Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketua ACPAI dan Humas Tegaskan: Jangan Jadikan Stempel “Wartawan Bodrex” sebagai Alat Mendiskreditkan Pers

Ketua ACPAI dan Humas Tegaskan: Jangan Jadikan Stempel “Wartawan Bodrex” sebagai Alat Mendiskreditkan Pers

  • account_circle Redaksi 1
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (KABARISTANA.COM)— Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia (ACPAI) menegaskan pentingnya menjaga kemerdekaan pers sekaligus meningkatkan profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Penggunaan istilah “wartawan bodrex” perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak menjadi stigma yang merugikan wartawan yang bekerja berdasarkan fakta, etika, dan kepentingan publik(26/10/26).

Ketua ACPAI, Herry Setiawan, S.H., C.B.J., C.E.J., bersama Humas ACPAI, Ziqro Fernando C.Par., C.ILJ, menekankan bahwa penyalahgunaan profesi wartawan harus dibedakan secara tegas dari kegiatan jurnalistik yang dilakukan secara sah dan bertanggung jawab.

Ketua ACPAI, Herry Setiawan, menyampaikan bahwa profesi pers memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, penilaian terhadap wartawan perlu didasarkan pada fakta, perilaku, dan pelaksanaan tugas jurnalistik, bukan sekadar stigma atau label yang belum terbukti.

“Jangan sampai istilah ‘wartawan bodrex’ digunakan secara sembarangan untuk menggeneralisasi atau mendiskreditkan insan pers. Jika ada pihak yang menyalahgunakan profesi wartawan, silakan tindak lanjuti berdasarkan bukti dan ketentuan hukum. Namun, wartawan yang menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional tidak boleh begitu saja dicap negatif hanya karena mengajukan pertanyaan kritis,” tegas Herry Setiawan.

Menurutnya, kritik yang disampaikan pers merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Pejabat publik, institusi pemerintah, pelaku usaha, dan pihak lainnya perlu memberikan ruang bagi wartawan untuk mencari informasi serta meminta klarifikasi mengenai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

“Pers bukan musuh pihak mana pun. Pers merupakan bagian penting dari demokrasi yang memiliki tanggung jawab menyampaikan fakta dan menjalankan fungsi pengawasan. Jika ada pemberitaan yang dianggap tidak benar, gunakan mekanisme klarifikasi, hak jawab, dan hak koreksi. Jangan membangun stigma tanpa dasar yang jelas,” tambahnya.

Humas ACPAI: Kritik Harus Dijawab dengan Data dan Fakta

Humas ACPAI, Ziqro Fernando C.Par., C.ILJ, menegaskan bahwa penyalahgunaan profesi wartawan harus dibedakan dari kegiatan jurnalistik yang dilakukan secara profesional.

Apabila terdapat pihak yang mengatasnamakan wartawan untuk melakukan pemerasan, intimidasi, atau tindakan melanggar hukum, persoalan tersebut harus ditangani berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Sebaliknya, pertanyaan kritis, permintaan klarifikasi, dan peliputan terhadap persoalan publik tidak seharusnya secara otomatis dijadikan alasan untuk memberikan cap negatif kepada wartawan.

“Jangan sampai istilah ‘wartawan bodrex’ menjadi tameng untuk menghindari pertanyaan jurnalistik atau menutup ruang pengawasan publik. Kritik dan pertanyaan pers yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat semestinya dijawab dengan data, fakta, dan klarifikasi, bukan dengan stigma,” ujar Ziqro.

Ia menambahkan bahwa wartawan juga memiliki kewajiban untuk menjalankan tugas sesuai dengan kode etik jurnalistik, melakukan verifikasi, menjaga keberimbangan pemberitaan, menghormati asas praduga tak bersalah, serta memberikan kesempatan kepada pihak terkait untuk menyampaikan tanggapan.

UU Pers Menjamin Fungsi Kontrol Sosial

ACPAI mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers memberikan landasan bagi kemerdekaan pers di Indonesia.

Pasal 3 UU Pers menegaskan fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Sementara itu, Pasal 6 menyebutkan peran pers dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui serta melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.

Dengan demikian, kegiatan wartawan dalam meminta klarifikasi kepada pejabat publik, instansi pemerintah, pelaku usaha, maupun pihak terkait lainnya merupakan bagian dari proses jurnalistik sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan hukum dan kode etik yang berlaku.

ACPAI menilai keterbukaan terhadap pertanyaan media menjadi salah satu unsur penting dalam membangun tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang transparan serta akuntabel.

Tolak Penyalahgunaan Profesi dan Pelabelan Tanpa Dasar

ACPAI menegaskan tidak membenarkan penyalahgunaan profesi pers untuk kepentingan pribadi yang bertentangan dengan hukum dan etika jurnalistik.

