Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Kisah Nabi Nuh: Mengapa Hewan Diselamatkan dan Manusia Ditinggalkan

Kisah Nabi Nuh: Mengapa Hewan Diselamatkan dan Manusia Ditinggalkan

  • account_circle Porondosi
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 1.419
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, kabaristana.com – Kisah Nabi Nuh sering dipahami sebagai cerita tentang bahtera dan banjir besar. Padahal, kisah ini menyimpan pelajaran moral yang jauh lebih dalam. Dari sini muncul satu pertanyaan penting: mengapa Nabi Nuh menyelamatkan hewan, sementara banyak manusia justru ditinggalkan?

Selama ratusan tahun, Nabi Nuh berdakwah dengan kesabaran luar biasa. Dengan keteguhan hati, ia mengajak kaumnya kembali ke jalan kebenaran. Ia juga menasihati mereka agar meninggalkan kesombongan dan menghentikan kezaliman. Namun, kaumnya menolak seruan tersebut. Bahkan, mereka mengejek Nabi Nuh dan menganggapnya gila. Penolakan itu terus berlangsung meski peringatan datang berulang kali. (07/02/2026).

Ketika wahyu turun, Allah memerintahkan Nabi Nuh membangun bahtera. Perintah itu terdengar jelas dan tegas. Dalam wahyu tersebut, Nabi Nuh diminta menyelamatkan orang-orang beriman serta sepasang dari setiap jenis hewan. Perintah ini tidak menunjukkan bahwa hewan lebih mulia dari manusia. Sebaliknya, pesan ini menegaskan bahwa nilai kemanusiaan lahir dari iman dan ketaatan.

Hewan hidup sesuai fitrahnya. Mereka tidak merusak bumi karena keserakahan. Tanpa kesadaran moral, mereka juga tidak menolak kebenaran demi kesombongan. Berbeda dengan itu, manusia sering memilih jalan sebaliknya. Padahal, Allah telah memberi manusia akal dan hati untuk membedakan yang benar dan yang salah.

Keputusan Nabi Nuh menyelamatkan hewan mengandung makna simbolik yang kuat. Dalam kondisi manusia kehilangan nurani, Allah menjaga keberlangsungan kehidupan melalui makhluk yang hidup selaras dengan alam. Karena itu, hewan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan bumi setelah banjir besar menghapus kezaliman.

Kisah ini tidak membandingkan manusia dengan hewan. Sebagai gantinya, kisah ini menegur manusia secara moral. Iman, kerendahan hati, dan tanggung jawab memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada kekuasaan dan jumlah pengikut. Setiap manusia memiliki pilihan. Dari pilihan itulah, Allah menentukan akibatnya.

Hingga hari ini, kisah Nabi Nuh tetap relevan. Melalui kisah ini, manusia diingatkan bahwa ketika kebenaran diabaikan dan kesombongan dipelihara, kehancuran akan datang sebagai akibat yang pasti.

  • Penulis: Porondosi
  • Editor: Endhy

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ancaman Trump terhadap Iran dalam konflik serangan AS-Israel ke Teheran 2026

    Iran Tegas Hadapi Ancaman Trump, Tegaskan Peradaban Tak Bisa Dihancurkan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Teheran, (Kabaristana.com) || Pemerintah Iran menegaskan kekuatan peradaban bangsanya tetap kokoh meskipun menghadapi ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan ini muncul seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, secara tegas menyampaikan bahwa Iran akan melindungi kepentingan nasionalnya. Ia menilai keyakinan bangsa menjadi fondasi utama dalam menghadapi tekanan […]

  • Eks Penyidik KPK Kemenhaj Awasi Tata Kelola Haji

    Eks Penyidik KPK Kemenhaj Awasi Tata Kelola Haji

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) -Pengawasan haji transparan kini menjadi langkah strategis pemerintah. Sebanyak 16 mantan penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK-RI), resmi bergabung dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). (13/01/2026). Pemerintah mengambil keputusan ini untuk memperkuat kontrol internal. Dengan langkah tersebut, kementerian ingin mencegah penyimpangan sejak tahap perencanaan. Selain itu, Kemenhaj juga ingin meningkatkan kualitas pelayanan jamaah. […]

  • Ilustrasi_ kuasa hukum jelaskan klien sakit luar negeri dalam proses pemeriksaan

    Kuasa Hukum Tegaskan Kliennya Sakit, Bantah Isu di Luar Negeri

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 149
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Kuasa hukum Anton Timbang menegaskan bahwa kliennya tidak menghadiri panggilan pertama penyidik Bareskrim Polri karena kondisi kesehatan yang menurun, bukan karena berada di luar negeri sebagaimana isu yang beredar di publik. Pihak kuasa hukum menyatakan bahwa Anton Timbang saat ini sedang sakit dan telah mengirimkan surat resmi permohonan penundaan pemeriksaan kepada penyidik. […]

  • Mahasiswa dan Pemuda konawe utara Kepung Mabes Polri, Tuntut pencopotan Kapolres Konawe Utara

    Mahasiswa dan Pemuda konawe utara Kepung Mabes Polri, Tuntut pencopotan Kapolres Konawe Utara

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Gelombang desakan pencopotan Kapolres Konawe Utara kembali mencuat. Sejumlah elemen pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Corong Aspirasi Rakyat Sultra dan Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Hukum Sultra menggelar aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Rabu (20/5/2026). Massa aksi menilai Kapolres Konawe Utara gagal menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum. Selain itu, […]

  • kapal induk Indonesia Indo-Pasifik dalam strategi keamanan maritim

    Menjawab Tantangan Indo-Pasifik dengan Kapal Induk

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 251
    • 0Komentar

                  Menjawab Tantangan Indo-Pasifik dengan Kapal Induk                     Oleh: Dr. Waode Nurmuahemin, M.Ed Indonesia kini berada di persimpangan strategis kawasan Indo-Pasifik. Rivalitas kekuatan besar dan meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan mendorong wacana kehadiran kapal induk dalam armada TNI Angkatan […]

  • denda PT Tonia Mitra Sejahter

    Satgas PKH Desak PT TMS Segera Lunasi Sisa Denda Rp 1,5 Triliun

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) | Denda PT Tonia Mitra Sejahter kembali menjadi perhatian publik setelah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan mendesak perusahaan tersebut segera melunasi sisa kewajiban senilai Rp1,5 triliun. Satgas PKH menjatuhkan denda administratif itu karena aktivitas pertambangan di kawasan hutan lindung Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Luas area yang terdampak mencapai 172,82 hektare. Juru […]

expand_less