiman warga.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembangunan yang memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Drainase Harus Terintegrasi

Persoalan lain muncul pada sistem drainase. Banyak saluran perumahan tidak terhubung dengan jaringan drainase kota. Saat hujan deras turun, kapasitas saluran tidak mampu menampung debit air.

Sedimentasi dan sampah juga memperburuk keadaan. Kedua faktor itu menghambat aliran air dan mempercepat munculnya genangan.

Pemerintah dan pengembang perlu membangun sistem drainase yang saling terhubung. Integrasi tersebut akan membantu mempercepat aliran air menuju saluran utama.

Konsep Perumahan Tangguh Banjir

Kota Kendari perlu menerapkan konsep perumahan tangguh banjir. Konsep ini tidak hanya mengandalkan saluran drainase. Perencanaan kawasan juga harus mengikuti karakter alam.

Pemerintah perlu mempertahankan kawasan resapan air. Pengembang wajib menyediakan ruang terbuka hijau, sumur resapan, dan biopori. Langkah tersebut dapat mengurangi limpasan air ketika hujan turun.

Pengalaman Jakarta menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur resapan mampu membantu mengendalikan banjir apabila diterapkan secara konsisten.

Namun, hasil pengamatan di lapangan menunjukkan masih ada perumahan yang belum menyediakan ruang terbuka hijau secara memadai. Bahkan, beberapa kawasan memasukkan jurang sebagai ruang terbuka hijau. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius.

Pengawasan Perizinan Harus Diperketat

Pemerintah harus memperketat pengawasan terhadap pembangunan perumahan. Pengawasan itu penting, terutama pada kawasan dengan lereng curam dan daerah rawan genangan.

Warga di kawasan Tunggala mengaku baru mengalami banjir setelah pembangunan perumahan di wilayah yang lebih tinggi. Dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui kajian teknis yang komprehensif.

Pemerintah juga perlu melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, serta tenaga ahli dalam setiap proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Setiap pengembang harus menyusun analisis kontur lahan dan arah aliran air sebelum memulai pembangunan.

Saatnya Evaluasi Arah Pembangunan Kendari

Banjir bukan hanya persoalan infrastruktur. Banjir juga mencerminkan kualitas tata kelola pembangunan kota.

Jika pembangunan terus mengabaikan keseimbangan lingkungan, risiko banjir akan semakin besar. Ancaman longsor di kawasan perbukitan juga akan meningkat.

Kota Kendari membutuhkan kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Pemerintah harus mengendalikan pembangunan perumahan, melindungi kawasan resapan, dan mengintegrasikan sistem drainase.

Banjir 2026 harus menjadi momentum evaluasi. Perbaikan drainase saja tidak cukup. Kendari membutuhkan pembangunan yang menghormati karakter alam agar titik-titik banjir baru tidak terus bermunculan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hasil seleksi mahasiswa Jakarta Gelombang I 2026

    LP2D dan Pemuda 21 Resmi Umumkan Hasil Seleksi Calon Mahasiswa Tujuan Jakarta, Dari Gelombang 1 & 3 Tahun 2026

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 2.430
    • 4Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah (LP2D) bersama Pemuda 21 resmi mengumumkan hasil seleksi Calon Mahasiswa Tujuan Jakarta Gelombang I Tahun 2026. Pengumuman tersebut disampaikan setelah seluruh peserta mengikuti tahapan wawancara yang menjadi bagian dari proses seleksi akhir. Program ini merupakan upaya LP2D dan Pemuda 21 dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan generasi muda […]

  • Anton Timbang putra daerah Sulawesi Tenggara bantu ratusan mahasiswa Sultra dan dukung fasilitas asrama mahasiswa di Jakarta

    Putra Daerah Dinilai Berkontribusi untuk Sultra, Mahasiswa Soroti Dukungan Nyata AT terhadap Generasi Muda

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Kendari, (Kabaristana.com) — Kontribusi putra daerah dalam pembangunan Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Salah satu tokoh yang mendapat sorotan adalah Anton Timbang. Banyak pihak menilai ia berperan aktif dalam mendorong kemajuan daerah, terutama melalui dukungan kepada generasi muda. Peran Nyata dalam Mendukung Mahasiswa Mahasiswa bernama Arin Fahrul menilai keterlibatan Anton […]

  • Mutasi Kajari Karo: Danke Rajagukguk Dinonaktifkan Sementara, Kejagung Tunggu Hasil Pemeriksaan

    Mutasi Kajari Karo: Danke Rajagukguk Dinonaktifkan Sementara, Kejagung Tunggu Hasil Pemeriksaan

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 563
    • 6Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Mutasi Kajari Karo menarik perhatian publik setelah Kejaksaan Agung memindahkan Danke Rajagukguk dari jabatan strategisnya. Kejagung kini menempatkan Danke pada posisi fungsional untuk sementara waktu. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa Kejagung mengambil langkah ini sebagai bagian dari mekanisme internal. Ia menegaskan bahwa lembaga kerap melakukan mutasi dalam situasi […]

  • Ilustrasi mahasiswa menunggu pencairan Beasiswa Mahasiswa Konawe yang belum direalisasikan sehingga terancam tidak bisa mengikuti ujian akhir semester.

    Bupati Konawe Dikritik, Beasiswa Mandek, Mahasiswa Terancam Tak Bisa Ujian

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Konawe yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di Jakarta mengeluhkan belum cairnya bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Konawe. Kondisi itu mengganggu kelangsungan studi mereka. Bahkan, sebagian mahasiswa terancam tidak bisa mengikuti ujian akhir semester. Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebelumnya menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan […]

  • Anton Timbang terpilih kembali sebagai Ketua Umum Kadin Sultra 2026–2031 dan mengangkat bendera Kadin dalam Musprov VIII di Kendari.

    Anton Timbang Kembali Nahkodai Kadin Sultra, Fokus Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 332
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com – Anton Timbang kembali memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara periode 2026–2031. Peserta Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Sultra ke-VIII memilihnya dalam forum yang berlangsung di Kendari, Sabtu (14/2/2026). Hasil Musprov ini mengantarkan Anton memasuki periode kepemimpinan kedua. Pada periode sebelumnya, ia membenahi tata kelola organisasi dan memperkuat posisi Kadin sebagai mitra […]

  • JARNUS Desak Polda dan Kejati Sultra Usut Dugaan Pengaturan Proyek Jalan BPJN

    JARNUS Desak Polda dan Kejati Sultra Usut Dugaan Pengaturan Proyek Jalan BPJN

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Kendari, (KABARISTANA.COM) — Jaringan Aktivis Nusantara (JARNUS) meminta aparat penegak hukum, khususnya Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, menelusuri secara serius proses pengadaan sejumlah paket pekerjaan jalan pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di Sulawesi Tenggara yang menggunakan metode E-Purchasing melalui katalog elektronik. Ketua JARNUS, Erik Santo, mengatakan penggunaan E-Purchasing atau katalog […]

expand_less