Israel Deportasi Aktivis Global Sumud Usai Misi Kemanusiaan Menuju Gaza
- account_circle Retanto
- calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Para peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menyiapkan bendera Palestina di atas kapal sebelum berlayar menuju Gaza dari Syros, Yunani, 28 April 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Kabaristana.com)– Israel memulangkan dua aktivis kemanusiaan dari gerakan pro-Palestina Global Sumud Flotilla setelah menahan mereka dalam operasi pencegatan di Laut Mediterania. Kasus tersebut kembali memicu perhatian internasional terhadap misi bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza.
Dua aktivis Global Sumud yang dipulangkan itu adalah Saif Abu Keshek berkewarganegaraan Spanyol-Swedia dan Thiago Avila asal Brasil. Otoritas Israel mengumumkan proses deportasi keduanya melalui pernyataan resmi di platform X pada Minggu waktu setempat.
Sebelumnya, media Israel melaporkan aparat memperpanjang masa penahanan kedua aktivis sebelum akhirnya memutuskan pemulangan mereka. Israel juga menuduh kedua aktivis Global Sumud memiliki hubungan dengan Konferensi Populer untuk Rakyat Palestina di Luar Negeri atau PCPA. Namun, hingga kini pemerintah Israel belum memberikan rincian lengkap mengenai tuduhan tersebut.
Global Sumud Flotilla memulai pelayaran dari Barcelona, Spanyol, pada 15 April lalu. Armada kemanusiaan itu membawa misi solidaritas dan dukungan bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.
Menurut keterangan peserta misi, pasukan Israel menghentikan kapal mereka di perairan internasional dekat Pulau Kreta. Para aktivis menuding aparat Israel merusak mesin kapal dan sistem navigasi saat proses pencegatan berlangsung.
Pihak armada kemudian meminta parlemen di sejumlah negara Eropa turun tangan. Mereka berharap pemerintah dan lembaga internasional dapat memberikan perlindungan terhadap peserta misi kemanusiaan tersebut.
Kasus yang menimpa aktivis Global Sumud ini kembali menambah sorotan terhadap ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sejumlah kelompok kemanusiaan internasional terus menyerukan akses bantuan yang aman menuju Gaza di tengah situasi konflik yang belum mereda.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda

Saat ini belum ada komentar