Pada saat yang sama, tuduhan terhadap wartawan harus didasarkan pada fakta yang dapat diperiksa. Penilaian terhadap profesionalitas seseorang seharusnya mempertimbangkan tindakan, bukti, dan proses jurnalistik yang dilakukan, bukan semata-mata label yang diberikan pihak lain.

Apabila terdapat keberatan terhadap suatu pemberitaan, penyelesaian hendaknya mengedepankan komunikasi, klarifikasi, hak jawab, hak koreksi, serta mekanisme pengaduan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

ACPAI juga mendorong seluruh insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga independensi, dan memperkuat kepercayaan publik melalui pemberitaan yang faktual serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Pers profesional adalah mitra pengawasan publik, bukan musuh kekuasaan. Kemerdekaan pers harus dijaga, penyalahgunaan profesi harus ditindak berdasarkan bukti, dan setiap kritik harus dijawab secara proporsional. Demokrasi yang sehat membutuhkan pers yang bertanggung jawab dan pihak-pihak yang terbuka terhadap pengawasan,” tutup Ketua ACPAI, Herry Setiawan, S.H., C.B.J., C.E.J.

  • Penulis: Redaksi 1
  • Editor: Rm
  • Sumber: ACPAI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSE global Indonesia buka kantor perwakilan di Jakarta

    Pemerintah Dorong PSE Global Buka Kantor di Indonesia demi Pengawasan Digital

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Pemerintah mendorong Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) global yang memiliki banyak pengguna di Indonesia untuk membuka kantor perwakilan di dalam negeri. Langkah ini bertujuan memperkuat pengawasan serta mempercepat koordinasi ketika muncul persoalan di platform digital. Analis Kebijakan Madya Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Nanci Laura Sitinjak, mengatakan pengawasan terhadap […]

  • banjir Jakarta akibat hujan deras merendam permukiman warga

    Hujan Mengguyur Jakarta, Sejumlah Wilayah Mengalami Kebanjiran

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 447
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Banjir Jakarta kembali terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah ibu kota sejak Minggu malam hingga Senin dini hari, Senin (12/1/2026). Hujan turun dengan intensitas tinggi selama beberapa jam tanpa jeda. Curah hujan yang tinggi membuat saluran drainase kewalahan. Air meluap dan menggenangi permukiman warga serta ruas jalan utama. Kondisi ini memicu banjir […]

  • Presiden Prabowo mengembalikan anggaran TKD Aceh untuk pemulihan bencana

    Wagub Aceh: Terima Kasih Presiden Prabowo atas Kebijakan Anggaran

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 392
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan pengembalian anggaran Transfer ke Daerah (TKD) untuk Aceh. Kebijakan ini dinilai penting untuk mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana. Fadhlullah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan anggaran tersebut. Ia menilai keputusan Presiden membantu daerah menjalankan program pemulihan secara lebih cepat. […]

  • sidang dirut terra drone michael wishnu wardana konferensi pers jakarta

    Sidang Dirut Terra Drone Bergulir di PN Jakpus, Kasus Kebakaran Ruko Tewaskan 22 Orang

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 368
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Sidang dirut terra drone kini memasuki tahap pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Perkara ini berkaitan dengan kebakaran rumah toko (ruko) pada Desember 2025 yang menewaskan 22 orang dan menarik perhatian publik. Juru Bicara PN Jakarta Pusat, Andi Saputra, mengatakan majelis hakim saat ini memeriksa saksi untuk memperkuat pembuktian. […]

  • drone Iran Shahed milik militer Iran yang digunakan dalam konflik Timur Tengah

    Militer AS Akui Tak Mampu Tembak Jatuh Semua Drone Iran, Strategi Serangan Berubah

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 318
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Militer Amerika Serikat mengakui tidak mampu menembak jatuh seluruh drone Iran jika serangan besar terjadi. Peringatan ini muncul dalam pengarahan tertutup kepada anggota parlemen di Capitol Hill. Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, memimpin pengarahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Iran kini memiliki ribuan drone serang sekali pakai. Sistem pertahanan udara AS […]

  • penolakan pilkada tidak langsung tercermin dari aspirasi publik dalam pilkada

    Suara Masyarakat Minta Pilkada Tetap Dipilih Langsung, Elite Jangan Tunggu Didemo

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 523
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Publik secara tegas menolak wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada). Masyarakat menolak rencana mengalihkan Pilkada dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan oleh DPRD. Sejumlah lembaga survei nasional mencatat sikap publik yang konsisten mempertahankan Pilkada langsung. Survei yang dirilis Litbang Kompas, LSI Denny JA, dan Populi Center menunjukkan hasil seragam. Mayoritas responden […]

expand_less